Sore hari aku baru pulang kerja dari toko.Malam ini aku bakal di rumah sendirian karena ibu menginap di tempat hajatan.
Setelah mandi, aku sempatkan menyiram tanaman di teras depan rumah.Niatku mengecek rumah kosong di hutan aku urungkan karena Bapak juga tak di rumah.
Pikirku nanti saja kalo memang ada tetangga baru mereka pasti silaturahmi ke sini.
Sore ini angin bertiup agak kencang,tidak seperti hari biasanya.Aku berniat masuk dan menutup pintu.Tiba-tiba ada yang memanggil dari jalan.
"Mbak.......mbak......tolong,,,,,kaki saya terluka".
"Aku menoleh ke belakang, kulihat cowok yang sama,yang beberapa hari ini selalu lewat depan rumah.Kakinya berdarah,,mungkin jatuh di jalan.
Aku mempersilahkan pria itu masuk,kemudian buru-buru mengambil kotak obat.Karena hari menjelang malam,aku menyuruhnya masuk ke dalam rumah.
Pria itu menolak dan memilih duduk di teras.
Aku menyalakan lampu agar bisa mengobati lukanya.Entah kenapa pria itu seperti takut cahaya,dia duduk di pojokan yang agak gelap.
"Mas,,,tadi jatuh di mana?" tanyaku padanya.
"Saya ditabrak sepeda MB".
"Oh.....ini tak terlalu parah,sebentar biar ku plester dulu".
"Terima kasih mbak".
"iya". "O,,,iya mas,kota belum kenalan,,,aku Nisa, Anisa Rahma".
"Saya Dion MB".jawab pria itu singkat.
"Jadi mas Dion ini putranya Bu Mimin yang baru pulang dari kota?".
"Iya mb".
Setiap kali kutanya,pria itu hanya menjawab singkat.Akulah yang banyak bertanya dan ingin tahu.
Dari obrolan kami aku tahu kalau Dion ini sudah Sarjana.Sudah seminggu dia pulang dari kota.Kebetulan dia kuliah di perhutanan,jadi dia sering mondar- mandir di belakang rumah.
"Nisa,,,,,Bapak pulang,,tolong buka pagarnya".
teriakan bapak membuat obrolan kami terhenti.
"Pagarnya nggak dikunci pak,"sahutku.
"Jangan bercanda Nis,ayo cepat ambil kuncinya,bapak bawa makan malam untukmu"
.Aku heran,,padahal pagar belum aku kunci,bukannya Dion masih disini,mana mungkin pagarnya terkunci.
"Tunggu sebentar ya mas,,,itu bapakku".
"Iya mbak,silahkan".
Aku bergegas masuk mengambil kunci sambil terus berpikir.
Sampai di teras,Dion sudah tidak ada lagi.
Ah....mungkin dia ke depan nyusul bapak.
Bergegas aku buka pagar yang masih terkunci.Dalam benakku agak sedikit aneh,,,bukannya tadi Dion sudah masuk???.
Lalu sekarang dimana dia???.
"Pak,temanku tadi sudah pulang??".
"Teman siapa???dari tadi bapak nunggu kamu bukain pintu,bapak nggak lihat ada siapa-siapa.
"Ada pak,dia Dion anaknya Bu Mimin".
"Dia terluka tadi,ini kotak obat bekasnya tadi masih ada". "Gelas tempat dia ngopi juga masih ada,aku pikir dia nyamperin bapak".
"Nggak usah bercanda deh Nis,,kalau beneran ada,dimana dia sekarang? bapak dari tadi di depan nggak liat dia keluar rumah".
"Apa mungkin ke kamar mandi ya pak??".
Jangan sembrono kamu,anak gadis kok berdua-dua di rumah,mana pagar dikunci lagi".
"Ayo cepat cari ke belakang,siapa tahu dia ke kamar kecil".
"Iya pak,tapi aku yakin benar kalau pagar tadi tidak ku kunci pak".
Aku dan bapak bergegas memeriksa belakang rumah.Nihil.......Pria itu tak ada.
Mana mungkin dia bisa raib begitu saja.
"Disini nggak ada siapa-siapa Nis,kamu berkhayal kali,,,,,,,".
"Nggak pak".
Ahhhh .....aku jadi bingung sendiri.Mana mungkin bapak nggak liat Dion.
Apa jangan-jangan dia bukan manusia???
Atau sejenis hantu???
Atau malah pria tak kasat mata???
Yang jelas aku langsung bergidik ngeri setelah kejadian tadi.Akhirnya aku ikut bapak ke tempat hajatan.Takut dirumah sendirian.
Aku memilih diam saja diperjalanan.Lagi pula bapak mewanti-wanti untuk tidak cerita kejadian tadi Takutnya orang-orang pada heboh.
Aku menurut saja kepada bapak.Biarlah kali ini aku mengalah.Besok kalau aku jumpa si Dion itu,akan ku buat perhitungan.
****Hai ....reader yang Budiman,,,,tolong mampir ke sini ya!!!
Aku tunggu****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 272 Episodes
Comments
alena
lanjut
2022-08-30
1
Pipit Sopiah
lanjut
2022-08-06
1
Muhammad Rizal
saya kasih bunga mawar aja ya
2022-08-03
2