Begitu sosok laki-laki tua tersebut telah mendekati mereka, Irene benar-benar dapat melihat sosok laki-laki tersebut dengan begitu jelas.
Meskipun sudah tua dan beruban bahkan menggunakan tongkat untuk menyanggah kaki nya agar kuat dalam melangkah, bisa Irene lihat wajah tua penuh kharismatik yang terlihat 70% cukup mirip dengan Mavericks.
Dan kesan wajah yang dia dapatkan sangat tidak salah lagi jika cucu dan kakek itu disebut sebagai duplikat ekspresi yang luar biasa, mereka sama-sama menyebalkan, catat menyebalkan, cuek, dingin dan memiliki wajah bak malaikat pencabut nyawa dan sangat tidak bersahabat.
Yeah sangat tidak bersahabat.
"Setelah menikah sekian lama pada akhirnya baru berani datang hari ini, ini sangat tidak menyenangkan"
Suara Kakek tua itu terdengar seperti suara mesiu yang telah meledak dari cangkang pistol nya, benar-benar melesat tajam menusuk jantung sang lawan.
seketika bola mata laki-laki tua itu menatap kearah Mavericks untuk beberapa waktu kemudian menatap ke arah Irene secara bergantian.
Dikala kakek tua tersebut menatap Mavericks, Irene baru sadar siapa sosok yang membuat Mavericks terlihat lemah dan tidak berdaya, laki-laki itu takut pada kakek nya.
Sebegitu berkuasanya laki-laki tua itu? hingga bisa membuat Mavericks tidak begitu berani membangkang nya?!.
Seketika Seulas senyuman licik mengambang dari balik bibir Irene.
Jadi begitu rupanya?!.
Irene langsung buru-buru memberikan salam dengan wajah tulusnya.
"Semoga kakek selalu panjang umur dan banyak rejekinya"
Ucap Irene sambil mengembangkan senyuman terbaiknya kemudian dia dengan gerakan cepat bergerak kearah kakek tua tersebut, berdiri tepat disisi kirinya sambil berkata.
"Kakek jangan khawatir aku akan sering berkunjung kemari meskipun Mavericks tidak membawa ku kemari, dia seperti nya lupa bicara pada ku soal kakek, belakangan dia cukup sibuk untuk beberapa Persoalan"
Ucap Irene dengan cepat, dia menggandeng cepat tangan laki-laki tua itu, mencoba membawa nya menuju kearah kursi sofa.
Mendengar ucapan Irene seketika laki-laki tua itu mengerutkan keningnya.
"Jadi bocah itu tidak menceritakan soal diri ku dengan cepat?"
Dia langsung mengambil kesimpulan besar.
Mavericks yang mendengar ucapan sang Kakek nya Seketika ikut mengerutkan keningnya.
"Dia hanya lupa kek bukan tidak berniat menceritakan soal kakek"
Mendengar jawaban Irene seketika laki-laki tua itu menoleh kearah Mavericks, dan bayangkan bagaimana ekspresi Mavericks saat ini.
Dia benar-benar pandai merayu orang tua.
Batik Mavericks.
"Lupakan saja, kamu bisa duduk di atas kursi dengan cepat, aku ini masih bisa berjalan dengan baik Sendiri"
Laki-laki tua itu berusaha untuk menepis tangan Irene, dia bukan type laki-laki yang suka diberi perhatian, dia merasa sedang di jilat oleh seseorang saat tiba-tiba mendapat kan perlakuan seperti itu.
"Ini bukan soal kakek bisa berjalan dengan sendiri, tapi ini cara ku memberikan penghormatan, orang tua bilang berlaku lah baik pada orang tua sebab saat kita tua orang juga akan berlaku baik pada kita, itu nama nya hukum alam timbal balik, kek"
Perempuan itu selalu punya cara untuk membuat siapa saja tersentuh dengan ucapan mulut manisnya, dia jelas bicara dengan apa ada nya, tidak di buat-buat tapi tidak suka kepura-puraan.
Mendengar ucapan Irene sejenak laki-laki tua itu diam, dia tidak lagi menepis tangan nya ketika perempuan muda itu kembali menggandeng tangan nya.
"Aku mungkin tidak menjadi bosan saat bisa sering-sering berkunjung kemari ketika Mavericks menghilang entah kemana"
Kali ini nada bicara Irene Tersebut seperti sebuah keluhan cucu terhadap kakeknya.
Mavericks terlihat mendengus pelan, dia fikir istri nya benar-benar pandai bermain lidah.
"Kakek tidak suka ada orang yang terlalu sering mondar-mandir di kediaman nya, jadi cukup duduk manis dirumah saja"
Laki-laki itu bicara dengan cepat, memilih duduk lebih dulu dari kedua orang tersebut.
Mendengar ucapan Mavericks, terlihat Irene menyipitkan bola mata nya.
"Dia benar-benar begitu tidak pengertian"
Perempuan itu mengeluh dengan kesal, membuang pandangannya kemudian membiarkan Kakek tua duduk disalah satu kursi sofa.
"Apa dia memperlakukan mu dengan baik selama menikah?"
Laki-laki tua itu bertanya dengan cepat.
"Tentu saja aku memperlakukan..."
Ketika Mavericks ingin menjawab tentu saja dia memperlakukan Irene dengan sangat baik bisa-bisa nya perempuan itu dengan cepat ikut menjawab.
"Dia memperlakukan ku dengan buruk, bahkan dia tidak pernah menampilkan sisi romantis nya bahkan ketika di atas kasur sekalipun, dia benar-benar suami yang sangat membosankan"
What?. shi..t.
Mavericks seketika mengumpat.
"Bahkan dia tidak pernah memuji diriku cantik, dia hanya bisa bilang baby baby baby, dia fikir aku ini bayi kecil atau babi gendut yang hanya tahu soal makan dan menyusui, dia benar-benar payah sekali"
Mendengar keluhan Irene yang panjang dan lebar membuat laki-laki tua itu diam sejenak, dan di beberapa detik berikutnya laki-laki tua itu tertawa terbahak-bahak.
Melihat ekspresi sang kakek nya, seketika Mavericks mengeluarkan ekspresi terkejut nya, ini untuk pertama kali nya sang penguasa Grim Reaper tertawa hanya Karena mendengar keluhan seorang perempuan muda di keluarga mereka.
"Kek?"
Mavericks seketika tercekat, dia cukup tidak percaya kakek nya akan mengeluarkan ekspresi langkah tersebut untuk pertama kalinya.
Dan bayangkan bagaimana para penjaga disepanjang rumah bersama para pelayan saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Mina Rasi
bukan cuma kakek,, aku juga ikut ngakak dengar keluhan Alea lucu bngt😂😂
2023-03-18
1
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Benar2 cari mata.. Khawatir aja nih. Ada yang gak bisa berjalan esok hari hahahaahahah
2022-10-18
0
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Benar2 luar biasa kamu Alea. Hahahaahahahahahaahahaha.. karakternya 👏🏻
2022-10-18
0