Sepulangnya dari rumah Mbah Cokro,bapak lebih banyak diam.Beliau masih enggan memberi penjelasan kepadaku.Ketika aku bertanya pun,bapak terkesan menghindar.
Aku sudah beraktivitas lagi seperti biasa.
Beritaku yang didatangi Genderuwo sudah menyebar ke seluruh penjuru kampung.Di pasar bahkan banyak yang bertanya perihal kebenaran cerita tersebut.
"Makanya Nisa,jadi perawan jangan terlalu cantik deh,,,jadi incaran Genderuwo kan??.
" Ini mah udah dari Sononya Bu,,,nggak bisa diubah.Lagian bukan Nisa saja kan yang diganggu sama Genderuwo itu".
"Gadis-gadis kampung sebelah juga sama kan Bu?".
"Iya sih ...kamu bener juga ya Nis?".
"Aturan kita juga harus waspada,,jangan-jangan itu Genderuwo nyamar jadi suami kita lagi..".Yang ada makin merinding kalau dirumah sendirian".
"Banyak berdoa aja Bu,ada Gusti Alloh kan,harusnya takut itu sama Alloh bukan sama Genderuwo".
"Ah ......besok-besok suamiku mau tak bikinkan password,biar kalau ada yang nyamar ketahuan".
"Ibu ini.........ada-ada saja,,,,ha...ha....ha."
Lagi asyik-asyiknya ngobrol,tiba-tiba Nisa terdiam dan menunduk.
"Kamu kenapa Nis,,nih ibu udah selesai,tolong di total ya!!".
"hi .....hi.......hi.......hi". Nisa tiba-tiba tertawa cekikikan.Seringai wajahnya menakutkan.
"Nisa,,,,sadar Nis,,,ya Alloh ini gimana???".
Ibu-ibu dipasar jadi heboh melihat Nisa yang kesurupan.Mereka kasak-kusuk melihat tingkah polah Nisa.
Akhirya pak Yahya berinisiatif memanggil ayah Nisa dan Mbah Cokro.Nisa yang kesurupan dibawa masuk ke dalam rumah agar tidak menjadi tontonan warga.
Nisa terus saja tertawa cekikikan,terkadang juga menangis meminta diantar pulang ke jembatan.
Pak Ari dan Mbah Cokro tiba bersamaan di pasar. Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah.
**"Kowe sopo,nduk cah ayu,,,,,melaso marang bocah iki,,,,balio nduk,,,,metuo Soko ragane".**
Mbah Cokro membujuk hantu yang merasuki Nisa.Rupanya dia kuntilanak penunggu jembatan di dekat pasar.
Tak butuh waktu lama bagi Mbah Cokro untuk mengeluarkannya dari tubuh Nisa.Nisa yang pingsan kemudian diantar pulang ke rumahnya naik mobil pak Yahya.
"Sebaiknya Nisa segera didarati,kalau tidak kejadian ini pasti terulang terus",,nasehat Mbah Cokro ke Pak Ari.
"Iya Mbah,,saya menunggu pas weton nya Nisa.
"Kalo sudah kejadian seperti ini,segera saja,lebih cepat lebih baik".
"Apa kamu masih mau nunggu sampai Nisa benar-benar "bablas" ??".
"Mboten Mbah,,saya ikut baiknya bagaimana".
"Besok sore itu malam Jumat Kliwon,,,bawa Nisa ke rumah kosong itu,,Mbah tunggu disana".
"Baik Mbah".
Bapak termangu,,,membawa Nisa ke rumah kosong untuk disarati,berarti harus memberitahu Nisa segalanya.Apa ini waktunya.Apa Nisa sudah cukup umur untuk menerima segalanya?????.
Apa Nisa bisa menerima takdirnya??
Apa Nisa mampu????
Ketakutan yang sama dengan yang bapak alami dulu.Sampai akhirnya bapak bisa mengendalikan kemampuannya.
Garis takdir kalau akhirnya kemampuannya menurun kepada Nisa.Tapi Nisa anak perempuan,,,lalu perjanjian leluhurnya????
Bapak semakin pusing memikirkan rentetan kejadian yang dialami Nisa.
"Sudah,,,,jangan khawatir,anakmu gadis yang tangguh,Simbah yakin dia yang terpilih".
"Anakmu sudah dijaga sama leluhurnya.
"Iya Mbah"
Sampai dirumah Nisa sudah sadar,Bapak lantas menyuruh Nisa mandi dengan air kembang dari Mbah Cokro.
"Nis, kamu sudah siap kan mendengar semuanya??".
"Malam ini bapak akan menceritakan suatu rahasia yang menyangkut dirimu juga".
"Namun,bila kamu masih belum sehat,kita bisa menunda sampai kamu benar-benar pulih".
"Tidak pak,,,,malam ini Nisa siap mendengarkan bapak".
"Biar semuanya jelas pak,,,Nisa sudah capek dengan ini semua".
**"kamu siapa gadis cantik?,,,,,,,kasihanilah anak ini,,,,,,,,,pulanglah nak,,,,,,keluar dari tubuhnya".**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
V_nee ' wife Siwonchoi ' 🇰🇷
Kalo baca malam hari aku gak berani ke kamar mandi sendirian thor
2023-08-13
1
Tama Situmorang
menarikk🙂
2022-10-17
0