Bab 3 Di Usir
"Halo...." Jagat menjawab panggilan telepon.
"Tuan muda anda berada di mana, apa anda sudah sampai ke kota B ini" ucap orang di balik telpon.
Jagat menjawab pertanyaan dari orang di balik telpon tersebut "iya pak Bagas, saya sudah sampai di kota B dan sekarang lagi istirahat dulu di warung sebentar lagi saya lanjutkan kesana"
"Baik tuan muda kalau begitu nanti ketika di resepsionis tanyakan saja nama saya dan nanti Resepsionis akan langsung mengantarkan anda keruangan saya" Jawab orang di balik telpon yang bernama pak Bagas sambil berbicara sopan.
Setelah menerima telpon dari pak Bagas jagat pun menutup handphone nya dan memasukkan kembali ke dalam saku celananya.
"Ceu berapa semuanya, eh mang besok saya kesini lagi itu hanya DP saja besok saya bayar sisanya untuk 6 bulan ke depan" ucap jagat yang bertanya kepada Ceu Rodiah dan mang Maman.
"Semuanya 25.000 nak jagat" ucap Ceu Rodiah.
Jagat pun merogoh saku belakang celananya dan mengeluarkan dompetnya dia membuka dompetnya tersebut dan mengeluarkan uang pas sebesar 25.000 rupiah dan memberikannya ke Ceu Rodiah "ini Ceu uangnya"
"Terima kasih nak jagat" ucap Ceu Rodiah sambil mengambil uang dari tangan jagat.
Mang Maman pun berbicara dengan wajah yang mengisyaratkan dia senang karena ada orang yang mau menyewa rumah yang sudah lama dia tawarkan.
"Sekarang mamang akan langsung membersihkan rumah nya biar besok nak jagat langsung menempatinya, dan juga sekarang mamang mau memberi tahukan pemilik rumah yang akan di sewa nak jagat" ucap mang Maman semangat.
"Ya kalau begitu jagat pamit dulu ya mamang, Ceu Ceu, tadi soalnya sudah di telpon sama saudara supaya cepat ke tempatnya" ucap jagat sambil berpamitan.
Dia pun beranjak dari bangku dan berjalan menuju motor yang dia parkir, jagat pun menyalakan motornya dan melaju meninggalkan warung Ceu Rodiah.
Di depan warung Ceu Rodiah dan mang Maman menatap pergi jagat dan Ceu Rodiah pun bertanya kepada suaminya itu " pak, apa bapak tidak merasa bahwa na Jagat itu orang yang hebat"
"Maksud ibu" mang Maman balik bertanya.
"Ya dia katanya baru datang dari kota S dan mau masuk ke universitas Wijaya, baru mau masuk ke universitas saja dia sudah bisa menolong orang lain yang terkena Patukan ular" ucap Ceu Rodiah
"Kan tadi nak jagat sudah bilang dia dulu masuk ke perawatan dan sekarang mau lanjut masuk kedokteran" jawab mang Maman.
"Tapi pak, aku lihat pas tadi nak jagat membelitkan tali kain ke si Surya mulutnya komat Kamit seperti membaca mantra dan gelas yang berisi air yang di minumkan itu di kasih seperti ramuan berwarna putih" Ceu Rodiah pun mengambil gelas kosong yang tadi di minumkan ke anak yang di patuk ular.
Dia mengelus dalam gelas dengan telunjuknya dan menemukan sisa serbuk itu menempel di dalam gelas kemudian Ceu Rodiah cicipi.
"Uh...asin...ini garam pak" ucap Ceu Rodiah.
"Hahaha....ada ada aja kamu Bu, main nyicip segala" mang Maman tertawa melihat ekspresi wajah istrinya itu yang meringis cecut.
"Eh pak bukanya bapak akan membersihkan rumah itu, ayo cepat pergi nanti keburu sore, ingat loh di sana kalau Habis sore banyak makhluk yang keluar" ucap Ceu Rodiah sambil menakut nakuti.
"Iya Bu, bapak akan segera pergi, benar kata ibu, banyak yang tidak betah setelah menyewa rumah itu gara gara suka di datangi makhluk halus" Jawab mang Maman sambil berlalu pergi meninggalkan Ceu Rodiah.
