adel tertidur setelah lelah dangan tangisnya yang hanya dirinya sendiri rasakan, hingga malam tak ada yang membangunkan atau sekedar melihat adel dikamar dan apa yang terjadi. jika mungkin terjadi sesuatu pada adel mungkin tidak ada yang tahu
adel keluar dari kamarnya setelah mandi dan terlihat lebih segar. meski matanya bengkak tapi tak ada yang akan menperhatikan
makan malam keluarga hanya berlalu untuk sekedar menghilangkan lapar bukan kehangatan keluarga yang seseungguhnya
"kak besok aku wisuda boleh pinjam kebaya kakak ngga?" tanya disti disela sela makan malamnya
"boleh tapi jangan yang warna gold ya, itu untuk acara tunangan kakak nanti" jawab adel datar
"kalau mau pinjamin baju itu yang bagus, bukan baju bekas dipake kamu!" sarkas bu mira
"tapi kan bu, itu memang dibeli untuk acara adel nanti" bantah adel
"yah beliin disti baju baru dong yah ngga adil banget sih, adel aja acara pakai baju baru" ucap bu mira pada sang suami
"iya nanti kita beli buat disti. lagian adel kan beli baju pakai uangnya sendiri bu itu gajihnya dari bekerja ditoko ayah yang satunya" ucap pak zaki membela adel
meski cuek tapi pak zaki juga menyayangi adel namun kadang hasutan dari istri barunya membuatnya murka pada adel
"belain aja terus anak ayah, aku dan disti memang hanya numpang disini" ucap bu mira berkaca kaca memulai aktingnya untuk meluluhkan hati pak zaki
"disti ngga apa apa bu pakai baju kakak yang lama, kan ngga ada yang tahu" jawab disti tak amau ada keributan dikeluarganya
"ngga bisa disti, memang sudah seharusnya kamu juga dapat yang terbaik" bu mira tak mau mengalah
adel masuk kekamarnya dan mengambil baju kebaya yang diinginkan bu mira untuk digunakan oleh disti. "pakai saja dek" ucap adel singkat dan kembali kekamarnya
**
"halo kak, aku mau cerita" adel menghubungi rafa
"sebentar ya del, aku lagi sibuk kerja lembur" jawab rafa dan menutup begitu saja ponselnya
adel menghembuskan nafasnya perlahan, siapa lagi yang akan mendengarkan ceritanya adel hanya bisa menangis dan menatap foto almarhum ibunya
karena jenuh adel membuka sosial medianya, hanya dengan begitu adel dapat menghilangkan sedikit keluh kesah dan kesedihanya sejenak
adel memposting foto dirinya dan juga sang ibu saat masih kecil dengan caption kebahagian yang tak ternilai
beberapa saat adel mulai jenuh dan membaringkan tubuhnya untuk tidur karena waktu juga sudah cukup malam
adel meletakan ponselnya dimeja dekat ranjangnya
berharap mimpi indah datang dan npenderitaan pada dirinya berakhir
******
pagi hari adel seperti biasa membantu sang ibu memasak dan membersihkan rumah, tanpa biacara layaknya ibu dan anak keduanya terdiam hanya tangannya saja yang bekerja
"del ayah berangkat ke toko duluan ya, ada banyak pesanan bunga hari ini" pamit pak zaki yang enggan mendengarkan perdebatan dipagi hari seperti biasanya
"iya yah, ayah ngga sarapan dulu" tanya adel yang tetap sopan pada orang tuanya
"nanti saja! bu ayah pamit" ucap pak zaki menyalami anak dan istrinya
"iya yah hati hati" ucap bu mira
ayah adel mempunyai toko bibit bunga yang memiliki satu cabang dan dikelola oleh adel sambil mencari pekerjaan yang baru
"bangunkan adikmu, dia harus ke salon untuk make up dan antarkan ke sekolahnya dengan selamat, ibu akan menyusul setelah bersiap" ucap bu mira meninggalkan adel yang masih sibuk
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Bzaa
semoga saja disti adiknya benar2 Bae.. bukan pura2 bae
2022-12-19
2
👙⃝᜴ᵍᵉᵐᵇᶦᶫ👻ᴸᴷ
lanjut...
2022-09-13
0
Itha Fitra
sejahat-jahat ny ibu tiri, lebih jahat ibu kota kok
2022-09-08
1