"Mari Bu bidan,silahkan masuk,,"
Mendengar suara Bapak,ibu bergegas ke luar menjemput Bu bidan untuk memeriksa Nisa.
"Monggo Bu,,silahkan,tolong periksa Nisa,dari tadi belum bangun juga,saya sudah kompres tadi" lanjut ibu.
"Memang sudah berapa hari panasnya Bu,kenapa tidak dibawa ke klinik saja??".
Bu bidan bertanya kepada ibu sambil sibuk mengeluarkan peralatan dokter untuk memeriksa Nisa.
"Semalam masih baik-baik saja Bu, cuma pagi ini ketika saya bangunkan sudah seperti ini".
"Baik, tunggu sebentar ya Bu, biar saya periksa dulu".
Selang beberapa menit Bu bidan keluar.
"Gimana anak saya Bu?,sakit apa Nisa?".
"saya masih belum bisa memastikan Bu,bisa tifus bisa juga infeksi".
"Ini sementara saya kasih obat penurun panas,kalau dalam 3hari tidak kunjung mereda tolong langsung dibawa ke klinik saja,nanti biar bisa di cek laboratorium".
"iya Bu".
"Tolong obatnya diminumkan rutin ya,sehari 3kali biar cepat turun panasnya".
"Saya permisi dulu,,,semoga Nisa lekas sembuh".
"iya Bu,,terimakasih banyak"
" Mari Bu, biar saya antar,sambung bapak.
"Nggak usah pak, saya kan bawa motor,bapak temani Nisa saja,usahakan supaya mau makan ya pak,
"iya Bu,,,sekali lagi terimakasih banyak Bu".
"Sama-sama pak"
"Ibu...........".panggil Nisa lirih.
"Nisa,,syukurlah kamu sudah sadar nak,,ibu sama bapak khawatir sekali".
"Nisa Dimana Bu,,,,kenapa ada banyak orang disini????".
"Husss.....ngaco kamu,,,,,la wong ini dikamarmu sendiri kok,lagian hanya ada kamu dan ibu,bapakmu baru nganter Bu bidan ke depan".
"Tapi Bu,,,orang-orang itu.......".
"Hesss........sudah...sudah.....jangan banyak bicara badanmu panas jadi kamu ngigau,mungkin cuma halusinasimu saja".
"Ibu ke belakang dulu,ambil makan untuk kamu,setelah itu minum obat biar lekas sembuh".
Aku tidak berhalusinasi Bu,,,orang-orang itu memandangku.Entah darimana mereka semua.Berpakaian serba putih.Mondar-mandir di kamarku.Wajah mereka pucat semua.
Aku pura-pura tidak melihat.Mataku kupejamkan sampai ibu datang.
Tak berselang lama,bapak masuk ke kamar.
"Gimana Nis,kamu sudah enakkan???".
"Itu pak,,,Nisa meli.....".
"Ini,,,makan dulu baru minum obat, semoga aja cuma panas biasa,jadi nggak perlu ke klinik ya pak?".
Ibu masuk dan memotong kata-kataku.Niat hati ingin menyampaikan ke bapak apa yang aku lihat di rumah ini,pikirku bapak pasti tau.Tapi urung kulakukan karena ibu keburu masuk.Lagipula orang-orang yang kulihat tadi tiba-tiba menghilang saat bapak masuk kamarku.
Sudah 3hari sejak aku pingsan,sampai sekarang badanku masih lemas.Untuk bangun saja teras sakit semua.Panas badanku juga tak kunjung mereda.
Aku masih mengingat sosok menyeramkan malam itu.Aku masih takut di kamar sendirian.Ibu dan bapak selalu bergiliran menemani.
Sejak kejadian itu aku lebih banyak diam.Ingin cerita tapi takut orang tuaku tidak percaya.Bahkan semenjak kejadian itu aku merasa ada yang aneh dengan penglihatan ku.
Secara tak sadar aku sering melihat sosok tak kasat mata.Berbagai rupa dan bentuk makhluk yang masuk ke rumahku,aku melihatnya.Itu pula yang membuatku tak kunjung sembuh.
Perasaan takut terus saja menghantuiku.Apalagi dimalam hari.Hatiku was-was.Rasanya enggan membuka mata.Takut, jangan- jangan melihat hal-hal aneh lagi.
Setelah 3hari kondisi ku tak kunjung membaik,bapak menuruti nasehat Bu bidan untuk membawaku ke klinik.Setelah di cek laboratorium ternyata aku tidak sakit.Bu bidan juga heran,karena hasilnya menunjukan semua fungsi organ normal.Bapak pun semakin bingung dengan keadaanku.
"Mungkin Nisa terlalu capek pak,atau ada beban pikiran yang belum tersampaikan".
"Biasanya orang banyak pikiran juga mempengaruhi kondisi badan".
"Coba Nisa diajak ngobrol,,siap tau dia mau cerita".saran Bu bidan ke bapak.
Di jalan bapak tampak merenung.Raut mukanya terlihat khawatir.Seperti ada yang disembunyikan dariku.Entahlah.......atau mungkin hanya perasaanku saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
Tama Situmorang
makin seru
2022-10-17
0
alena
coment ya thor
biar ga kosong 😁
2022-08-30
0