Bab 19 Rumah Sakit Jiwa
"Mang Maman kemarin sudah cerita, silahkan masuk nak jagat" ucap pak Bambang sambil mempersilahkan masuk kedalam rumah.
Mereka pun duduk di sofa ruang tengah "Bu Suguhin air minum ya" pinta pak Bambang.
Istri pak Bambang pun pergi mengambil air teh manis hangat untuk mereka dan kembali secepatnya kemudian menaruh gelas berisi air teh hangat tersebut dan kemudian istri pak Bambang kembali ke dalam dapur.
Pak Bambang pun bertanya kepada jagat "Kira kira nak jagat mau mengontrak berapa lama dan nak jagat berasal dari mana"
"Rencana saya mengontrak di sini hanya 6 bulan saja pak, itu juga karena sambil menunggu Kuliah dan tempat kerja yang katanya ada mes untuk tinggal, Dan saya berasal dari kota S tepatnya di kampung Moeza" jawab jagat.
Pak Bambang pun sedikit kepo dia seperti mengintrogasi "Memangnya nak jagat masuk jurusan apa sama, sambil kerja di mana"
"Saya baru daftar di Universitas Wijaya melanjutkan S2 dan lagi melamar kerja di rumah sakit umum Wijaya" ucap jagat.
"Nak jagat jurusan keperawatan ya" tanya lagi pak Bambang sok nebak.
"Saya jurusan kedokteran, pak. Cuman saya belum mendapatkan izin praktek saja, jadi melamar ke rumah sakit untuk jadi dokter pembantu" ucap jagat.
Pak Bambang dan mang Maman pun berkecap kagum mendengar pengakuan jagat karena waktu mengobrol di warung Ceu Rodiah jagat tidak bercerita sedetail ini.
Mereka pun mengobrol ngaler ngidul, dari ngobrol soal kontrak, listrik dan sebagainya.
Istri pak Bambang terlihat membawa piring yang berisi nasi dan lauk pauk serta air minum ke kamar yang dia kunci
Jagat hanya melihat dari sudut mata dan terus mengobrol dengan pak Bambang dan mang Maman.
Setelah beberapa lama tiba-tiba ada suara piring dan gelas yang pecah, dan pintu kamar pun di dobrak dari dalam sehingga pintu terbuka lebar.
Brak....
Ada sosok wanita yang keluar dari kamar itu di susul teriakan Istrinya pak Bambang "Ajenga mau kemana kamu nak"
Setelah lari keluar wanita yang di panggil Ajeng itu celingukan karena melihat ada 3 orang yang sedang mengobrol di ruang tengah.
Wajah yang cantik dan rambut panjang acak acakan terlihat seperti orang yang bingung kemudian dia melihat kearah jagat yang ganteng nya hanya sendirian.
Wanita itu pun menghampiri jagat dan berkata "Mas Bayu, akhirnya kamu datang menemui ku mas, tolong selamatkan aku, ibu dan bapak mengurung ku karena, kita tidak direstui"
Kemudian dia duduk di samping jagat dan memengang tangan jagat dan bersandar di bahu jagat, pak Bambang pun merasa malu dengan kelakukan anak nya itu.
"Ajeng apa yang kamu lakukan, kesini, jangan malu malu bapak, nak. Dia tamu di rumah ini" ucap pak Bambang sambil menahan malu karena ketahuan memiliki anak yang G!la.
Istrinya pak Bambang pun keluar dari kamar "Ajeng kesini nak, sisir dulu rambut mu" bujuk Istrinya pak Bambang.
"Tidak mau, tidak mau, aku mau sama mas Bayu saja, iya kan mas Bayu" ucap Ajeng manja seperti anak kecil.
"Biarkanlah pak, Bu, tidak apa apa kok" ucap jagat.
"Tapi nak jagat, dia...." Pak Bambang tidak melanjutkan ucapannya.
Ketika tangan Ajeng bersentuhan dengan tangan jagat, sedikit ada sengatan listrik yang terasa, mungkin itu energi negatif yang mempengaruhi Ajeng sehingga menjadi begini.
Tanpa basa-basi jagat langsung bertanya kepada pak Bambang "Sudah berapa lama anak bapak menjadi begini"
Mendengar pertanyaan dari jagat istri pak Bambang pun duduk samping Ajeng yang tenang sambil mengusap ngusap rambut dan merapikan nya.
