Bab 16 Penggelapan Uang
Setelah Itu jagat keluar dari dalam kamar hotel dengan memakai pakaian yang biasa, pakaian casual dengan kaos yang dia beli di pinggir jalan dan celana jeans hitam yang ada motif sobek sobek di lutut.
Tidak lupa dia membawa tas selempang yang penuh dengan baju ganti dan Botol minuman yang di berikan oleh Alex wantu malam.
Jagat kemudian masuk kedalam kantor pak Bagas dan duduk di sofa, karena jam 9 pak Bagas belum datang dan jagat hanya rebahan di sofa tersebut.
Setengah jam menunggu akhirnya pak Bagas masuk kedalam kantor itu dengan marah marah "Kurang ajar Siapa pemuda yang telah menghajar anak ku sampai masuk ke rumah sakit"
Pak Bagas mengoceh sambil membuka pintu kantor dan betapa terkejutnya dia karena jagat sedang duduk di sofa sedang memperhatikannya mengoceh.
"Ma...maaf tuan muda, saya kira Anda tidak ada di ruangan ini" ucap pak Bagas sambil berdiri dan menundukkan kepalanya.
Jagat tersenyum dan bertanya "Tidak apa apa, kenapa pak Bagas telat, biasanya kan jadwal masuk kerja jam setengah sembilan, ini sudah jam setengah sepuluh loh pak"
Pak Bagas menundukan kepalanya "Maaf tuan muda saya datang terlambat karena menjenguk anak saya di Rumah Sakit, katanya kemarin malam dia di pukuli oleh beberapa orang di Club Malam ini"
Mendengar perkataan dari pak Bagas yang menyatakan Cakra di pukuli oleh beberapa orang jagat menjadi kaget, padahal dia tersungkur sendiri karena di tarik jagat kemarin malam dan terjatuh.
Akibat menabrak meja sehingga kepalanya terbentur dengan botol minuman sehingga harus di larikan ke Rumah Sakit.
Jagat yang tahu kejadian itu karena kemarin malam berselisih dengan Cakra pura pura tidak tahu apa apa.
"Kok bisa pak, kan ini wilayah kita sendiri, apa satpam tidak ada yang membantu anak pak Bagas itu, jadi kalau begitu tempat kita tidak aman dong" ucap jagat sambil mengangkat bahunya.
"Saya tidak tahu pasti kejadiannya, yang pasti anak saya bilang dia di pukuli oleh beberapa orang pemuda, kemudian setelah dia tersengkur orang orang itu melarikan diri sehingga satpam datang ketika mereka pergi" Tutur pak Bagas.
"Ya bisa jadi kalau begitu, dan mungkin anak pak Bagas memiliki banyak musuh" terawang jagat.
Pak Bagas menggelengkan kepalanya tidak percaya kalau anaknya itu memiliki banyak musuh.
"Saya tidak percaya, anak saya memiliki musuh, yang saya tahu anak saya anak yang berbakti kepada kedua orang tua" ucap pak Bagas.
Jagat tersenyum kecut dan di dalam hati dia berkata "heuh...anak yang berbakti ya, kalau berbakti juga tidak akan korupsi 300 juta rupiah di hotel ini"
Di sela sela obrolan pak Bagas menyadari sesuatu dan kemudian dia bertanya "Tuan muda, bagai mana keadaan semalam apa tidak ada yang menggangu tidur tuan muda.
Saya khawatir akan kejadian beberapa orang yang tidak bangun lagi, syukurlah kalau tuan muda baik baik saja"
Jagat mengangguk kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya "Akar permasalahannya adalah dari lukisan dinding ini"
Jagat meletakan lukisan gulung di atas meja kerja pak Bagas, kemudian pak Bagas mengambil dan membukanya.
"Lukisan apa ini kok isinya sudah hilang" tanya pak Bagas heran.
"Itu tadinya lukisan wanita cantik berbaju hijau yang tergantung di dinding kamar hotel no 110" ucap jagat.
"Apa hubungannya lukisan ini dengan para tamu yang tidur tidak bangun lagi" tanya pak Bagas.
Jagat pun mulai menjelaskan "Lukisan itu disebut lukisan perangkap Roh, dan wanita cantik yang ada di dalam lukisan itu adalah hantu pencabutan Sukma.
Sehingga orang yang di cabut sukmanya dia akan tidur dan tidak pernah bangun kembali, dan aku sudah memindahkan Hati tersebut ke kartu arwah yang aku bawa"
Jagat menunjuk kartu arwah kepada pak Bagas yang di dalamnya ada sosok wanita cantik bergaun hijau yang bergerak gerak seakan memukul dinding kaca untuk memecahkannya dan kabur keluar.
Pak Bagas pun tersentak kaget melihat hantu pencabutan Sukma tersebut, yang awalnya dia tidak percaya akan adanya hantu, tetapi setelah melihat ini, pak Bagas jadi percaya bahwa mahluk astral itu ada dan dia bisa melihat sendiri hantu yang ada di dalam kartu arwah tersebut.
"Apa ini hantu yang ada di lukisan, bagai mana bisa di pindahkan ke dalam kartu ini" tanya pak Bagas.
