"ayah kita perlu mendaftarkan perniakahan ke KUA terdekat. syaratnya sudah adel siapakan tinggal nyerahin ayah bisa antarkan adel yah" ucap adel penuh harap mungkin menjadi kali terakhirnya meminta bantuan sang ayah
"baiklah. ayah siapkan mobil dulu" pak zaki merasa senang anaknya menikah dengan lelaki yang baik dan menyayanginya
meski berat untuk melepas anaknya tapi ini akan lebih baik daripada tinggal dirumahnya
sebagai ayah pak zaki tak bisa mencurahkan kasih sayangnya. ibu tiri yang sebenarnya juga tante dari adel selalu saja membuat sakit hati
walau tak pernah main tangan tapi kata katanya tidak pernah sekalipun membuat adel senang
"kamu senang kan del dengan pernikahan ini?" tanya pak zaki saat keduanya berada dalam mobil
"iya ayah adel sangat bahagia. ayah jaga kesehatan ya karena adel akan langsung pindah kerumah kak rafa yah" ucap adel sendu menahan air matanya
"ayah senang mendengarnya, maafkan ayah ya nak" pak zaki tak kuasa menahan air matanya nyatanya lolos juga lalu segera menghapusnya namun terlanjur adel mengetahuinya
"kenapa ayah menangis?" adel penasaran
"ayah juga ikut bahagia nak, jika adel bahagia dan ini air mata bahagia ayah bukan kesedihan" jawab pak zaki
adel mengangguk pelan tanda mengerti dalam hatinya sangat senang ayahnya bisa mengekspresikan dirinya. tak seperti biasa dirumah
sampai di KUA yang dituju keduanya turun dan berkonsultasi. rafa sedang ada pekerjaan sehingga tak bisa mengantar adel namun semua persyaratan sudah diserahkan pada adel untuk diurus
"jadi apa ada syarat lagi yang harus dipenuhi pak" tanya adel sebelum pulang
"sudah mba, tinggal atur harinya sementara ini ditanggal yang mba sebutkan masih kosong jadi waktunya agak panjang" ucap pegawai kantor kua
"saya mau jam sembilan pagi pak pada hari itu" ucap adel
"baiklah saya akan siapkan untuk surat suratnya dan akan diberikan saat acara akad nikah selesai" ucap pegawai tadi
"terima kasih banyak pak" ucap pak zaki dan mengajak anaknya pulang
"ayah adel minta antarkan kemakam ibu bisa yah? adel mau minta izin sama ibu" ucap adel
"ayo nak kita kesana" ucap pak zaki setuju
keduanya datang ke makam bu kinanti yaitu almarhum ibu kandung adelia. adel mendoakan ibunya dan juga meminta izin untuk menikah
"ibumu pasti ikut bahagia del jadi jangan menangis lagi ya!" ucap pak zaki menenangkan adel yang sesenggukan
adel menggangguk tak bisa bersuara. lidahnya kelu entah apa yang ingin ia curahkan dipusara ibunya
tapi hatinya sedikit lega akan keluar dari rumah yang menjadi tempatnya hidup selama ini
"ayo pulang ini sudah siang" ajak pak zaki
"iya ayah" adel patuh dan meninggalkan makam ibunya
**
"kalian darimana saja dari pagi baru pulang. bukannya jaga toko kita akan banyk kebutuhan buat pernikahanmu adel" sarkas bu mira
"kami baru saja mengurus surat ke kua bu, setelah makan siang ayah dan adel akam ke toko" jawab pak zaki
"kenapa lama sekali! apa kaliam sudah makan diluar yang enak enak iya kan?" suara bu mira meninggi
"tadi mampir sebentar ke makam ibu, bu" jawab adel
"ohh jadi ayah sangat rindu dengan mantan istri ayah. ya sudah sana susul saja ibunya adel" bu mira menggebrak meja makan dan masuk kekamar
"maafkan adel yah, adel salah bicara" adel merasa bersalah akibat ucapannya dapat dipastikan ibu tirinya akan mengamuk dan marah pada ayahnya
"sudah tidak apa apa, mungkin ibu sedang capek kamu bersiap kita makan siang lalu ke toko. ayah ganti baju dulu" ucap pak zaki menenangkan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Itha Fitra
ayah adel kok gk tegas gitu sih,ancam aja tu mak tiri.klu macam",biar dia tahu diri.
2022-09-09
3
Ananda Muthaharoh
jangan2 ibunya adel mati karna ibu tirinya adel, klo emng bener kasihan adel, punya tante jahat, bukan jahat lagi tp ibu tiri kejam.
2022-09-08
0
Puji Lestari
Darah tingginya kumat tuh mak tirinya Adel 😅😅
2022-09-03
0