Bab 17 Mbah Jambrong
Jagat sampai di depan lobi dan menghampiri Resepsionis "Mira dimana Buaya eh Bu Raya"
Mira yang mendengar tuan mudanya salah ucap dia pun tersenyum "Buaya eh Bu Raya ada di ruangannya tuan muda biar saya panggil sebentar"
Mira pun meniru tuan mudanya itu dan membuat jagat tersenyum sendiri "bisa bisa aja kamu Mira meniru perkataan ku" gumam jagat.
Tidak lama kemudian Raya pun datang menghadap jagat "Ma...s eh Tuan muda Arya apa ada perlu dengan saya, kalau begitu ayo kita keruangan saya saja" ajak Raya.
Jagat tidak menolaknya "Ya ayo kalau begitu"
Raya pun memandu jagat untuk pergi ke ruangan kerja Raya yang tidak jauh dari sana, ruang kantor setap Di visi pelayanan tamu. Dan Raya menjadi pemimpinnya di sana.
Raya membuka pintu ruangan kantor kemudian mereka berdua masuk kedalam dan Raya pun menutup pintu dan menyelotkan kunci supaya tidak ada orang yang masuk.
Mereka berdua masih dalam keadaan berdiri dan Raya pun mempersiapkan untuk duduk tetapi jagat menarik tangan Raya.
"Tidak usah duduk saya tidak lama, dan ingin berpamitan" ucap jagat.
Raya pun menjadi kaku karena dia berdiri saling berhadapan dengan jagat.
"Mas Arya memangnya mau kemana lagi" tanya Raya.
"Saya ada banyak urusan, tetapi saya masih tinggal di kota ini, mungkin akan jarang untuk berkunjung ke hotel ini, terima kasih atas pelayanan yang kamu berikan aku sangat menikmatinya" ucap jagat.
Wajah cantik Raya merah merona secara alami "Itu adalah bentuk dari permintaan maaf saya karena sudah berani mengusir dan menghina mas Arya dan saya berterima kasih karena bertemu dengan mas Arya.
Walau pun itu hanya cinta semalam tetapi saya juga sangat menikmatinya, dan jujur saya tidak akan meminta pertanggungjawaban mas Arya.
Karena itu murni kita melakukannya suka sama suka, dan saya tidak menuntut apa pun" tutur Raya
Kemudian tangan jagat memegang pinggul Raya dan menarik sedikit sehingga raya pun maju satu langkah ke depan dan badan mereka pun bersentuhan.
Kemudian Raya memejamkan matanya sambil membuka sedikit mulutnya setelah itu jagat pun menyambutnya dengan kecupan manis di bibir sehingga pergantian Saliva pun terjadi.
Mereka berdua menikmati ciuman tersebut sampai beberapa kali dan akhirnya selesai.
"Aku sebenarnya tidak ingin memiliki hubungan spesial karena tidak mau terikat, dan masih ingin bebas melakukan hal yang saya inginkan. Tetapi kamu akan menjadi yang spesial ini dalam hati ini" ucap jagat.
Raya pun memeluk jagat "Terima kasih karena mas Arya sudah mengisi hati dengan nama ku, aku berjanji akan setia menanti"
Kemudian pelukan Raya pun dilepas dan jagat mencubit kecil pipi tembem Raya.
"Aku pamit, kalau ada apa apa atau sesuatu hubungi saja aku" ucap jagat.
Raya pun mengangguk kemudian dia mengecup pipi dari jagat dan jagat pun mengecup kening Raya.
"Aku akan menjadi wanita mu yang dapat di andalkan " ucap Raya
"Aku pergi dulu ya " ucap jagat.
Raya seperti tidak rela di tinggalkan jagat, karena baru semalam dan hari ini dia sangat bahagia tetapi harus ditinggalkan kembali.
Raya pun memeluk jagat dari belakang yang akan membukakan pintu dan menciumi pipinya sambil berkata "Hati hati di jalan, aku akan menanti mu kembali"
Jagat pun mengangguk "aku pasti kembali karena banyak yang akan aku urus di sini"
Jagat pun pergi dari sana dan menuju ke parkiran hotel dan mengambil motornya yang terparkir kemudian dia pergi berlalu meninggalkan Hotel Arssad.
Di jalan dia mampir ke beberapa toko untuk membeli perlengkapan karena hari ini sudah janji sama mang Maman untuk menemui pemilik kontrakan.
Jagat membeli kasur busa tipis dan karpet spons untuk tempat tidur nantinya dan membeli beberapa oleh oleh untuk Ceu Rodiah istri dari mang Maman.
