adel berjalan lemas keluar dari komplek rumah rafa yang lama. bak ditelan bumi rafa meninggalkan adel begitu saja
apakah rafa dalam bahaya atau seperti apa sekarang. begitu banyak pertanyaan dibenak adel saat ini
adel mulai menghubungi teman dari rafa ada beberapa nomer teman rafa yang adel punya namun tak ada satupun yang mengangkat panggilan telfonya
rasa takut dan putus asa membuat adel berlutut dijalan dengan cahaya matahari yang mulai meredup. kemana harus pergi saat ini bahkan dirumahnya sudah tak memiliki tempat lagi
"mbak kenapa?" seorang satpam komlpek menegurnya
"ngga apa apa pak, saya hanya sedang lelah berjalan" jawab adel asal
Tangisnya tak lagi menetes hanya rasa sesak yang tak bisa dihempaskan, tapi adelia yakin jika rafa tak akan meninggalkannya
"kak rafa hanya sedang dalam masalah, pasti nanti akan menjemputku" gumamnya menyakinkan dirinya sendiri
adel melangkah keluar komplek perumahan rafa dan memberhentikan tukang ojek, adel memberitahukan alamat tokonya untuk sementara ini adel akan tinggal disana sambil mencari suami dan ibu mertuanya
adel tetap bersemangat selama ini hidupnya sudah amat pahit jadi baginya sekarang sudah terbiasanya dengan hal seperti ini.
"terima kasih pak" ucap adel membayar tukang ojek dan membuka pintu toko
yang didalamnya memang memiliki satu kamar biasanya untuk istirahat dising hari
adel masih mencoba menghubungi rafa namun nomernya msih belum bisa dihubungi, "mungkin besok kak rafa akan menghubungiku" lagi lagi adel meyakinkan dirinya
untung saja toko adelia tak terlalu jauh dari perkampungan dan banyak yang tinggal disekitar tokonya. rasa lapar kini menyerang perutnya yang dari pagi belum diisi
adel memutuskan untuk membeli makanan dengan sisa uang yang dipegangnya, besok akan dapat uang lagi setelah membuka toko
orang tuanya pun tak ada yang memberi kabar atau sekedar bertanya. adel sudah pasrah jika memang ini jalannya yang pasti dia masih akan mencari suaminya
menangispun tiada arti, adelia menghubungi teman kuliahnya yang sudah bekerja disebuah perusahaan cukup terkenal
"halo citra, sedang sibuk kah?" tanya adel pada sahabatnya yang sudah lama tak bertemu melalui panggilan telfon
"ya ampun adel, kemana saja! aku pikir sudah melupakanku" kesal citra yang sudah lama adelm tak memberinya kabar bahkan nomer ponselnya pun ganti
"ponselku hilang kecopetan dijalan, untung saja aku menghafal nomermu" ucap adel
"kenapa suaramu begitu? kau sedang ada masalah?" tanya citra
hanya pada citra del mampu menceritakan semuanya namun untuk hal ini adel belum mau banyak cerita kepada siapa pun.
"aku hanya ingin mengabari jika aku sudah menikah dengan kak rafa" ucap adel
"kamu menikah dan tak mengundangku! sahabat macam apa kau ini" ucap citra marah
adel menceritakan bagaimana dirinya menikah secepat itu, citra pun paham karena tahu bagaimana sikap ibu titinya yang dulu pernah bertemu dengan nya
"kau mau kado apa dariku?" tanya citra
"doakan saja pernikahanku selalu bahagia" ucap adel
"tentu saja"
keduanya mengakhiri obrolan telfonnya dan mulai bermimpi, adel masih tak bisa terlelap memikirkan suaminya
**
ditempat lain
"pasti adel sedang makan mewah dan enak hingga tak mengabari orang tuanya" ucap bu mira
pak zaki tak menjawab apapun dalam hatinya merasa gelisah tapi tak bisa menghubungi anaknya karena takut mengganggu
"bu disti minggu depan mau masuk kuliah ngga punya baju!" ucap disti pad bu mira
"besok kita cari baju yang banyak agar anak ibu ngga malu" ucap bu mira senang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Erlinda
pak Zaki terlalu lemah jd lelaki
2023-08-11
2
Bzaa
aihhhhhh bisa2 nya si ibu berpikir an bgtu
2022-12-19
1
⚔️👑21N
Mak tiri jehong
2022-09-01
0