"Nisa,,,ini bekal makan siang mu,Ibu harus buru-buru membantu memasak,ada hajatan di rumah Bu Ida".
"Iya Bu......,apa ibu nanti akan menginap?".
"Mungkin iya Nis,,bapakmu juga akan disana nanti malam,kasihan nanti kalau kesiangan masaknya".
"Kamu nggak apa-apa kan di rumah sendiri malam ini?".
"Tenang Bu,nggak usah khawatir,Nisa kan pemberani".
"Ya sudah,,,,,ibu pergi dulu,hati -hati dijalan kalau kau kerja nanti".
"Siap Bu....!!!".
Sudah adat kebiasaan di desa kami kalau ada hajatan ayah dan ibu pasti membantu.Ibuku tukang menanak nasi sedang ayah bertugas merebus air untuk minum para tamu.
Mengingat pentingnya kedua hal tersebut maka setiap kali hajatan pasti ayah dan ibu menginap di tempat tuan rumah.
Aku bergegas berangkat kerja.aku tak mau telat buka toko,nanti bisa diomeli oleh boss ku.Sambil berkendara aku melihat pemandangan desa ku.Kiri kanan jalan hanya ada hutan dan semak belukar. Kalau malam hari pasti takut lewat sini sendirian.
Tiba-tiba dari kejauhan kulihat cowok kemarin,cowok yang sama yang lewat depan rumah untuk mencari burung.Kuhentikan motorku dan menyapa dia.
"Mas,,,pagi-pagi sudah mau cari burung ya?"tanyaku kepadanya.
Aneh........pikirku.Cowok itu hanya mengangguk dan melanjutkan jalannya.Wajahnya kelihatan pucat.Mungkin semalam dia begadang menjaga jebakannya.
Aku masih penasaran,kenapa dia juga tidak membawa satupun burung???.
"Mas,,Ayo sa......,,,,Lo ....kemana dia ??? cepat sekali jalannya.Apa dia terbang atau menghilang???".
"Ah....sudahlah, keburu telat ini,aku berangkat saja".
Niat hati ingin ngajak bareng cowok itu,tapi dia menghilang entah ke arah mana.Dalam hati masih bertanya apa dia anak Bu Mimin yang dari kota.
Setelah 30 menit berkendara aku sampai di tempat kerja.Toko kelontong milik pak Yahya,letaknya di pasar desa tidak jauh dari kampung ku.Walaupun masih jam 7 pagi,tapi pasar sudah rame.Aku segera masuk dan membuka toko.
Sejak lulus SMA aku langsung bekerja di tempat pak Yahya.Upahnya lumayan,selain itu setiap hari bertemu warga desa jadi tidak bosan. Maklum toko ini satu-satunya toko yang dagangannya lengkap,jadi lumayan rame pembeli.
Dari interaksi inilah mengalir crita-crita ataupun gosip dari kampung-kampung,sehingga bisa update berita terus.
"Nis,,kudengar sebelah rumahmu ada penghuni baru ya????,mereka sudah mengenalkan diri ketempatmu belum???.
"Rumah baru yang mana Bu????,perasaan cuma ada rumah kosong di sebelahku"
"Ada Nis,,,orangnya ganteng Lo,,,gadis-gadis di kampung sebelah malah sudah pada kenal".
"Keluarga itu baru pindah,tapi anak nya saja yang ikut,orang tuanya masih diluar negeri".
"Namanya Leon atau siapa ya???,ah ..aku lupa Nis...".Aku berpikir sejenak,,,,mana mungkin ada rumah baru di dekat rumahku.Apa mungkin cowok itu yang dimaksud ibu-ibu ini.
"Ah.....lupakan dulu,,,nanti sepulang kerja aku akan lihat,batinku."
"Jadi berapa totalnya Nis,cepetan kamu hitung belanjaanku.".Teriakan Bu Netty membuyarkan lamunanku.Buru-buru ku total belanjaanya.
"300 ribu totalnya Bu".
"Ok,,,,ini uangnya,pas ya...."
"Iya Bu,terimakasih".
Di pasar ini gosip sekecil apapun tidak akan luput diceritakan.Termasuk penghuni baru pindahan dari kota itu.Aku bertekad pulang nanti akan bertandang ke rumahnya.
Kalo sampai gadis-gadis di kampung sebelah mengenalnya,sudah pasti cowok itu yang dimaksud.Tapi kapan mereka pindah ya???
Angkut barangnya lewat mana???.
Rumah yang mana yang ditempati,perasaan tidak ada proyek bangunan akhir-akhir ini.
Bermacam pertanyaan melintas di benakku.Aneh sekali.Apa benar cowok itu penghuni baru kampung kami??.
*Hai ...hai...perkenalkan aku author baru.Tolong dukungannya ya,,,,,,maaf apabila masih banyak koreksi.Salam kenapa...*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
@ ubaydah_*😄
ya
2023-06-02
0
Pipit Sopiah
baru komen di bab ini thor
2022-08-06
1
Muhammad Rizal
lanjut thor
2022-08-03
1