Bab 8 Tatapan Yang Jijik
Jagat sedang duduk di kursi dengan meja kosong dan menghadap ke arah panggung dan di bawahnya banyak orang yang berjoget.
Sesekali jagat melihat perempuan yang berpakaian seperti yang ada pada lukisan, dia berjalan dan tersenyum kepada jagat dan kemudian menghilang di kerumunan orang.
Jagat sedang duduk asik melihat DJ memainkan alatnya untuk merubah suara musik menjadi enak di dengar, dan di bawah banyak orang yang joget, bahkan beberapa orang di meja lain sedang minum minuman beralkohol.
Jagat yang memakai pakaian biasa di pandang rendah oleh orang lain yang melihatnya bahkan wanita yang sedang mencari laki-laki kaya tidak Sudi mendekati jagat.
Sehingga dia tidak ada yang menemani, bahkan pelayan yang membawa nampan tidak menghampiri untuk menawarkan minuman kepadanya.
Tiba-tiba seseorang menarik kursi di meja tersebut sambil terengah-engah dan kemudian duduk.
"Tuan muda ternyata anda di sini, mau minum apa biar aku yang sediakan, ini semua milik tuan muda jadi tidak perlu sungkan" ucap orang yang menghampiri jagat.
Jagat pun tersenyum "eh ternyata pak Alex, tidak terima kasih nanti kalau aku mau, aku akan pesan sendiri ke waiter"
"Jangan sungkan tuan muda, apa anda mau pindah ke ruang VIP di sana cukup nyaman " tawar Alex.
Jagat menggelengkan kepalanya "Tidak usah disini juga udah cukup"
Alex pun mengangkat tangannya memanggil waiter "hai kamu kesini cepat"
Waiter yang di panggil Alex pun mengangguk "iya Bos sebentar"
Kemudian wanita yang memakai pakaian mini menghampiri mereka tetapi ketika melihat jagat ada tatapan jijik terlihat.
"Bawakan aku minuman yang mahal dan masukan tagihannya ke dalam tagihanku" pinta Alex.
"Baik Bos" kemudian waiter wanita itu pergi.
"Tuan muda, kalau anda butuh sesuatu segera hubungi saya, jangan sungkan saya akan melakukan apapun untuk anda" ucap Alex.
"Terima kasih pak Alex, tapi jangan panggil saya tuan muda, panggil saja Arya" ucap jagat.
Alex pun mengangguk "Baik tuan mu....Eh tuan Arya"
"Panggil Arya saja jangan pake kata Tuan" pinta jagat.
Alex pun menjadi bingung karena kalau hanya menyebutkan nama saja itu tidak sopan kepada tuan muda pemilik hotel ini.
"Kalau saya memanggil dengan nama Arya saja itu tidak sopan, bagai mana kalau saja menyebut anda Mas Arya saja" ucap Alex.
Jagat pun mengangguk dan tersenyum " ya baiklah kalau itu mau pak Alex, eh ngomong ngomong bagai mana dengan bisnis club malam ini apakah ramai"
Alex pun mengangguk dan menjawab "Bisnis ini sangat menjanjikan, tetapi ada beberapa kendala dalam bisnis ini"
Alex menunduk kepalanya seolah menandakan itu tidak baik baik saja.
"Kendala apa" jagat bertanya.
Alex ragu memberi tahu kepada jagat tentang kendala dalam bisnis ini tetapi mau tidak mau Alex harus membicarakan kepada jagat.
"Ini tentang Cakra, setelah pak Bagas menyuruh Cakra untuk mengelola lantai 6 ini dia selalu semena mena, bahkan sering ada polisi yang selalu menggeledah tempat ini" lapor Alex.
Jagat pun bingung karena tidak tahu siapa itu yang namanya Cakra "siapa itu Cakra, waktu rapat tadi siang saya rasa tidak ada orang yang bernama Cakra"
"Dia adalah anak pak Bagas, sudah 2 bulan dia mengelola tempat ini, dan biasanya keuntungan kita sehari mencapai 20 juta sekarang menjadi 15 juta.
Dan bahkan dia dengan seenaknya mengambil minuman dan mentraktir teman wanitanya dan tidur di hotel dengan teman wanitanya.
Kita tidak berani melaporkan semua ini ke pak Bagas karena Cakra selalu mengancam dengan akan memecat kami dan bahkan dia pernah melecehkan beberapa karyawan wanita di tempat ini" lapor Alex.
"Terus apa lagi yang dia perbuat hingga ada polisi yang menggeledah tempat ini dan kenapa keuntungan bisa kurang 5 juta rupiah" Tanya jagat.