**
Jagat sudah sampai di hotel ARSSAD, Hotel terbesar dan termegah di Kota B, dia pun langsung masuk ke area parkir hotel tersebut dan kemudian menuju ke resepsionis.
"Mbak Saya punya janji sama pak Bagas" ucap jagat.
Resepsionis itu sedikit mengerenyit melihat penampilan dari orang yang ada di depannya, dia berpenampilan seperti bukan orang kaya yang mampu menginap di hotel mewah ini.
Tetapi Resepsionis itu sudah di beri tahu apabila ada yang menanyakan dirinya bawa orang itu masuk ke dalam ruangannya.
Tetapi untuk memastikan bahwa itu orang yang benar resepsionis itu segera menelepon pak Bagas untuk memastikannya.
"Sebentar ya mas, aku telpon dulu pak Bagas nya, kalau boleh tahu nama mas ini siapa ya" tanya wanita resepsionis tersebut.
"Nama saya Arya, Mbak" jawab jagat.
Arya adalah nama asli dari jagat karena dahulu dia sering sakit-sakitan dan harus berganti nama dan nama jagat ini lah yang menjadi panggilan setiap orang kepadanya, sedangkan nama asli ataupun yang tertera di kartu tanda penduduk adalah Arya.
Kemudian datang salah seorang wanita yang sedikit gemuk dengan rok hitam selutut dengan kemeja khas Hotel tersebut, dia adalah salah seorang kepala resepsionis.
"Heh Mira, siapa pemuda ini" tanya wanita itu ke resepsionis.
"Ini bu Raya, dia mencari pak Bagas" ucap Resepsionis yang di panggil Mira.
Wanita yang di panggil Ibu Raya bertolak pinggang dan berkata kepada jagat "Heh pemuda miskin, pak Bagas tidak ada di sini dia tadi pergi satu jam yang lalu, jadi buat apa kamu ada di sini. Sana cepat pergi"
bu Raya mengusir jagat dan berbohong kepada dirinya, bahwa pak Bagas tidak ada di kantor dan sudah pergi satu jam yang lalu.
"Cepat pergi, kamu tidak pantas berada di sini, lihat penampilan mu, urakan sekali. Paling kamu menemui pak Bagas untuk memberikan proposal dan meminta sumbangan. Sudah cepat pergi sebelum saya panggilkan satpam untuk mengusir kamu dari sini" usir Bu Raya.
Jagat hanya tersenyum tidak membalas perkataan dan hinaan yang merendahkan dirinya dia tidak memperdulikan wanita yang bernama raya tersebut.
Jagat hanya berbicara kepada Resepsionis yang bernama Mira " Mbak apa sudah di telpon belum pak Bagas nya"
Mira mengangkat gagang telepon yang ada di depannya dan berniat untuk menekan tombol tetapi Bu raya mencegahnya.
"Heh Mira sudah tidak perlu di telpon, tadi saya sudah dari kantor pak Bagas dan dia tidak ada di tempatnya" ucap Raya sambil membentak Mira.
Mira merasa ketakutan karena raya ini adalah atasnya dia mau melayani tamu tetapi di cegah oleh atasannya sendiri.
"Ta...tapi Bu, tugas saya melayani tamu dan harus memastikan ke pak Bagas" ucap Mira.
"Heh Mira, kamu ini hanya karyawan biasa apa kamu mau saya pecat, dan apa kamu tidak lihat dia ini gembel" Raya menunjuk ke arah jagat.
Setelah itu Raya mengusir kembali jagat dengan kata-kata yang tidak menyenangkan "hey masih belum pergi, belum jelas saya tadi berkata apa. Ayo pergi dari sini atau saya panggilkan satpam"
Jagat tersenyum dan menggelengkan kepalanya dia pun berbalik melangkah pergi, tetapi dia pergi hanya meninggalkan wanita yang bernama raya saja, dia berdiri di depan pintu masuk kedalam hotel.
Jagat pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone milik nya kemudian hubungi pak Bagas.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 601 Episodes
Comments
Muhammad Kusman
mantap thor
/Smile/
2024-06-04
0
Hiu Kali
dikit amat thor ...gaasss makin menarik ini..
2022-07-04
3