hari semakin sore adelia memutuskan kembali ke tokonya dengan hati yang sudah cukup lega. tetap semangat baginya suaminya adalah hidupnya saat ini. tak ada orang lain lagi yang akan mengerti dirinya seperti rafa
ting* suara ponsel berbunyi menandakan satu pesan masuk
senyumnya mengembang pesan dari sahabatnya mendarat membawa kabar bahagia baginya juga tentunya
"adel aku akan dilamar!" isi pesan dari citra sahabat adel saat kuliah yang kini tinggal cukup jauh dari rumahnya
hanya lewat ponsel keduanya berkomunikasi sejak lulus kuliah sekitar satu tahun lalu keduanya berpisah dan belum bertemu lagi
"adel doakan ya agar aku bisa menyusulmu menyandang status istri" satu pesan lagi masuk
"tentu saja aku selalu mendoakanmu, jalana hidup orang masing masing ra" balas adel hatinya seperti teriris sahabatnya tak mengetahui apa yang menimpanya saat ini. meski belum jelas kabarnya namun ada rasa kecewa yang mulai menyelimuti hati adel
"terima kasih sayangku. saat ku nikah nanti kamu harus hadir mendampingiku!" balas citra
adelia mengiyakan permintaan sahabatnya, sebenarnya adel pun sama ingin didampingi sahabatnya saat menikah namun apa daya semua sudah berlalu, dan adel tak menyesalinya menikah dengan orang yang dicintainya
sampai di tokonya adel membersihkan dirinya dan berbaring dikamar kecil yang hanya tersedia kipas angin yang sudah sedikit usam. adel bersyukur masih ada tempat untuk ditinggalin tak terkena hujan dan juga tak mendapatkan sindiran atau kata kasar dari ibu tirinya
tetesan demi tetesan air mata megalir membanjiri pipi putih milik adelia, tak ada suara dan tak ada isakan air matanya seakan tahu apa yang dirasakan adelia saat ini
mau kemana dirinya mengadu dan berkeluh kesah, bagaimana nasib pernikahannya dengan rafa yang bahkan belum genap satu minggu
adelia membuka ponselnya melihat kenangan saat bersama rafa semasa kuliah. terselip senyum saat kenangan indahnya kembali muncul diingatannya
rasanya baru kemarin keduanya menjaalin hubungan kini keduanya ditakdirkan menjadi satu dalam ikatan pernikahan. adelia berniat mengupload foto pernikahannya bersama rafa mungkin saja menemukan informasi dari salah satu teman yang mengenal adel maupun rafa
beberapa foto telah diunggah pada halaman jejaring sosial milik adelia dan ditag pada sosial media milik suaminya. harapan adelia hanya mendapat kabar suaminya baik baik saja dan akan segera kembali kepadanya. serta membawanya ketempat yang lebih layak untuknya tinggal
****
malam berganti pagi adelia bangun dengan sejuta harapan yang dipanjatkan pada sang pencipta, berharap hari ini dapat menemukan apa yang menjadi jodoh dan miliknya
adelia membersihkan diri kemudian melanjutkan merapihkan toko untuk siap dibuka. "semoga hari ini ramai lagi supaya bisa mencari kontrakan untuk tinggal sementara!" adel menyemangati dirinya sendiri
menata beberapa bibit tanaman yang paling banyak dicari oleh pelanggan dan juga yang sedang viral agar orang tertarik saat melihat toko bunganya
adelia membeli makanan untuk pengganjal perutnya dipagi hari dan meninggalkan toko sesaat.
''Kak rafa!" adelia melihat mobil rafa lewat
adelia paham dengan jenis mobil dan juga nomer polisi pada mobil rafa. adelia berusaha mengejar mobil itu namun jalannya semakin kencang
hatinya berkecamuk tak tahu apa yang dia rasakan kini, yang dia tahu harus bertemu dengan suaminya saat ini
"kak tunggu kak!" adel tak menyerah terus mengejar hingga mobil tak lagi dapat dilihat oleh pandangan matanya
"kak rafa benarkah itu kamu! kenapa kak! kenapa!" adelia berteriak ditengah jalan membuat sedikit kemacetan dibuatnya
beberapa orang lewart dengan mengumpat dan memakinya dikiranya dia orang yang kurang sehat dengan mentalnya. sebagian lagi kasihan karena ada yang juga mengenal adelia yang punya toko bibit bunga didaerah sekitar situ
"mba jangan dijalan!" ucap seseorang yang lewat hampir menabrak adel. sadar akan perbuatannya adel segera berlari ke tokonya masuk kedalam kamar dan mencari ponselnya
membuka ponselnya mencari nomer ponsel rafa dan segera menghubunginya. ponselnya sudah aktif namun tak diangkat oleh rafa
adel tak putus asa mengirim pesan pada suaminya beberapa kali, pesannya terkirim tak seperti sebelumnya namun belum juga mendapat balasan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Endang Supriati
aneh aja tdk berani melawan ibu tirinya, memang dia siapa! klu sy ambil ulekan tambok mulutnya biar rontok giginya.
2024-07-06
2
Erlinda
udah lah Adel buang saja suami setan mu itu dan jujurlah sama sahabatmu mana tau dia bisa menolong utk mencarikan pekerjaan di perusahaan dan kamu pergi cari kontrakan yg jauh dari keluargamu yg ga punya hati itu .jgn pikirkan setan Rafa itu lg
2023-08-11
1
Bzaa
karma itu ada bang, jdi waspadalah
2022-12-19
1