Alex pun menunduk tidak berani berbicara karena bisa mengusik Cakra.
"Jawab lah, jangan takut, aku akan mempertahankan kalian semua disini dan aku akan memecat si Cakra itu tapi aku harus ada bukti terlebih dahulu, apa pak Alex sedia memberikan bukti untuk ku" tegas jagat.
Alex pun mengangguk "baik lah saya akan memberikan bukti untuk mas Arya, soal penggeledahan polisi, teman si Cakra dia pengedar narkoba dan tempat ini sering di jadikan tempat transaksi mereka.
Dan soal keuntungan yang berkurang, dia selain mentraktir minum teman temannya dia juga menggelapkan uang, dan memanipulasi data keuangan club malam ini"
"Tapi kenapa bisa, bukanya kamu penanggung jawab lantai ke 6 ini" tanya jagat.
Alex merasa bersalah karena tidak bisa menjadi penanggung jawab yang baik bahkan dia meminta maaf kepada jagat.
"Maaf kan saya mas Arya, memang saya penanggung jawab lantai ke 6 ini tetapi saya hanya penanggung jawab dan tidak bisa menyinggung Cakra anak dari direktur umum hotel ini.
Dia selalu mengancam dengan anak buahnya yang banyak dan bahkan kalau di banding dengan penjaga keamanan kami, mereka pasti kalah.
Karena dia memiliki bekingan pereman dan geng bawah tanah, sehingga kami hanya bisa menuruti perintah dia saja dan tidak bisa berbuat apa-apa" ucap Alex.
Jagat mengangguk "baik lah aku tahu sekarang kondisi dan kendala dari club malam ini, yang penting pak Alex cari bukti pelanggaran dan segala bukti yang bisa memecat dia biar aku yang turun tangan sendiri. Ucap jagat menyakinkan.
Setelah mereka berbincang waiter pun datang dengan membawa 2 botol minum dan 2 gelas kristal.
"Bos ini minumannya" ucap waiter yang menurunkan nampan yang berisi 2 botol minuman dan 2 gelas kristal.
Waiter itu menatap kembali jagat dengan tatapan yang jijik karena dia memakai t-shirt murahan yang hanya seharga 35 ribu per buah.
Dan kebanyakan orang yang datang kesini memakai pakaian mewah seperti jas dan walaupun memakai t-shirt mereka memakai merk distro yang harga satuannya di atas 250 ribu rupiah.
Tetapi pandangan waiter wanita itu mendadak berubah dikala Alex memperkenalkan jagat kepada dia.
"Hai Ana, kenalkan ini Arya dia adalah pemilik hotel ini"
Waiter itu bernama ana dan setelah dia mengetahui bahwa orang yang ada di dekatnya adalah pemilik hotel ini dia pun membelalakkan matanya dan tidak percaya.
"Bos, jangan bercanda. Masak Pemilik Hotel ini masih muda dan pakaian yang di pakainya sangat murahan seperti orang Miskin yang batu datang dari desa" ucap ana lancang.
Alex pun memelototi ana "apa aku selalu bercanda dengan mu"
"I...iya maaf bos..." Ucap ana
Jagat hanya tersenyum dan berkata "iya memang baju yang saya pake murahan dan memang saya beli di pinggir jalan, tetapi saya nyaman memakainya, tadi siang juga Raya menghina dan mengusir saya.
Sama seperti mu sekarang dan menatap saya dengan tatapan jijik, tetapi saya tidak peduli, dan apa penilaian seseorang hanya di nilai dari pakaian nya saja"
Ana pun membungkukan badannya dan rok belakang yang mini menjadi naik dan menjadi tontonan orang yang ada di belakang dia
"Maaf kan saya tuan muda, saya tidak bermaksud menghina tuan muda" ucap ana.
"Tidak apa, nama kamu ana kan, nama saya Arya Sandi Sandjaya kalau di singkat menjadi Arssad, sama seperti nama hotel ini Arssad " ucap jagat.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 601 Episodes
Comments
Izhar Assakar
pengarangan karakter mc di novel ini terinapirasi sri karakter mc mc yg ada di novel karangan orang luar,yg slluuuuu looooooooiiiwwww dan mengundang hinaan,,,kgk asik lgi novel nya,,,
2023-12-22
1
Nor Johari
makin mantaaap aja..
2023-09-25
1
netizen maha benar
knp karyawan yg attitude nya buruk bgt hrs dipertahankan.....
2023-03-08
1