sore hari adelia pulang kerumah dan menyampaikan apa yang dikatakan ibu rafa agar pernikahan dilakukan secara sederhana dan disegerakan
adel yang merasa mungkin inilah saat takdirnya berubah. adel tak harus melihat ayahnya yang tertekan karena bu mira yang selalu saja mencari kesalahn adel
dengan adel menikah dan pergi dari rumah orang tuanya mungkin itu yang terbaik untuk semunya
setelah orang tuanya menyetujui dengan rencana ibu rafa. adel menghubungi rafa yang entah mengapa akhir ini sulit dihubungi
"halo sayang, aku ada kabar gembira!" adel berteriak bahagia
"iya ada apa" rafa membalas ucapan adel ditelfon
"orang tua kita sudah setuju kita menikah, dan akan dilaksanakan satu minggu lagi. aku ngga sabar mau jadi istri kamu sayang" adel memcurahkan isi hatinya
"kamu yakin kita akan menikah secepat itu del?" pertanyaan rafa membuat adel berhenti bicara sejenak
"sebenarnya kamu sayang ngga sih sama aku, kalau memang engga ya udah kita putus aja sekarang jadi ngga perlu sibuk kita menikah" air mata adel tak terbendung sepertinya dirinya lah yang bersemangat untuk menikah
jawaban kekasihnya seolah belum ingin menikah secepat ini. ataukah mungkin tak ingin menikahi adel
"bukan gitu sayang! maksud aku apa kita ngga buru buru" elak rafa
"buru buru? kita pacaran sudah hampir tiga tahun kak kalau memang kamu ngga siap sebaiknya kita ketemu bicara dengan semua anggota keluarga kita" adel yang sudah tersulut emosi mulai tak bis menguasai dirinya
"tenang dulu adel. jangan bilang yang macam macam! aku sayang banget sama kamu" rayu rafa
"ya sudah kita menikah minggu depan aku juga ingin hidup berdua bersama mu, kamu tenang ya" ucap rafa
seketika adelia pun luluh
ini kali pertamanya bagi adel berpacaran dan menjalin hubungan dengan lelaki. adel yang poloa dan mudah percaya dengan omongan manis pacarnya
namun adel tetap menjaga kehormatannya sebagai wanita. itu prinsipnya hanya suaminya lah yang nanti akan menerima mahkotanya
"ya sudah besok kakak jemput aku ketoko dan bicara pada ayah" pinta adel
"iya sayang kakak akan datang besok ya, sekarang sudah malam ayo tidur" suara yang paling membuat adel nyaman saat ini hanyalah rafa
adel memiliki sahabat saat kuliah tapi pulang kekampung halamanya yang cukup jauh dari rumah adel. hanya komunikasi lewat ponsel dan kadang saling bertukar cerita
*****
sesuai janjinya rafa datang dan mengatakan apa yang disampaikan oleh ibunya sebelumnya pada adel.
sebenarnya rasa takut dan belum siap.untuk rafa menikahi adelia. difikiranya komitmen akan menghalanginya bertemu dengan teman temannya. akan banyak aturan yang dirinya tak suka
terlebih melihat kasus rumah tangga orang tuanya.yang gagal. rafa sedikit terpaksa
"sampaikan pada ibumu, kami siap menyambut calon besan dan juga tak perlu memikirkan masalah biaya" pesan pak zaki pada calon menantunya
"iya yah" jawab rafa singkat
"kami pamit dulu ayah" pamit adel dan rafa bergantian
bu mira yang mendengarkan percakapan pak zaki dan rafa merasa senang. kini bebannya berkurang satu pikirnya
"disti kamu bisa kuliah dimana pun yang kamu mau nak, ibu yang akan kelola toko ayah satunya lagi biar uang ibu makin banyak" bu mira tertawa kegirangan membayangkan betapa nikmatnya hidup tanpa adel yang menjadi penghalangnya untuk mengusai harta ayahnya
"bu jangan begitu" disti menginggatkan sang ibu
"ngga usah menasehati ibu, kamu harus jadi wanita karir biar dapat laki laki kaya!" bu mira makin menjadi jadi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Bzaa
aihhhh ibu tiri hanya cinta, kepada hartaku saja😆
2022-12-19
2
👙⃝᜴ᵍᵉᵐᵇᶦᶫ👻ᴸᴷ
lanjut.... semangat....
2022-09-23
1
Sujirah WP
mau jadi ibu tiri itu kalau calon suami ny kaya/beduit...
2022-09-17
1