Jam makan siang tiba.Para pegawai pergi ke kantin untuk makan,ada juga yang membawa bekal sendiri.Nisa dan kelima teman barunya sudah menempati pojokkan kantin.
Sesuai dengan tradisi,,karyawan baru harus mentraktir makan di hari pertamanya bekerja.
Nisa pun kedapatan bagian juga untuk mentraktir teman-temanya itu.
"Omong-omong si Dewi itu seperti apa sih,,,aku jadi penasaran.
"Nggak kok Nis,lupain aja kata-kata Dito tadi,Dewi sudah ditempatnya yang baru,dia sudah bahagia di sana".
"Sudah.....ayo makan,jam istirahat kita sebentar lagi habis".
"Iya,,,,,Nisa mah enak, nggak bakal dia kena omel,dia kan keponakan boss,,lah kita...".
"Sama aja,kalau salah aku juga kena marah".
"Nggak ada yang diistimewakan,aku sama seperti kalian,,hanya karyawan biasa".
"Ahh .....bisa saja kau Nis".
Selesai jam istirahat,Nisa dan ke lima temannya kembali ke ruang kerja.
Sesampainya di meja kerjanya,,,alangkah terkejutnya Nisa karena kertas-kertas kerjanya berhamburan.Kursi baru yang didudukinya melayang-layang di atas ruang kerja
Kursi yang lama sudah kembali ke tempat semula.Arwah Dewi duduk di sana.Raut mukanya menunjukkan kemarahan.Dia menoleh ke arah Nisa berteriak menyuruhnya pergi dari sana.
Teman-teman Nisa yang lain berkumpul di pojokkan.Mereka sudah biasa melihat hal seperti ini.Sudah banyak terjadi saat meja tersebut diisi oleh pegawai baru.
Kekacauan yang sama,yang mereka yakini adalah ulah dari arwah Dewi yang masih bergentayangan di kantor itu.Dewi tidak rela posisinya digantikan orang lain.
Nisa masih tetap tenang, kursi yang melayang diambil olehnya dan dikembalikan ke tempat semula.Nisa merapikan kembali mejanya yang penuh kertas berserakan.
"Kau tidak takut Nisa,,,itu kan Ar.......".
"Kenapa Nisa harus takut,ya kan Nis,,,mungkin anginnya terlalu kencang jadi berantakan deh...".
"Tidak apa,,,kalian tidak usah khawatir,mbak Elli sudah cerita kalau di meja ini sering terjadi hal-hal aneh.
"Nisa menatap arwah Dewi dengan tatapan tajam.Dewi yang tertawa melengking penuh kepuasan bisa mengerjai Nisa.
Nisa menahan diri untuk tidak menunjukkan kemampuannya dihadapan rekan-rekan barunya.Besok dia akan berangkat lebih awal untuk mengurus arwah Dewi.
Arwah Dewi masih berteriak mengusir Nisa agar pergi dari hadapannya.Nisa pura-pura tidak mendengar dan malah sibuk mengerjakan tugasnya.
Ketika sore hari,Nisa kembali dari kantor dengan bude Wati.Di tengah jalan Nisa menceritakan kejadian aneh di mejanya tadi.nisa ingin tahu reaksi bude Wati.
"Sebenarnya ada kejadian apa to bude,kok bisa sampai ada hal semacam itu di kantor".
"Ceritanya panjang Nis,yang jelas itu meja Dewi,karyawan teladan di kantor bude".
"Dia meninggal,bunuh diri dengan meloncat dari jendela". "Separuh wajahnya rusak parah". "Entah kenapa dia nekat melakukannya".
"Sampai sekarang dia memang sering mengganggu karyawan baru yang kebetulan menempati meja kerjanya dulu".
"Polisi sudah menyelidiki penyebab kematiannya,tapi usaha mereka menemui jalan buntu".
"Bahkan Mia,teman akrab Dewi pun tidak tahu
masalah apa yang sedang dihadapi Dewi kala itu".
"Kalau kau takut atau merasa tidak nyaman,bude bisa memindahkanmu ke divisi lain yang lebih aman".
"Bude nggak mau ambil resiko,apalagi menyangkut keselamatanmu".
"Jangan khawatir bude,Nisa sudah betah disana,lagipula rekan kerja Nisa baik-baik semua".
"Tentang gangguan itu,,Nisa nanti lama-lama juga akan terbiasa".
"Kalau itu memang mau mu ya sudah....bude menurut saja".
"Yang penting jangan banyak melamun,,harus fokus atau kau nanti bisa kesurupan hantunya Dewi".
"Ah,,,,,,,,bude ini,,,,bisa saja kalau bercanda".
Sampai rumah bude Wati,ibu dan bapak menyambut kedatangan Nisa.Mereka senang melihat wajah Nisa yang sumringah.Itu tandanya Nisa sudah mulai bisa melupakan kejadian di kampungnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
@ ubaydah_*😄
ok
2023-06-03
0
Muhammad Rizal
mantaapp kisahnya thor,,, 👍👍👍👍
2022-08-03
0