"Ceritanya panjang yang pastinya saya dengan susah payah menyegel hantu pencabutan Sukma ini kedalam kartu arwah" ucap jagat
Kemudian jagat balik bertanya "Apa di setiap kamar hotel terpasang satu lukisan"
Pak Bagas menggelengkan kepalanya "Tidak, dari dulu di hotel ini tidak terpasang ornamen seperti lukisan dinding atau sebagainya"
"Kalau begitu sisir setiap Kamar Hotel yang sudah tidak di huni, siapa tahu ada lukisan lain yang sama dan bisa membuat celaka pelanggan hotel ini" perintah jagat.
"Baik nanti saya akan perintahkan petugas kebersihan kamar hotel untuk memeriksa setiap ruangan kamar" ucap pak Bagas sambil mengangguk.
Kemudian jagat pun mulai ke inti pembicaraan dengan pak Bagas "Pak apakah anda mengakui saya sebagai cucu pemilik hotel ini dan hotel ini saya yang pegang kendali"
Pak Bagas menjadi bingung dengan perkataan dari jagat dia sedikit berpikir dan kemudian dia berbicara "Tentu saja saya mengakui anda sebagai cucu sekaligus pemilik hotel ini"
Kemudian jagat bertanya lagi "Sudah berapa lama anak pak Bagas menjadi penanggung jawab di Club malam ini"
"Baru sekitar 3 bulan sekarang tuan muda, memang kenapa ada masalah dengan club malam ini " pak Bagas balik bertanya.
Jagat hanya menggelengkan kepalanya "Tidak tidak ada apa apa, kalau pak Bagas mengakui saya sebagai pemilik hotel ini, saya akan mencabut wewenang anak pak Bagas, dan di kembalikan ke pak Alex kembali.
Sehingga pak Alex yang akan bertanggung jawab sepenuhnya atas club malam kita ini, dan saya juga berencana merekrut beberapa satpam lagi. Tetapi bukan dari satpam yayasan.
Saya ingin kita memiliki yayasan satpam sendiri, sehingga gaji yang mereka terima tidak di potong banyak oleh yayasan tempat mereka bernaung.
Tugas itu sudah saya sampaikan kepada pak Hadiansyah, biar dia yang akan bertanggung jawab dengan yayasan satpam nantinya" tegas jagat.
Pak Bagas pun mengangguk karena mau tidak mau dia harus menyetujui semua yang di rencanakan oleh pemilik hotel ini.
"Apa pak Bagas punya pertanyaan atas gagasan saya ini, atau bertanya hal yang lainnya" ucap jagat.
Jagat tahu ada ganjalan di dalam hati pak Bagas, kenapa jagat memecat anaknya dan menyerahkan tanggung jawab Club malam kepada Alex kembali.
"Sa...saya hanya ingin bertanya, kenapa tuan muda menyerahkan Tanggung jawab Club malam kepada pak Alex, apakah anak saya tidak bisa mengelolanya dengan baik " tanya pak Bagas.
"Saya menghormati anda karena sudah puluhan tahun bekerja di sini, dan anda sangat royal dan jujur dalam bekerja, semalam saya membuka berkas keluar masuk arus pembiayaan hotel ini dan menemukan berkas ini" jagat sambil mengacungkan Map yang dia pegangan.
Kemudian jagat melanjutkan bicaranya "Saya tidak akan memaafkan seorang pencuri yang ingin menggelapkan uang di perusahaan yang saya miliki"
Pak Bagas tubuhnya bergetar, karena disana dia bisa menebak kenapa anaknya di ganti oleh pak Alex sebagai penanggung jawab Club malam.
"A...Apa yang te...telah di perbuat oleh anak saya tuan muda" tanya pak Bagas sambil terbata bata.
Kemudian jagat memberikan map tersebut kepada pak Bagas "lihatlah sendiri, ini adalah beberapa penyimpangan yang dilakukan beberapa orang di hotel ini dan pak Bagas tahu sendiri apa yang harus bapak lakukan"
Pak Bagas mengambil map yang di serangan jagat, sambil berdiri dia pun membelakangi pak Bagas dan mengambil tasnya kemudian dia beranjak pergi dari kantor pak Bagas.
"Saya akan pergi dari sini, tolong urusan semua kekacauan yang ada di hotel ini dan saya tidak mau mendengar adanya pencuri yang mengambil uang ku" ucap jagat sambil melambaikan tangannnya.
Jagat meraih pintu dan membukanya lalu keluar dan menutup kembali pintu tersebut.
Di dalam ruangan pak Bagas membuka isi map tersebut dan membacanya dengan seksama dan betapa di kagetkannya dia dengan nominal uang yang hilang dari Club malam.
Penggelapan uang sebesar 300 juta rupiah yang dilakukan oleh Cakra anak dari pak Bagas yang dia kira anak berbakti ternyata penjahat yang bisa berbuat kotor.
Brak....
Pak Bagas memukul meja kantornya dan dia meraung marah "Cakra.... Dasar anak tidak tahu diri"
Untung pak Bagas tidak memiliki penyakit jantung sehingga dia hanya meraung marah, kalau dia punya penyakit jantung mungkin hari ini pak Bagas bisa masuk kedalam rumah sakit atau langsung meninggalkan dunia karena ulah anaknya tersebut.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 601 Episodes
Comments
Lilik Muliyadi
per bab nya terlalu pendek Thor
sprti komik aja
2024-12-22
1
Nor Johari
juara pokoknya
2023-09-25
2
Hiu Kali
yuklaaah gaasskeun lagee thor
2022-07-17
3