Kembali ke masa sekarang
Kawasan Apartemen elite Mavericks
Irene sejenak mematung ketika Mavericks menurunkan dan meletakkan tubuhnya dengan cepat ke tengah-tengah kamar tidur milik Laki-laki Tersebut.
Dugaan nya sedikit salah, dia fikir laki-laki itu akan memaksa nya tapi rupanya tidak.
Sejenak gadis itu mematung saat dia menata pemandangan yang ada di hadapannya, seketika Irene menelan salivanya sambil kedua tangan Irene saling menggenggam ujung pakaiannya.
Awalnya bola mata Irene memperhatikan semua barang-barang yang ada diruangan dalam kamar tersebut satu persatu,tapi dia fikir tidak ada satupun yang dia kenal disana.
Tapi ada banyak foto terpampang didinding kamar tersebut dimana terdapat foto seorang gadis dengan seorang laki-laki yang melangsungkan acara lamaran, pernikahan dan beberapa hal lainnya,tapi anehnya tidak ada foto mesra lainnya yang menunjukkan kedekatan atau ke inti..man antara satu dengan yang lainnya.
Dan Percayakah semua nya? foto gadis itu adalah dirinya, yah Irene fikir benar itu adalah wajahnya tapi bagaimana mungkin dia menikah dengan laki-laki seperti itu.
Mereka benar-benar pasangan suami dan istri?!.
Jutaan pertanyaan menghantam dirinya, Irene mencoba menyentuh keningnya untuk beberapa waktu, dia berusaha keras untuk mengingat tapi gagal.
Tiba-tiba Mavericks sudah muncul disampingnya,masih hanya menggunakan handuk nya laki-laki itu berbisik ke arah dirinya.
"apa kau sudah mulai mengingat nya, baby?"
Irene melonjak kaget,nada bicara laki-laki itu terdengar dingin tapi cukup menggoda dibalik telinga nya.
Dia menoleh kesamping tapi laki-laki itu melangkah menjauh mendekati pintu.
"Ya?aku masih tidak bisa mengingat nya tapi.. tung..gu dulu kenapa pintu kamar nya di kunci?"
Irene bertanya cepat,dan seketika dia sadar jika pintu kamar perlahan dikunci oleh laki-laki itu.
"Tentu saja Melakukan tugas seorang suami"
tampak seringai tipis dari balik wajah Mavericks yang kembali menatap dalam bola mata Irene sambil melangkah kembali mendekati gadis tersebut.
"Kau sudah ½ tahun belum melakukan tugasmu,nyonya Grim Reaper muda."
Sejenak gadis itu membulat kan bola matanya, dia menatap Mavericks dengan pandangan terkejut.
"Tung..gu dulu?."
dia mundur beberapa langkah
senyuman licik terus muncul dari balik bibir Mavericks, laki-laki itu terus melangkah maju mendekati kembali tubuh Irene.
"Hahahaha bukankah ini terlalu tergesa-gesa?"
Dia berkata cepat pada Mavericks.
"Bukankah kamu bilang ada kesalahan dalam hubungan kita? aku akan jelaskan dengan baik disini jika kesalahan itu tidak pernah ada."
Bisa-bisa nya Mavericks Berkata begitu.
Irene terus mundur kebelakang hingga akhirnya tubuhnya telah membentur ke dinding belakang
"tapi ini terlalu cepat."
"Ah...benarkah?"
Mavericks bicara cepat sambil mendekatkan tubuhnya pada gadis itu.
Irene terus berusaha untuk menghindar tapi tangan laki-laki itu sudah mengunci tubuhnya di sisi kiri kanannya.
"Bisakah kita melakukan nya nanti? maksud ku besok atau lain kali?."
Irene mencoba bernegosiasi, tubuhnya cukup bergetar hebat.
"Apakah pantas seorang istri menolak permintaan suaminya?."
Mavericks bertanya sambil menatap dalam bola mata gadis tersebut.
"Yah tidak sih,ini aku ini kan amnesia mana aku ingat kita pernah melakukan nya,ini terasa asing untuk ku"
Irene bicara cepat berusaha untuk menjelaskan dengan baik kepada Mavericks soal kegalauan hatinya.
"Kau lupa? Kita selalu melakukan nya honey."
Hueekk.
Kata Honey membuat gadis itu seketika mual mendengar nya.
Itu madu atau sayang? kenapa saat laki-laki itu mengatakan nya Terdengar begitu mengerikan.
"Itu memuakkan dan hmmpppp."
belum sempat Irene menyelesaikan kata-katanya, Mavericks dengan cepat mencium bibir nya, me..***** nya dengan rakusnya tanpa basa-basi hingga dia tidak bisa bernafas dengan baik.
Wait...yakkk Mavericks breng..sek.
Irene berteriak didalam hati nya, dia sekuat tenaganya berusaha melepaskan tangan kanan nya dari cengkraman Mavericks dan sejenak dia mencoba memukul dada laki-laki tersebut berkali-kali tapi gagal.
Ditengah ciuman yang cukup panjang, laki-laki itu mendorong nya dengan gerakan cepat keatas kasur, ciuman itu sama sekali tidak terlepas.
"Jangan tahan nafas mu,coba bernafas dengan baik."
Mavericks berbisik pelan ketika tiba-tiba dia melepaskan ciuman nya.
"Sudah ½ tahun kamu tidak melakukannya"
bisiknya lagi.
Mata Irene tanpak berkabut, tidak tahu kenapa jantung nya seakan-akan ingin melompat keluar,dia bergetar dan sangat gugup, rasanya ini sesuatu yang sangat baru untuk nya.
"Tunggu dulu,ini membingungkan."
gadis itu tampak ngos-ngosan, mencoba menarik nafasnya yang tersengal-sengal.
Tapi Mavericks tidak mau mempedulikan ucapan Irene,dia kembali mencium bibir gadis itu dalam,tangan kirinya menyentuh ujung telinga Irene sedangkan tangan kanannya mulai bergerak nakal kemana-mana.
Irene tidak paham ini perasaan apa,dia mencoba mendorong tubuh Mavericks berkali-kali Tapi gagal, alih-alih melepas kan laki-laki itu semakin gila menjamah tiap lekuk tubuhnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments
Rice Btamban
istri nya baru sembuh ku langsung di gituin apa GK kshn😁
2022-12-06
0
🌼ᴍᴇᴀᴍᴏʀ_ᴍʏʀᴀɴᴅʜᴀ🇲🇾
Bila agaknya mereka buat gambar kahwin? Saat sebelum irene yg awalnya bunuh diri? Atau? Photoshop je? Adihh thor. Ahahahahahah... Penasaran sy
2022-10-18
0
Winarni Nyunyun
Ahaaay lanjuut🤭😅
2022-08-27
0