Jam makan malam yang terlewat
Irene terlihat fokus menyusun kotak rubrik yang ada di hadapannya sejak tadi ketika semua orang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Para pelayan sibuk menyiapkan makan malam yang jelas telah terlewat sangat jauh sedangkan Mavericks dan kakek Rolf sibuk bermain catur di sisi kanan nya.
Bola mata Mavericks beberapa kali melihat tumpukan rubik yang berhasil di susun oleh Irene sejak tadi, entah sudah ada berapa Rubik yang sudah dia tata Sesuai dengan warna susunan nya.
Mavericks fikir otak Irene jelas cukup handal dan luar biasa, hanya orang-orang tertentu bisa menyelesaikan susunan Rubik dengan kecepatan penuh sebab mereka jelas butuh konsentrasi penuh untuk bisa menyusun kotak-kotak tersebut dengan baik.
Rubik merupakan permainan mengasah otak yang pertama kali diciptakan oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria bernama Erno Rubik di tahun 1978 silam. Secara teknis, kubus rubik terbuat dari plastik atau kayu dan memiliki 26 bagian kecil yang dapat berputar pada poros. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda.
Dan jika salah pada satu warna saja, percayalah susunan nya jelas akan menjadi kacau balau.
"Kau seperti nya begitu memperhatikan istri kecil mu, Mavericks"
sang kakek nya yang mulai menggeser satu pion catur nya bicara dengan nada yang terdengar seperti sebuah gumaman, tapi kalimat yang keluar dari bibir sang kakek nya bisa dia dengar dengan baik.
Realitas bahkan semut sekalipun pun yang berbisik di celah dinding, telinga Mavericks bisa mendengar nya dengan sangat jelas.
Seorang Grim Reaper jelas di latih sejak kecil untuk mempertajam mata dan telinga mereka dalam banyak hal, sebab tidak dipungkiri musuh terus bergerak diseluruh penjuru arah.
Dan mereka harus terbiasa dengan mata dan telinga untuk menghabisi siapapun yang mengacau tatanan kehidupan dan ketenangan mereka.
Mendengar ucapan kakek nya, Mavericks terlihat mendengus kecil sambil tangan kanan nya bergerak menggeser pion catur Milik kakek nya.
"Aku tidak memperhatikan dia, tapi Rubik nya cukup membuat ku terganggu"
Jawab laki-laki itu perlahan dengan nada yang begitu datar dan tenang.
Kakek Rolf terlihat menaikkan ujung bibirnya.
"Hati-hati dengan hati mu, sebab cinta bisa membunuh diri mu Mavericks, kau tahu? perempuan itu seperti racun dan madu"
Ucap laki-laki tua tersebut kemudian.
"Tidaklah selamanya racun menjadi tetap racun dan madu tetap menjadi madu. Artinya, racun juga dapat dijadikan obat yang lebih bermanfaat dan madu juga dapat menjadi racun jika madu itu dikonsumsi secara berlebihan"
Setelah berkata begitu, kakek Rolf Tampak meraih gelas minuman nya, laki-laki tua tersebut secara perlahan menyesap minuman nya untuk beberapa waktu.
Setelah laki-laki tersebut menghabiskan minuman nya, sejenak bola mata nya menatap kearah depan pintu masuk, bisa dia lihat dua sosok orang berjalan kearah mereka.
"Wahhhh rupanya Mavericks sudah berada disini"
Terdengar suara laki-laki yang mendominasi di ruangan tersebut, kakek Rolf Tampak berdiri dari duduknya, sedangkan Mavericks langsung mendengus sambil menaikkan ujung alisnya.
"Kau datang juga huh, Louuz?"
Mavericks bicara sambil melangkah maju mendekati laki-laki tersebut, bisa dia lihat seorang perempuan berdiri tepat disamping laki-laki yang dia panggil Louuz tersebut.
"Kakek!"
Perempuan disamping Louuz bicara sambil memberikan salam, bola mata nya sejenak melirik kearah Irene, seketika perempuan itu mengeratkan rahangnya saat dia sadar siapa yang Mavericks bawa saat ini.
Perempuan lain, bukan dirinya.
Desas-desus berkata itu adalah istri baru Mavericks, dia Tampak mendengus.
"Datang bersama istri baru mu, kak?"
Ketika perempuan tersebut bertanya, Irene yang sejak tadi sibuk bermain rubik yang sama sekali tidak menggubris suara-suara tersebut, hingga membuat bola mata Louuz langsung melirik kearah Irene untuk beberapa waktu.
"Ah....Kau rupanya membawa Perempuan yang seharusnya sejak awal menjadi istri ku, brother?"
Saat laki-laki tersebut berkata begitu, sejenak Irene mengangkat wajahnya, dia menatap kearah asal suara tersebut dan beberapa kali bola matanya mengerjap untuk memastikan siapa yang barusan bicara.
Satu laki-laki dengan wajah yang tampan, dengan penampilan yang begitu gelap persis seperti kebanyakan para mafia berkelas yang dia pernah tonton di televisi beberapa waktu ini, bola mata tajam dengan ekspresi tanpa senyuman yang sama seperti Mavericks terlihat menatap nya dengan tatapan yang begitu tajam seolah-olah siap menerkam nya.
Di dampingi seorang perempuan muda seumuran dirinya, Irene fikir perempuan itu cantik tapi dia tidak suka penampilan nya, Perempuan itu berpenampilan dengan begitu gelap dan suram, seperti seorang anak punk atau manusia serigala yang seluruh bagian dirinya di liputi aura kegelapan.
Tatapan mata perempuan tersebut penuh permusuhan, seolah-olah Perempuan itu sejak awal memang tidak mengharapkan kehadiran nya.
Irene Fikir dua orang itu persis si pemeran antagonis dalam film-film Hollywood.
"Kau dengar Ireland Xavier? kau adalah calon istri ku yang direbut dengan paksa oleh Mavericks dari ayah ku, Tayron Grim Reaper"
"Ya?"
Irene bertanya dengan sedikit bingung saat mendengar laki-laki tersebut menyebutkan nama yang aneh kepada dirinya.
Ireland Xavier?.
Siapa? aku?!.
Calon istri?!.
Ayah nya Tayron Grim Reaper?.
Tunggu dulu, mereka saudara kandung?!.
Irene bertanya didalam hatinya sambil mengerutkan keningnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Rahmat Uja
bingung LG gweeee😌😌
2022-08-10
2
Budiwati
🤔🤔
2022-07-14
0
Julio Stevaning
makin seru
2022-06-25
0