Bab 4 Kepala Divisi Kumpul
Suara handphone milik pak Bagas berdering dan dia pun melihat siapa orang yang menelpon dirinya "Oh ini telpon dari tuan muda apa dia sudah sampai ke sini" Gumam pak Bagas.
Kemudian dia mengangkat handphone milik nya dan menempelkan Kedaung telinga "Halo Tuan muda, apa anda sudah sampai ke sini"
"Saya ada di bawah Hotel ASSAD tetapi tidak boleh masuk sama wanita yang bernama Raya, jadi sekarang saya berada di luar pintu Hotel ini" ucap jagat.
Pak Bagas pun kaget karena yang mencegah jagat masuk adalah Raya karyawan senior yang sudah lama bekerja di hotel ini.
Pak Bagas bergumam di dalam hati "apa yang di inginkan oleh Raya sehingga mencegah pemilik dari hotel ini untuk masuk apa dia mau di pecat"
Tetapi pak Bagas tidak begitu saja menanggapi jagat dia pun bertanya lagi kepada nya "kenapa Raya tidak memperbolehkan anda untuk masuk"
"Kata dia pak Bagas tidak ada di kantor hotel ini dan saya di suruh kembali lain waktu" ucap jagat.
Dia tidak mau membicarakan bahwa dia sudah di hina sebagai orang yang akan meminta sumbangan dan orang miskin kerja berpakaian tidak seperti orang kaya yang berjas dan sepatu hitam mengkilap.
"Baiklah tunggu sebentar aku sendiri yang akan turun menemui anda di sana" ucap pak Bagas.
Jagat pun memutuskan telemonikasi teleponnya dan memasukan handphone nya kesaku celana dan dia pun duduk di kursi yang ada di luar pintu masuk hotel.
Di sana dia duduk di bangku dekat meja satpam, dan satpam di sana pun tidak merespon apa yang ada di dekatnya.
Jagat berusaha untuk mengenal satpam itu dan dia menyapa satpam yang duduk di dekatnya.
"Pak sudah lama kerja di hotel ini" tanya jagat.
"Sudah 5 tahun mas kerja di sini" jawab satpam
"Duh lama juga ya, bagai mana betah tidak bekerja di sini" tanya lagi jagat.
"Ya begitulah mas, di betah betahin saja, bagai mana lagi sudah tuntutan kerja dan demi menapkanin anak istri" jawab satpam.
Jagat tersenyum "lumayan gak pak gajinya, ini kan hotel besar, pasti lah di atas UMR"
"Ah mas ini bercanda aja mana ada satpam kecil seperti saya gaji UMR, gaji satpam banyak potongan mas, belum dari yayasan belum lagi yang lain lainnya ya paling gaji satpam sama dengan karyawan umum di sebuah pabrik kecil sekitar 2.5 juta rupiah" jawab satpam itu sambil menghela nafas.
"Apa itu cukup untuk hidup sebulan buat anak istri pak" tanya jagat.
"Ya di cukupin saja mas, bagai mana lagi dari pada saya nganggur lebih baik kerja kayak gini, dan kebetulan istri di rumah sambil buka usaha jadi bisa bantu kebutuhan buat sehari hari" jawab satpam itu.
Kemudian jagat menyodorkan tangannya "sampe lupa nama saya jagat pak, nama bapak siapa"
"Nama saya Opan mas" satpam itu menyambut tangan dari jagat.
Gaji satpam yang 2,5 juta itu mungkin kecil untuk jagat tetapi tidak untuk masyarakat kelas menengah kebawah, meskipun biaya hidup di kota B itu bisa menghabiskan sekitar 3,5 juta sampai 4 juta sebulan.
"Eh ngomong-ngomong ada perlu apa mas jagat berada di sini apa mau nyewa hotel di sini atau nunggu seseorang" tanya satpam yang mengaku namanya Opan
Satpam itu sesuai namanya Opan dia bertutur kata sangat sopan meskipun wajah nya sangar dan badanya tinggi besar.
"Oh ini pak, saya mau ketemu pak Bagas, soalnya sudah janji dan tadi sudah di telpon katanya di suruh menunggu di depan pintu masuk hotel" jawab Jagat.
"Kalau begitu tunggu saja di sini kebetulan saya juga tidak ada teman mengobrol, seharian hanya melihat orang pulang pergi dari sini dan sedikit Bosa" pinta Opan
Mereka pun mengobrol dan saling bercerita tentang keadaan di hotel ini dari cerita yang membuat mereka tertawa sampai cerita seram yang ada di dalam hotel ini.