Setelah mengendarai motor beberapa lama akhirnya jagat sampai di WTS Ceu Rodiah, WTS disini singkatan dari warung tengah sawah, ya memang warung Ceu Rodiah berada di pinggiran sawah dan pinggir jalan.
Biarpun di tengah tengah tetapi warung Ceu Rodiah banyak pengunjung terutama di pagi hari karena banyak pesepeda yang mampir ke warung tersebut.
Dan juga warung Ceu Rodiah sebagai transit bagi para tukang ojek menuju kampung dan menunggu penumpang.
Jagat memarkir motornya dan berjalan ke arah warung kemudian dia duduk di bangku.
"Ceu Pesan Mie instan ya pake telor dan sayur, sama kopi hitam 1 aja" pesan jagat.
Ceu Rodiah yang ada di dalam warung yang sibuk memasak gorengan memiringkan tubuhnya untuk melihat siapa yang memesan tersebut.
"Eh nak jagat, bentar ya Ceu Ceu bikin dulu" ucap Ceu Rodiah
Jagat menunggu pesanan datang sambil mengemil kacang yang tergantung di sana sebagai jajanan.
Dan tidak beberapa lama pesanan jagat pun datang, semangkuk mie instan pake telor plus sayur dan kopi hitam.
"Ini nak Jagat, silahkan menikmatinya " ucap Ceu Rodiah sambil menyodorkan mangkuk mie dan segelas kopi hitam.
"Terima kasih Ceu, eh mang Maman di mana yah, kan hari ini sudah janji mau nganterin jagat ke pemilik kontrakan" tanya jagat.
"Iya tadi si bapak sudah bilang kalau ada nak jagat tunggu sebentar, si bapaknya lagi membereskan rumah yang akan nak jagat tempati" jawab Ceu Rodiah
"Kalau begitu baik lah aku akan menunggu sambil ngopi di sisi" ucap jagat.
Ceu Rodiah pun kembali kedalam warungnya untuk membereskan pekerjaan nya yang belum selesai.
Jagat kemudian menyantap mie instan tersebut dengan lahap karena tadi di hotel tidak sempat sarapan terlebih dahulu.
Setelah beberapa lama jagat pun menghabiskan semangkuk mie tersebut dan terlihat ada orang yang memakai motor RX-KING dengan suara kenalpot yang bising.
Kemudian pengendara motor itu parkir di dekat motornya jagat, pengendara itu berboncengan yang di boncengnya memakai pakaian serba hitam.
Dengan memakai gelang etnik berbentuk naga yang terbuat dari tanduk domba dan beberapa gelang kayu serta cincin batu akik yang lumayan besar.
Pria paruh baya yang berumur sekitar 50 tahun, memiliki pisik yang bugar dengan janggut dan kumis yang sudah memutih.
Si pengendara motor itu mempersilahkan orang yang memakai pakaian serba hitam itu untuk duduk "Silahkan duduk bah jamrong"
Orang itu sambil mengelap bangku di sebrang bangku yang di duduki oleh jagat, dari penampilan dan nama yang di sebut pengendara itu, orang yang di persilahkan duduk bernama bah jamrong itu adalah seorang paranormal.
"Edod pesan kan kopi hitam" perintah bah jamrong.
Edod di perkirakan murid atau anak buah dari bah jamrong tersebut karena di suruh apa pun dia mau melakukannya.
Edod mengangguk "Baik Bah"
Kemudian dia berbicara "Bu pesan Kopi hitam 2 ya, jangan pake lama"
Ceu Rodiah yang ada di dalam menyaut "iya sebentar "
Karena pekerjaan yang dilakukan oleh Ceu Rodiah sudah selesai dia pun membuatkan 2 gelas kopi hitam dan membawanya ke luar serta membawa gorengan yang sudah dia masak berupa bala bala, tahu isi, cireng dan lainnya.
"Silahkan" ucap Ceu Rodiah sambil menatap Mbah Jambrong seperti orang yang kaget.
Kemudian Ceu Rodiah mengalihan pandanganya ke arah jagat "nak jagat silahkan gorengnya masih panas"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 601 Episodes
Comments
Aku Agus
kasih nama aja warung mewah(ME pet SAwah) daripada wts kesannya gimana gitu
2024-09-25
0
Fitri03
semoga jagat dan raya berjodoh
2024-04-15
2
Putra_Andalas
Sa ae ni Jagat.. 😄😄
2024-02-11
1