Bab 6 Kamar 110
Setelah pindah ruangan pak Bagas pun menceritakan tentang keadaan hotel ini dan keanehan yang terjadi di hotel ini.
"Sekarang hotel ini sepi dari pengunjung karena sudah beberapa kali kejadian ada orang yang tidak bisa bangun lagi.
Orang itu tidur tetapi bagi mana pun kita membangunkannya orang itu tidak bangun bangun sampai mereka harus di bawa kerumah sakit. Sudah 15 orang kejadian itu terjadi di hotel ini dan tempatnya di kamar yang sama yaitu kamar 110.
Semuanya pemuda berusia 20 sampai dengan 35 tahu yang menginap sendiri di kamar 110 ini sehingga sekarang kamar itu tidak lagi di sewakan.
Tetapi ada satu orang yang selalu menginap di kamar itu, dia seorang paruh baya berumur kurang lebih 45 tahunan dan hanya dia yang tidak mengalami kejadian tersebut. Dia datang dan menginap di kamar itu setiap 2 sampai 3 bulan sekali.
Dan rumor tentang kamar 110 sudah tersebar luas sehingga para pengunjung hotel ini semakin sepi dan travel yang sudah biasa membawa turis ke hotel ini dia tidak mau lagi membawa klien nya kesini" pak Bagas menuturkan kejadian di hotel ARSSAD ini.
Jagat tersenyum sambil memengang dagunya dan bergumam "kamar 110 ya"
Jagat pun berbicara kepada pak Bagas "kalau begitu saya hari ini akan menginap di kamar 110"
"A..apa...." Pak Bagas terkejut.
"Kenapa pak Bagas terkejut..." Tanya jagat.
"Bu ..bukan begitu tapi kamar itu...." Pak Bagas tidak melanjutkan bicaranya.
"Percaya saja sama saya tidak akan terjadi apa apa sama saya, pak Bagas juga tahu siapa kakek Badar" ucap jagat.
Pak Bagas mengangguk dia tahu karena sudah lebih dari 30 tahun dia bekerja dengan kakeknya jagat dan tahu sekarang di kampung dia itu siapa.
Kakek Badar di kenal sebagai orang hebat bukan Hanya dari segi usaha tetapi dari segi spiritual dan supernatural dan bahkan sekarang dia menjadi Kuncen Gunung Mouza yang terkenal.
"Tuan muda saya tidak bisa menjamin keamanan dan keselamatan anda kalau tidur di kamar 110" ucap Bagas karena kalau terjadi sesuatu dia tidak akan di salah kan.
"Tenang saja kalau terjadi sesuatu dengan saya pak Bagas tinggal hubungi kakek saja" ucap jagat.
"Baiklah kalau tuan muda memaksa" ucap pak Bagas.
Kemudian pak Bagas menelpon resepsionis untuk membawakan kunci kamar hotel no 110 dan tidak lama setelah itu seseorang mengetuk pintu.
Tok....Tok....Tok
"Ya masuk" teriak pak Bagas.
Kemudian seorang wanita masuk ke kantor pak Bagas, dan wanita itu adalah Raya yang membawakan kunci kamar hotel no 110.
Kemudian pak Bagas menyuruh raya "Raya tolong antara tuan muda ke kamar hotel no 110 dia sekarang mau menginap di kamar itu"
Deg.... Raya kaget mendengar pak Bagas menyebutkan kamar 110, dan tuan muda Arya akan menginap di kamar itu.
Apa yang di pikirkan dari pak Bagas sehingga jagat di suruh tidur di kamar hotel no 110 yang terkenal angker dan sudah banyak menelan korban.
"Ta... tapi pak Bagas kamar itu...." Ucap raya yang ingin mencegah jagat supaya tidak menginap di kamar tersebut.
"Kenapa, ada apa raya?..." Tanya pak Bagas.
"Tidak pak, tapi kalau saya sarankan, tuan muda bisa menginap di kamar lain yang lebih besar dan mewah, secara dia pemilik hotel ini" ucap Raya.
Jagat berjalan ke arah raya kemudian berhenti di sampingnya dan menepuk pundaknya "aku sudah tahu cerita dari kamar 110 dan aku ingin membuktikannya, kamu jangan menghawatirkan aku yang penting tugas kamu antara aku ke kamar itu"
Raya mengangguk "baiklah kalau itu tuan yang mau" kemudian raya mengangguk ke arah pak Bagas "permisi pak saya mengantarkan tuan muda"
Jagat dan Raya pun pergi menuju kamar hotel 110, di jalan jagat pun berkata kepada Raya "nama ku Arya kamu boleh panggil aku Arya atau kamu boleh panggil aku Jagat karena itu nama kecil ku"
Raya mengangguk "baik tuan muda...eh tuan Arya"
"Panggil Arya saja atau jagat jangan pake kata tuan" perintah jagat.
Raya pun tersenyum "baiklah aku akan panggil anda Mas Arya, itu juga ketika kita hanya berdua seperti ini. Tapi kalau di depan orang aku akan panggil anda Tuan Arya".
Jagat pun memengang kepalanya sendiri "baiklah terserah kamu saja"
Tidak lama kemudian mereka sampai di kamar hotel no 110, Raya membukakan kamar tersebut dan mempersilahkan jagat untuk masuk
Jagat pun masuk dan di ikuti oleh Raya "mas Arya kalau anda butuh sesuatu anda tinggal telpon saja resepsionis mereka akan segera membawakan kebutuhan anda"
"Baiklah terima kasih atas bantuannya" ucap jagat.
Tetapi Raya masih berdiri di dalam kamar hotel tersebut dan tidak meninggalkan jagat, raya terlihat gelisah dan tengok kiri dan kanan
"Kenapa kamu berdiri terus, apa kamu ingin menemani ku tidur di kamar hotel ini" jagat menggoda Raya.
Muka raya langsung memerah dia pun salah tingkah "ti...tidak mas"
"Ya lantas...., Kalau kamu ingin menemaniku malam ini ya ayo aku tidak menolaknya itung-itung itu tindakan minta maaf mu kepada ku yang sudah menghina dan mengusir ku" ucap jagat sambil sedikit tersenyum genit.
Melihat Raya menjadi salah tingkah Jagat pun tidak tahan untuk tertawa "hahaha....Otak ku tidak semesum itu, kamu jangan berpikir yang aneh aneh, sudah sana pergi aku akan baik baik saja di sini, jangan cemas" jagat mengusir raya dari kamarnya.
Raya pun salah tingkah "i..iya kalau begitu, selamat beristirahat"
Raya pergi meninggalkan jagat sendiri di kamar hotel no 110, di lorong jalan raya teringat ucapan dari jagat yang berkata.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 601 Episodes
Comments
Allwy Rinjani
okey okey
2022-10-21
5
Hiu Kali
gaasss
2022-07-04
2