Dan pada akhirnya pagi kemarin keluarga Willson menjadi kalang kabut, semua orang tahu Irene menantu mereka sama sekali tidak bisa mengingat apa-apa bahkan tidak bisa mengingat siapapun di antara mereka, setelah mengalami Koma selama hampir ½ tahun dalam kecelakaan dulu, bahkan gadis itu sama sekali tidak mengingat siapa ibunya ataupun suaminya sendiri.
Suami?!.
gadis itu mengerutkan keningnya.
Irene menatap sebuah apartemen yang menjulang tinggi dihadapannya itu, setelah berkutat dengan kepeningan kepala sejak kemarin soal ingatan nya yang sama sekali tidak ada, akhirnya laki-laki yang katanya ayah mertua nya dan wanita yang katanya ibu mertua nya itu memutuskan agar Irene kembali ke kediaman suaminya sore ini.
Selain memang itu adalah tempat tinggalnya, mereka ingin agar Irene mulai mengingat hal-hal kecil dari sana,siapa tahu memory nya yang menghilang akan berlahan muncul dari kediaman dia dan suaminya.
Irene berjalan pelan memasuki apartemen mewah itu apartemen yang menjulang tinggi dan lebih persis seperti gedung pencakar langit di pusat kota.
Beberapa gaya arsitektur aneh yang terkesan sedikit seram terpampang disana, beberapa sudut banyak terdapat pohon-pohon yang menghiasi pinggirannya, bahkan ketika dia masuk kedalam salah satu ruangan dia baru sadar betapa besar bangunan untuk satu ruangan saja disana.
Dia fikir apakah suami nya sekaya ini? tajir melintir dan seorang milyarder?.
"Tuan ada di belakang,nona."
Seorang pelayan perempuan yang sejak tadi berjalan di belakang nya sambil membawa koper nya bicara dan mengejutkan pemikiran nya.
"Ah iya."
gadis itu menjawab cepat.
Kemudian pelayan itu membawa masuk koper itu menuju ke sebuah ruangan.
Irene berjalan menuju ke arah belakang yang dimaksud perempuan tadi,tampak sebuah kolam renang seukuran halaman rumah yang di desain sedemikian rupa dan disulap dengan sangat luar biasa agar penghuni nya betah berlama-lama disana.
Seketika mata Irene membulat saat menyaksikan laki-laki dingin dan angkuh yang katanya (catat katanya) adalah suaminya itu baru keluar dari dalam kolam renang, tubuhnya hanya di balut ****** ***** pendek tanpa menggunakan apa-apa.
Alamak benar-benar merusak mata.
Umpat Gadis itu didalam hatinya, dia mencoba sedikit memejamkan bola matanya.
Ah sayang juga kalau dilewatkan.
Buru-buru dia membenahi pandangan nya.
Lumanyan untuk cuci mata dikala otak nya terasa tidak sinkron karena keadaan fikir nya.
Dan jelas saja Laki-laki itu menyadari kedatangan Irene tapi dia dengan santai berjalan mendekati gadis itu tanpa berfikir untuk menggunakan handuknya.
"Kau sudah pulang hmm?"
Laki-laki itu bertanya sesaat setelah dia sudah berdiri di hadapan Irene,tidak tahu kenapa sepertinya nada suara laki-laki itu terdengar sedikit tidak senang.
"Aku harap kau tidak banyak melakukan kesalahan seperti sebelumnya"
Dia mendengus pelan seakan-akan menandakan jika pernikahan mereka sebelum nya pasti sangat membosankan.
Gadis itu sejenak menatap laki-laki ini, kemudian berkata.
"Kau yakin kita adalah sepasang suami istri Mr Mavericks ?,"
Laki-laki yang dipanggil Mavericks itu menaikkan alisnya,dia fikir apakah gadis ini sudah gila berani menyebut namanya.
"Aku fikir pasti ada kesalahan dalam pernikahan ini sebelumnya."
Lanjut Irene lagi.
Laki-laki itu mengerutkan dahinya.
"Kau benar-benar bukan type ku, bagaimana mungkin aku bisa tertarik menikah dengan mu dulu?,"
tanya dia lagi tiba-tiba, memperhatikan laki-laki yang dia panggil Mavericks itu dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.
"Aku yakin pasti telah terjadi sesuatu hingga aku mau menikah dengan mu, jika tidak berada di bawah ancaman itu artinya aku pasti berada dalam kondisi yang cukup tertekan."
Setelah berkata begitu Irene berbalik berniat meninggalkan Mavericks dengan sejuta pemikiran nya.
Tampak Mavericks menyeringai, dia mendengus pelan kemudian meraih handuk yang ada di atas kursi santai di tepi kolam, mengikatkan handuk itu ke pinggang nya lantas mengejar Santai langkah Irene.
"Kau yakin?'
Tiba-tiba laki-laki itu menarik erat pinggang Irene, kemudian tiba-tiba Mavericks menggotong dirinya persis seperti karung beras
"Akhhhh...yakkkk Mavericks..."
Irene jelas menjerit histeris, dia berusaha untuk menurunkan tubuhnya dari bahu laki-laki tersebut, tapi semakin kencang dia mencoba melepaskan diri semakin erat laki-laki itu menggenggam pantat nya dan membawa paksa dia dari tempat itu menuju kearah.
Kamar?!.
Kamar?!.
"Yakkk Mavericks apa yang ingin kau lakukan?"
Pekiknya sekali lagi dengan gelagapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Wani Ihwani
aih pusing aku
2024-06-12
0
Ezhi Alfarizy
kok aq pening ya
2022-12-07
3
Rice Btamban
tetap semangat Thor
2022-12-06
0