Hingga malam hari rafa tak kunjung menjemput adel dirumah orang tuanya bahkan tak ada kabar apapun lagi yang diterima adel
"kemana suamimu!" ucap bu mira
"belum datang bu, mungkin sedang macet dijalan" jawab adel lembut
"makan dulu nak, nanti rafa datang bisa langsung pulang kerumah mertuamu" ucap pak zaki
"nanti saja ayah, adel masih kenyang" jawab adel mulai gelisah
"suaminya saja tak mau membawa mungkin takut membawa sial" ucap bu mira dan berlalu
"jangan didengarkan ucapan ibumu" pak zaki menenangkan anaknya
"iya yah, adel tunggu dikamar saja" ucapa adel yang kaget karena kamarnya sudah dialih fungsikan sebagai gudang oleh ibunya
"bu kenapa banyak barang dikamar adel?" tanya adel pada bu mira
"itu sudah bukan kamarmu lagi. dan juga baju ibu dan disti tidak muat dilemari jadi ibu letakkan dikamar itu dari pada kosong" jawab bu mira sanatai
"tapi kan adel masih disini bu" bela pak zaki
"sudah! kalau begitu biar ibu saja yang keluar dari rumah ini biar kalian senang" ucap bu mira marah
"bu, udah ngga apa apa adel sebentar lagi pergi kok" adel menarik tangan bu mira agar tak tambah marah
"ayah ini kak rafa bilang adel suruh duluan kerumah mama gina, adel pamit ya yah" adel terpaksa berbohong dia tak mau orang tuanya bertengkar gara gara dirinya
"kenapa ngga tunggu rafa saja nak, ini sudah sore rumah bu gina juga cukup jauh" ucap pak zaki tak tega dengan adel
"tidak apa apa yah, kak rafa sedang sibuk karena pernikahanya mendadak jadi belum bisa mabil cuti. kami akan kesini lagi lain kali yah" jawab adel merasa sedih dan bingung harus bagaimana
harus kemana dirinya sekarang tak ada tempat dan tujuan bahkan tabunganya pun tinggal sedikit untuk biaya pernikahannya
"ayah adel pamit, bu adel pergi dulu titip salam buat disti ya bu" adel menyalami orang tuanya bergantian
adel memesan taxi agar ayahnya tak curiga jika adel akan pergi tanpa tau rafa kemana. adel menangis meratapi nasibnya yang tak kunjung baik
dia fikir setelah menikah kehidupanya akan berubah. rafa selama ini sangat menyayangi adel jadi mustahil bagi adel jika tak mencintai lelaki yang menemaninya dalam suka dan duka selama ini
rafa berubah semenjak orang tuanya memaksa menikahi adel
"pak berhenti digerbang depan ya pak" ucap adel pada supir taxi
membayar ongkosnya kemudian melangkahkan kakinya pada rumah yang cukup besar diantara rumah lainya. adel tahu rumah rafa karena sudah beberapa kali diajak kerumahnya selama keduanya berpacaran
"permisi" adel mengetuk pintu rumah yang terlihat sepi tanpa penghuni
beberapa saat ada seorang satpam komplek yang sedang berkeliling melihat adel berulang kali mengetuk pintu rumah rafa
"maaf bu, cari siapa ya?"
"saya cari suami saya pak, kak rafa dan juga bu gina" ucap adelia
"tapi rumah ini sudah dijual bu, apa suami ibu tidak bilang?" tanya pak satpam curiga
"belum bilang pak, saya telfon dulu terima kasih pak" ucap adel
berulang kali menghubungi ponsel rafa tidak aktif dan dirinya tak memiliki nomer ponsel ibu mertuanya. pikiranya kalut tak dapat berfikir jernih
entah apa yang akan terjadi padanya nanti yang jelas dia hanya ingin bertemu suaminya dan juga ibu mertuanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Bzaa
aihhhhh kasianny
2022-12-19
2
Wirda Wati
Nasiiib..😭😭😭
2022-09-15
1
Itha Fitra
ya Allah,,segitu amat y hidup si adel?
2022-09-09
0