Tidak lama kemudian pak Bagas sudah sampai ke resepsionis sambil terengah-engah, ya maklum umur yang sudah tidak muda lagi karena dia sudah berusia 50 tahunan tetapi kelihatannya masih enerjik dan segar bugar.
"Beritahukan semua kepala divisi untuk berada di ruang rapat sekarang juga" perintah dari pak Bagas langsung terlontar ke Mira yang sedang bertugas di sana
"Baik pak agan segera saya hubungi mereka semua" ucap Mira
Kemudian pak Bagas bertanya kepada Mira "Apa tadi ada laki-laki yang menanyakan saya"
Mira mengangguk "iya pak tadi ada pemuda yang bernama Arya menanyakan bapak tapi...."
Mira tidak melanjutkan bicaranya
"Kenapa..." Tanya pak Bagas
"Bu raya sudah mengusirnya dan bilang pak Bagas tidak ada di kantor" lapor Mira
Mendengar laporan Mira pak Bagas sangat kesal kepada Raya, dia menggertakkan gigi, tetapi ingat bahwa tuan mudanya sedang menung di depan hotel.
"Ya sudah cepat suruh semua kepala divisi kumpul di ruang rapat sekarang juga" perintah pak Bagas kepada Mira.
Pak Bagas pun bergegas pergi menuju depan hotel dengan tergesa-gesa dan betapa beruntungnya dia karena jagat sedang duduk mengobrol dengan satpam.
Pak Bagas menghampiri jagat dengan perlari dan berhenti di depan meja satpam sambil terengah engah.
Satpam itu langsung berdiri dan menyapa pak Bagas "Selamat Sore pak kenapa bapak berlari apa ada masalah di dalam" tanya satpam yang bernama Opan.
Pak Bagas melambaikan tangannya dan menjawab pertanyaan dari Opan "tidak...tidak apa-apa"
Pak Bagas sambil terengah-engah kemudian dia menghela nafasnya kemudian berdiri tegak dan membungkukan badanya ke arah jagat.
"Tuan Muda maaf menunggu lama dan maaf atas kejadian di resepsionis" ucap pak Bagas yang membuat Opan merasa kaget.
Ya pasti Opan sangat kaget karena di tempat ini pak Bagas lah orang yang paling di hormati dan dia adalah direktur di Hotel ASSAD ini
Tetapi Opan sekarang melihat pak Bagas membungkukkan badannya kepada pemuda yang berpakaian selengean dengan celana jeans yang ada motif sobeknya dan jaket jeans yang seperti anak motor jadul.
Dan Opan juga terkejut di kala pak Bagas memanggil pemuda itu dengan sebutan Tuan Muda.
Jagat pun berdiri kemudian menepuk pundak Opan sehingga Opan pun kembali ke kesadarannya setelah beberapa lama bengong
Plak ....
"Pak Opan saya masuk dulu kedalam ya, soalnya pak Bagas sudah datang menjemput" ucap jagat.
"I...iya mas" jawab Opan sambil terbata bata.
Jagat dan pak Bagas berjalan ke arah pintu masuk hotel kembali dan disana Mira mengabarkan kepada pak Bagas bahwa semua kepala divisi sudah berkumpul di ruangan rapat.
Kemudian pak Bagas berpesan kepada Mira "Mira kalau tuan muda membutuhkan sesuatu segera layani dia dengan baik ya"
Mira pun tersentak kaget "Tuan...Muda"
Pak Bagas tersenyum dan merangkul jagat "iya Tuan muda, dia adalah pemilik dari Hotel ASSAD ini"
Mendengar pak Bagas memperkenalkan bahwa jagat pemilik hotel ini Mira langsung membungkukkan badannya.
"Maaf.... maafkan saya atas kejadian tadi tuan muda saya hanya menjalankan perintah dari Bu Raya selaku atasan saya" ucap Mira sambil membungkuk dan cemas.
Jagat tersenyum dan berkata "tidak usah di pikiran itu sering terjadi di hotel berkelas seperti ini, tetapi ingat layani pelanggan dengan baik dan jangan menilai seseorang dari penampilannya"
"Baik... baiklah tuan muda, terima kasih atas nasihatnya" ucap Mira.
Pak Bagas dan jagat pun pergi dari tempat tersebut dan menaiki Lift untuk cepat sampai ke kantor pak Bagas dan di sebelah kantor pak Bagas terdapat ruang rapat kerja yang lumayan besar.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 601 Episodes
Comments
netizen maha benar
dipecat gk tu nanti si raya....
2023-03-08
2
Hiu Kali
semangaat thor upnya.. banyakin langsung 20 bab biar makin menarik arah pergerakan
2022-07-04
3