Ketika Ajeng keluar dari kamar biasanya dia mengamuk dan memecahkan semua barang, dan bahkan orang orang yang di mintai bantuan suka di pukuli sampai memar.
Tetapi ketika melihat jagat, Ajeng menjadi tenang dan bahkan dia duduk santai seperti orang normal yang lagi kasmaran.
Pak Bambang pun mulai bercerita "Karena salah didikan, Ajeng menjadi Gadis yang sombong, banyak lelaki yang melamar dia semuanya dia tolak, dan bukan hanya itu saja mereka tidak luput di caci maki oleh Ajeng.
Sehingga banyak lelaki yang menjadi sakit hati, awal mula dia begini, setahun yang lalu ada pemuda yang lumayan kaya, tetapi suka mabuk dan judi bahkan bermain perempuan.
Dia bermaksud ingin menikahi Ajeng dan berjanji akan berubah dan akan bekerja keras, tetapi Ajeng menolaknya mentah-mentah bahkan menghinanya.
Pemuda itu bersumpah akan membuat Ajeng bertekuk lutut dihadapannya, awalnya bapak anggap itu hanya ancaman belaka
Tetapi satu bulan setelah penolakan itu, Ajeng menjadi sering ke surupan, dan 2 bulan setelah itu dia menjadi begini.
Teriak teriak menyebutkan nama bayi dan sambil mengacak ngacak rambutnya sambil histeris "
Jagat bertanya kembali "Kalau boleh tahu siapa Bayu itu pak"
"Dia pemuda yang terakhir kali di tolak oleh Ajeng, dan yang mengancam akan membuat Ajeng bertekuk lutut " jawab pak Bambang.
"Kenapa bapak tidak menikahkan saja Ajeng dengan Bayu" tanya lagi jagat.
"Bapak tidak menyetujuinya, karena dia pemabuk dan penjudi bahkan harta kekayaan orang tua dia habis dipakai judi dan main perempuan " jawab pak Bambang.
Mang Maman hanya diam melihat saja tanpa berbicara apapun karena dia sedikit takut, karena pernah di mintai bantuan untuk menangkap Ajeng dan mang Maman terkena pukulan telak dan tenaganya seperti bukan manusia pada umumnya.
"Apa Ajeng pernah di obati atau pak Bambang mendatangi Bayu " jagat terus bertanya penasaran.
"Bapak pernah mendatangi Bayu tetapi dia malah balik menghina dan membalas perlakuan Ajeng saat dia di tolak dulu.
Dan kalau dia mau Ajeng sembuh dia memiliki syarat yaitu Ajeng harus menikah dengan nya dan memberikan usaha kepada bayu dengan jumlah nominal yang sangat besar yang mustahil aku berikan.
Kita juga sempat membawa Ajeng ke orang pintar dan pemuka agama mereka tidak sanggup bahkan di bawa kedokteran, dan dokter menyarankan untuk di kirim ke rumah sakit jiwa" Lirih pak Bambang sambil bercerita.
Istri pak Bambang pun menimpali "Kita sudah banyak kehilangan waktu tenaga dan bahkan Uang, bukan hanya itu saja Rumah besar milik kami harus rela di jual demi untuk mengobati anak kami satu satunya ini"
Jagat tersenyum dan bertanya kepada Ajeng "Dek Ajeng apa adek cinta sama mas Bayu"
Di tanya begitu Ajeng sangat senang dia pun menjawab dengan menganggukan kepalanya.
"Ajeng cinta banget mas Bayu, kapan mas Bayu menikahi Ajeng, Ajang ingin segera memiliki anak dari mas Bayu ih...hahaha..." ucap Ajeng.
Mang Maman yang melihat itu bersenyum kecut dan ada sedikit merinding karena ucapan Ajeng di akhiri dengan ketawa kecil yang mirip seperti ketawa mahkluk halus.
Kemudian jagat melirik kearah istri pak Bambang "Bu bisa tolong ambilkan aku botol kosong atau toples kecil tidak"
Jagat tiba-tiba meminta hal aneh kepada istrinya pak Bambang, dan istrinya pak Bambang langsung menyetujuinya tanpa bertanya.
"Sebentar ya nak jagat ibu ambil dulu ke dapur" ucap istrinya pak Bambang sambil berlalu pergi menuju dapur.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 601 Episodes
Comments
Nor Johari
joz gandos
2023-09-25
1
Nuri Maulidia
krennnn
2023-03-19
1
LANANG MBELING
Aku mau beli hantunya yang ini nih
2023-01-22
1