Bab 20 Mencium Pipi
"Nak jagat untuk apa botol atau toples yang nak jagat minta" tanya pak Bambang.
Kemudian mang Maman berbicara kepada pak Bambang "Pak tempo hari nak jagat ini pernah mengobati si cahaya, yang kepatuk ular. Mudah mudahan nak jagat juga bisa mengobati Ajeng" mang Maman sambil berbisik.
Kemudian pak Bambang ikut berbisik kepada mang Maman "Dia itu dokter Bukan Dukun, mana bisa mengobati penyakit guna guna yang di derita putri ku"
"Lihat saja nanti pak Bambang pasti akan tahu sendiri " balas mang Maman.
Jagat yang mendengar pertanyaan dari pak Bambang. Jagat tersenyum kemudian dia menjawab "Aku berasal dari kampung Moeza yang terkenal dengan Paranormal nya, dan kebetulan sedikit mengerti yang begituan.
Karena mau tidak mau kami di warisi pengetahuan tersebut sejak dari turun menurun, kata orang tua dulu hanya sebagai penjagaan saja tidak lebih.
Tapi tetap segala sesuatu atas izin dan kehendak yang maha kuasa, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha saja, dan yang maha kuasa yang menyembuhkannya"
Pak Bambang dan mang Maman hanya manggut-manggut saja dan hanya berkata "Oh...."
Tidak lama istri pak Bambang membawa gelas toples bekas kopi hitam kesukaan pak Bambang, yang kebetulan kopi di dalamnya tinggal sedikit lagi, jadi istrinya pak Bambang memindahkan kopi tersebut kedalam pelastik.
"Ini nak jagat gelas toplesnya, maaf lama karena tadi mencari pelastik untuk pindahin kopi yang ada di dalamnya " ucap istri pak Bambang.
Jagat pun meraih toples gelas tersebut dan berkata "Maaf Bu boleh minta 1 siung bawang putih cabe sama sedikit garam"
Tanpa bertanya lagi Istri pak Bambang kembali ke dapur karena demi menyembuhkan anaknya tersebut mereka rela melakukan apa pun.
Kemudian istri pak Bambang kembali dengan cepat dan meletakan ke 3 bahan yang di bawanya di atas meja.
"Terima kasih Bu" Ucap jagat
Jagat memengang tangan Ajeng dan berkata "Dek Ajeng, apa adek benar benar cinta sama mas Bayu dan mau menikah dengan mas Bayu"
Ajeng tertawa gembira "ih...hahaha...Iya mas kapan mas Bayu melamar Ajeng, Ajeng sudah gak kuat ingin berdampingan dengan mas Bayu "
Jari tangan jagat menyisir pangan Ajeng sampai di pergelangan dan Ajeng tertawa geli "hehehe...geli mas jangan di gelitikin"
Melihat tingkah jagat seperti orang yang ingin mesum dan mengambil kesempatan kepada Ajeng yang sedang dalam kuasa makhluk lain.
Pak Bambang menggertak gigi sedikit marah didalam hati, tetapi tidak berani mengungkapkannya, bergitu pun mang Maman di dalam pikirannya dia berbicara "Sungguh berani si jagat ini, menggerayangi tangan mulus non Ajeng "
Jagat tidak peduli tatapan sinis pak Bambang dan istrinya begitu pun mang Maman yang sedari tadi menggelengkan kepalanya.
"Dek Ajeng, kalau dek Ajeng cinta sama mas Bayu boleh tidak kita bertukar gelang, itung itung tukar cincin pertunangan kita, karena mas Bayu tidak bawa cincin pertunangan " ucap jagat merayu.
Gelang yang dipake Ajeng tidak bagus, dia hanya memakai gelang gaul yang terbuat dari tali sepatu yang di anyam serta terdapat 3 manik dipinggir dan di tengah.
Kemudian Ajeng melihat tangannya yang memakai gelang tersebut "Baiklah...." Ajeng pun melepaskan gelang yang dia pakai kemudian jagat pun melepaskan gelang yang dia miliki.
Jagat tidak memakai aksesoris yang mencolok dia hanya memakai gelang hitam yang terbuat dari karet yang di belit jadi 2 bagian.
Gelang yang sering di pakai oleh pemuda dan anak anak kampung yang lagi ngetrend pada jamannya.
"Mana tangan mu buat mas Bayu pasang di tangan dek Ajeng" ucap jagat.
