Iring-iringan obor warga kampung menerangi sepanjang jalan setapak menuju ke rumah kosong.Suara burung hantu bersahutan merasa terganggu dengan suasana hutan yang tiba-tiba terang benderang.,
Warga sudah sampai didepan rumah kosong.Mbah Cokro maju memeriksa pintu rumah kosong.Gemboknya masih terpasang rapi seperti ketika ditinggalkan kemarin.
Mbah Cokro membuka pintu rumah.Dia memeriksa ke dalam,,ternyata kosong,tidak ada siapapun.
"Di dalam tidak ada Nisa,berarti Genderuwo itu belum membawanya kemari".
"Lantas Nisa dimana Mbah????".tanya pak Ari.
"Tunggu sebentar,aku akan mencarinya".
"Nisa ada di sini Ari, tapi dia disembunyikan dari penglihatan kita semua".
"Genderuwo itu membawanya ke dimensi lain".
"Lalu bagaimana cara menemukan Nisa Mbah???".
"Kalian bawa obor kan???bakar rumah kosong itu,,,,sekarang!!!!".
Warga kampung menuruti perintah Mbah Cokro.Mereka membakar rumah kosong di tengah hutan tersebut.
Mereka tidak sadar kalau ada sepasang bola mata merah menyala.Dia menatap marah pada warga kampung karena sudah menghancurkan rumahnya.
Genderuwo itu menampakkan diri dihadapan warga desa.Langkah kakinya membuat tanah bergetar hebat.Angin bertiup dengan kencang.Serta suara gemuruh teriakan harimau mampu memekakkan telinga.
Warga kampung lari tunggang langgang melihat wujud asli Genderuwo itu.Mereka semua kabur meninggalkan Mbah Cokro dan pak Ari sendirian di tengah hutan.
Genderuwo itu berteriak marah melihat rumahnya dibakar warga.
"Balekno omahku..........".(kembalikan rumahku)
"Hai.....genderuwo.....kembalikan Nisa sekarang juga,atau aku akan musnahkan dirimu beserta rumahmu".
"Kowe wis ngganggu awakku,,,ngrusak omahku,,,aku Ra bakal mbalekno cah wadon Iki". (kamu sudah mengganggu diriku,merusak rumahku,aku tidak akan mengembalikan gadis ini)
"Dimana kau sembunyikan Nisa?????",jawab!!".
Mbah Cokro berteriak lantang.
"Ora weruh......(tidak tahu)".
"Ndang muliho.....bocah wadon iku duwekku(silahkan pulang,gadis itu punyaku)".
Mbah Cokro duduk bersila ditanah.Dia mulai fokus mencari keberadaan Nisa,,sementara di depannya Genderuwo menggeram marah,seolah-olah hendak menelan Mbah Cokro mentah-mentah.
"Mbah Cokro dalam penglihatannya melihat Nisa melayang,dia tidak sadarkan diri.Dia diletakkan di tengah-tengah pohon beringin besar didalam hutan.
Genderuwo itu masih menantang Mbah cokro.dia mengeluarkan sinar merah dari matanya.Karena fokus mencari Nisa Mbah Cokro tak sempat menahan serangan Genderuwo itu.
Tiba-tiba Mbah Cokro muntah darah,sedang pak Ari pingsan.Genderuwo itu tersenyum kegirangan dan menghilang dari hadapan mereka berdua.
Mbah Cokro terluka parah akibat serangan Genderuwo itu.Kali ini dia tidak bisa melawannya.amarahnya membuatnya jauh lebih kuat.Beruntung pak Ari juga hanya pingsan,tidak sampai membahayakan nyawanya.
"Ari,,,,bangun nak,,," .
"Nisa mana Mbah????? apa sudah ketemu??".
"Belum Ari,,,tapi Nisa masih aman,,makanya kita harus mencari pohon beringin itu".
"Genderuwo itu membawa Nisa ke pohon tua di dekat sungai".
"Kita harus cepat atau Nisa tak akan bisa ditemukan lagi".
"Salahku sudah membuatnya marah".
"Ayo cepat Ari".
Tanpa menghiraukan sakitnya,Mbah Cokro berlari menuju tepi sungai.Di sana ada pohon beringin besar.Tempat Genderuwo itu menyembunyikan Nisa.
Dibawah pohon beringin yang dituju,Mbah Cokro mencoba mengambil Nisa dengan kekuatan yang tersisa.Nisa melayang diudara,diantara rimbunnya daun pohon beringin.
Mbah Cokro mengeluarkannya dari dalam pohon dan menariknya ke bawah.Pak Ari membopong Nisa yang masih tidak sadarkan diri.
"Ayo cepat Ari,,,kita harus segera pergi dari sini sebelum Genderuwo itu menyadarinya".Tergesa-gesa mereka berdua kembali ke rumah.Di pintu masuk hutan larangan,warga kampung masih menunggu pak Ari dan Mbah Cokro.
Mereka membantu pak Ari membopong Nisa untuk dibawa ke rumah.Sepanjang jalan mereka semua terdiam.Takut kalau Genderuwo itu mengikuti mereka sampai ke kampung.
Untung saja kali ini Nisa sudah berhasil ditemukan.Rumah Genderuwo itu juga sudah dibakar.Semoga saja Genderuwo itu tidak mengganggu Nisa lagi setelah ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
Kardi Kardi
hmmmm. gen gen.. gen gennn
2022-07-20
0
Yanti Ipoel
katany ada yg jagain nisa..mna kok gk ditolongin..
2022-07-18
0