Happy Reading😘😘
Pagi ini Tania sudah siap dengan pakaian kasual nya, dia akan memantau tampat lokasi yg akan di bangun restoran nya. Tania memoles bedak tipis dengan lipstik merah muda di bibir nya.
Tok tok tok
Tania berjalan ke arah pintu dan pas di buka ternyata dia adalah Lian. Pria itu sangat tampan dengan celana jeans selutut di balut kaos kerah berwarna hitam. Benar benar sempurna.
''Ayo, kita sarapan dulu, baru ke lokasi.'' ucap Lian
Tania mengangguk lalu masuk kembali ke kamar untuk mengambil tas, dan mereka pun turun ke bawah untuk sarapan.
''Oh, ya! Eum, apa lokasi nya juga dekat sini?'' tanya Tania di sela sela makan nya.
''Tidak, mungkin sekitar 15 menit dari sini!''
''Begitu ya! Apa tempat nya sangat strategis?''
''Ya! Nanti kau akan melihat nya.''
Setelah sarapan habis, mereka pun berangkat ke lokasi dimana nanti restoran akan di bangun. Tak ada pembicaraan di antara kedua nya. Mereka sama sama terdiam, dan lian juga pokus dengan setir nya.
15 menit sudah akhirnya mereka sudah sampai di lokasi. Tania turun dan memandang pemandangan di area pinggir pantai tersebut. Dia melihat 2 hotel di kiri dan kanan dan restoran itu akan di bangun di tengah tengah hotel itu.
Tania melihat tempat itu sangat strategis untuk membangun restoran nya. Di pinggir pantai yg sangat ramai. Tania yakin jika nanti restoran nya akan ramai dan laris.
''Bagaimana? Strategis bukan?'' tanya Lian
''Benar! Ini sangat strategis..''
''Tapi, nanti akan di bangun seperti apa?'' tanya Tania kembali.
''Ayo.... Aku akan ajak kamu ke mandor nya!'' ajak Lian.
Lian menunjukan bentuk restoran yg akan di bangun nya nanti. Dan Tania sangat setuju dengan ide Lian.
Setelah mereka mengecek lokasi, Tania pamit untuk melihat lihat area sekitar pantai tersebut.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Di tempat lain Niko sudah siap untuk berangkat bekerja, setelah semalam ia mabuk dengan keadaan setengah sadar. Niko menuruni tangga untuk sarapan. Dan ternyata di meja makan sudah ada Mama dan Papa nya.
''Ma, Pa! Kalian di sini?'' kaget Niko
''Emang kenapa? Kamu gak suka, kalau Mama sama Papa di sini?'' ketus Mama.
''Bukan begitu, hanya saja Mama gak ngabarin kalau mau kesini!'' ucap Niko
''Sengaja, Mama mau tahu aja, menantu Mama itu kalau pagi ngurusin anak Mama apa nggak?'' sindir Mama pada Hana.
Hana yg mendengar itu, merasa dongkol. Namun dia tak mungkin menjawab sindiran mertua nya.
''Itu pasti dong Ma! Kan Niko suami Hana?'' jawab Hana dengan suara yg di buat selembut mungkin.
Mama mencebik mendengar jawaban Hana. Dulu memang dia setuju dengan hubungan Hana dan Niko. Namun saat Hana pergi meninggalkan Niko di acara nikahan nya.Mama mulai tak menyukai Hana.
Mereka pun makan dengan masakan yg Mama bawa dari rumah. Rumah Mama dan rumah Niko hanya berjarak 20 menit saja menggunakan mobil.
''Nik, Nik. Mama heran deh sama kamu? Kenapa kamu malah menceraikan Tania, yg jelas jelas sangat telaten mengurus kamu, ketimbang dia?'' sindir Mama lagi.
''Ma, udah. Kita lagi sarapan!" ucap Papa
''Loh, kan yg Mama bilang bener Pa? Tania lebih bisa mengurus Niko! Lihat saja tuh, badan Niko kurusan.''
Hana merasa terpojokan dengan ucapan mertua nya, dia sebenar nya ingin sekali mencabik cabik mulut lemes mertuanya itu. Namun Hana tak berani, dia takut Niko marah dan malah memblok semua kartu card nya.
Akhirnya Hana hanya bisa diam saja, dengan tangan mengepal dan hati yg begitu dongkol.
'Awas saja kau nenek lampir! Aku akan balas kau nanti.' batin Hana dengan penuh dendam.
Sedangkan Niko hanya diam saja saat sang Mama memojokan Hana. Dia tak mau membela Hana sebab ia pun masih sangat kesal pada istri nya itu. Niko juga tak menyangkal ucapan sang Mama, jika Tania memang lebih unggul ketimbang Hana.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Siang ini Hana berencana akan kerumah orang tua nya, dia ingin mengadu soal tadi pagi pada ibu nya.
''Loh, Hana! Kamu kok kesini gak telpon ibu dulu?'' ucap sang Ibu
''Kamu kenapa? Kok muka nya di tekuk gitu?''
''Itu loh Buk! Aku kesel banget sama Mama mertua aku? Dia tadi pagi datang kerumah, dan malah memojokan aku! Dan yg bikin aku kesel lagi, dia malah membandingkan aku sama Tania? Siapa coba yg gak kesel di bandingkan sama si cewek buluk itu?'' ucap Hana dengan emosi.
''Mertua kamu berani bilang begitu?'' kaget Ibu nya Hana.
'' Iya, Buk! Bahkan nih, ya. Dia bilang kalau Niko kurusan...''
''Kurang aja tuh wanita, tua! Minta di cincang dia?'' geram sang Ibu
''Aku mau melawan, tapi aku gak bisa Buk! Nanti kalau kartu ATM aku semua di blok sama Niko gimana? Aku gak mau Buk!''
''Kamu benar! Kita harus kuras harta mereka dulu...''
''Caranya gimana Buk?'' bingung Hana
''Kamu harus hamil!'' usul sang Ibu
''Apa! Hamil?''
''Iya, Hana. Nanti setelah kamu hamil, otomatis kan anak kamu akan dapat bagian warisan! Nah selama hamil itu, kamu gunain dengan baik, buat kuras harta Niko!''
''Caranya?''
''Kamu pura pura ngidam, minta beli mobil kek, emas kek, atau kalau perlu rumah mewah yg harga nya milyaran. Ibu yakin, kalau Niko gak bakal menolak nya! Sebab kamu lagi hamil anak nya?'' usul licik sang Ibu
''Ibu benar, aku harus segera hamil...'' ucap Hana dengan seringai licik di bibir nya.
Hana pulang ke rumah Niko dengan perasaan bahagia. Dia akan mulai menjalankan program hamil nya, agar di rahim nya cepat tumbuh darah daging Niko.
'Aku harus bersikap baik dulu sama Niko, agar dia mau membuat aku hamil dan mengandung anak nya.' batin Hana
Bersambung.......
Apa Hana akan hamil atau nggak ya🤔
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE NYA GUYS😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
alah si Hana tuh gak berani tuh. masih anak kecil kemarin sore ternyata . ada masalah ngadu ke ibunya , ibunya yang banyak akal buat rencana licik Hana . kayaknya ibunya dewi selingkuh nih , gak duga saja si Hana punya warisan dari ibunya .
2024-02-23
1
Sonia Putri
bingung aku...diantara card dan kartu..
2023-12-22
1
Lina maulina
itulah goblok ankmu membuang berlian demi batu kali
2023-11-30
0