Ajeng menyodorkan tangan indahnya, walaupun sudah hampir 1 tahun dia mengidap gangguan jiwa tetapi kecantikan dan keindahannya tetap terjaga.
Jagat pun memasukan gelang yang dia miliki ke tangan Ajeng, "Bagai mana Gelang mas Bayu bagus tidak"
Ajeng menggoyang goyangkan tangannya melihat gelang yang di pakai di tangannya "Ini sangat indah Ajeng sangat menyukainya, terima kasih mas Bayu"
Ajeng pun mencium pipi jagat didepan semua orang tanpa malu, dan justru jagat yang merasa malu karena dilihat semua orang di cium wanita cantik.
Ada rasa iri di hari mang Maman, melihat jagat di cium oleh Ajeng yang cantik dan dia adalah primadona desa di kampung ini.
Kemudian jagat menengadahkan tangannya "mana gelang punya dek Ajeng berikan sama mas Bayu "
Ajeng pun segera memberikan gelang tersebut "maaf hampir lupa, eh kita udah sah dong bertunangan"
Kemudian Ajeng melirik kearah pak Bambang dan ibunya "iyakan pak, Bu, Ajeng sah tunangan sama mas Bayu "
Tampa berkata-kata pak Bambang dan istrinya mengangguk setuju sambil mengerenyitkan dahinya.
Setelah gelang itu di pegang oleh jagat kemudian jagat pun mengambil gelas toples tersebut dan memasukan gelang yang tadi Ajeng pake di tambah dengan bawang putih, cabai dan garam setelah itu dia tutup rapat.
Ajeng kelihatannya mengantuk dia menguap dan jagat pun menyuruh Ajeng untuk tidur "Dek Ajeng, kalau ngantuk tidur saja, ingat loh ini sudah malam, mas Bayu nginep di sini kok, besok pagi kita bisa ketemu lagi"
Ajeng mengangguk setuju "Janji ya kita ketemu besok pagi"
Jagat mengangguk "iya janji, ayo cepat tidur"
Ajeng melirik ibunya kemudian dia minta di anter ke kamar "Bu anterin Ajeng ke kamar ya"
Istrinya pak Bambang lupa bahwa tadi banyak pecahan piring dan gelas yang berserakan karena Ajeng menghancurkannya.
"Ajeng tidur di kamar ibu saja ya, biar ibu temani" ucap istrinya pak Bambang. Mereka pun pergi menuju kamar di sebelah kamarnya Ajeng.
Setelah ibu dan anak itu pergi, jagat membuka tasnya dan mengambil stiker paper berwarna kuning, gunting dan spidol warna merah.
Stiker paper tersebut di gunting memanjang dengan lebar 1,5 centimeter, jagat menggunting 2 buah dan kemudian dia kasih tulisan dan simbol Dengan spidol warna merah tersebut.
Tulisan dan simbol yang jagat tulis mirip seperti aksara Jawa kuno dan setelah itu stiker paper tersebut di tempelkan di tutup toples dengan cara menyilang.
"Pak Bambang, kalau bisa timbun toples ini di dalam beras dan besok siang, ambil dan lihat ada perubahan apa yang ada di dalam toples tersebut" ucap jagat.
Kemudian pak Bambang mengambil toples tersebut dan beranjak pergi ke dapur untuk membenamkan toples tersebut di dalam karung yang berisi beras.
Setelah pak Bambang kembali jagat pun pamit "pak Bambang, maksud kedatangan ku sudah di utarakan dan selama 6 bulan ke depan aku menjadi penduduk kampung ini.
Aku permisi dulu soalnya mau lihat rumah kontrakan yang akan aku huni, dan ini sisa uang buat melunasi pembayarannya "
Setelah itu jagat beranjak pergi, tetapi dia kembali berbalik dan merogoh saku celananya dan memberikan Poto copy KTP nya.
"Maaf pak, lupa ini Poto copy KTP saya, dan disana tertera nama asli saya, nama jagat hanyalah panggil dari kecil karena saya pernah sakit sakitan, dan di panggil nama jagat supaya di jauhkan dari penyakit" ucap jagat.
Dia pun pergi dari rumah pak Bambang dengan di ikuti oleh mang Maman.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 601 Episodes
Comments
LANANG MBELING
Aku sering pake dulu...
2023-01-22
0
Hiu Kali
kereeeen...semangaat yuk thor... kamooh bisa.. jangan lupa bengkokannya...
2022-07-24
2