Berbohong

Bella pulang ke rumahnya dengan perasaan yang sangat dongkol, wanita bertubuh mungil itu menghentakkan kaki ke lantai marmer rumahnya, dia benar-benar merasa sangat kesal karena ulah Reynal dirinya gagal melanjutkan menyusun skripsi.

Padahal taman tersebut sangat lah cocok untuk dirinya yang sedang ingin ketenangan agar memudahkan dirinya menyusun skripsi.

“Ah … siapa sih dia? Kenapa wajahnya sangat asing? Tapi, aku gak bisa ingat dia sama sekali. Sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi? Aku sangat kesal karena dia datang mengganggu ketenanganku.”

“Mana dia udah curi ciuman pertama aku lagi, ck. Padahal aku ingin suami ku kelak yang mengambil ciuman pertama ku?! Benar-benar menjengkelkan … dasar cowok gila bau jigong!”

“Tapi … sebenarnya tidak, bibirnya sangat manis dan aroma maskulin nya buat aku nyaman.”

Bella tersenyum kecil ketika teringat akan ciuman pertamanya tadi. Wanita itu merasakan ada yang tidak asing.

Seperti pernah merasakan manis bibir Reynal.

“Siapa yang datang dan curi ciuman kamu?” Suara bariton terdengar menyeramkan dari belakang Bella.

Membuat wanita cantik itu merasa bulu roma nya berdiri, Bella merutuki dirinya karena telah menggerutu sembarangan tempat.

Bisa gawat bila keluarganya tahu bahwa bibir nya tidak lagi perawan, karena aturan dalam keluarganya sangat ketat antara lawan jenis.

Sedari dia kecil ayahnya selalu membatasi hubungan Bella dengan laki-laki. Bukan ingin mengekang, tetapi prinsip Kemal ayahnya Bella sangatlah teguh.

Di mana istri dan anak-anaknya itu sangat lah berharga dan tak boleh ada yang berani menyentuhnya selain pemilik mereka kelak, dengan kata lain suami istri mereka masing-masing.

“Papa.” 

Bella membalikkan tubuhnya, wanita itu tertawa cengengesan karena merasa sangatlah gugup. Dia takut ketahuan pada Reynal dan di marahi oleh sang ayah.

Andai saja Bella tahu bahwa dia sudah pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, pastilah wanita itu tak setakut ini.

“Siapa yang ciuman, Pa?” tanya Bella pura-pura tak tahu.

Dia memasang wajah WATADOS alias wajah tanpa dosa membuat Kemal sangat susah mencari kebohongan di wajah Bella, karena wajah putrinya itu sangat menggemaskan bila sedang memasang WATADOS.

“Kamu tadi bilang kalau ada pria yang mulutnya bau jigong curi ciuman kamu, dia juga udah mengganggu kamu menyusun skripsi. Cepat jelaskan pada Papa apa yang sebenarnya terjadi saat kamu berada di luar rumah tadi!” tegas Kemal tak ingin di bantah.

Jantung Bella berdegup kencang, wanita cantik itu sangatlah ketakutan, dia tak mungkin berbohong karena takut kuwalat.

“Haduh … sakit!”

Bella memegang kepalanya berlagak pura-pura sakit agar Kemal tak lagi bertanya tentang siapa pria yang telah mencuri ciuman pertamanya itu.

Dia tak ingin membuat ayahnya murka dan mengurung dirinya di rumah karena tak ingin ada orang yang menciumnya lagi. Kemal adalaah tipikal ayah yang sangat protektif pada anak dan istrinya.

Pria paruh baya itu tidak akan membiarkan siapapun menyentuh atau menyakiti anak-anaknya. 

“Sayang .. kamu kenapa, Nak?” Kemal panik melihat Bella yang terlihat kesakitan, dia takut bila ternyata penyakit Bella kambuh.

“Kepala Bella pusing, Pa! Kayaknya Bella kurang istirahat!” Bella berkata dengan nada suara yang pelan membuat Kemal percaya pada aktingnya.

Bella tak berbohong bahwa dia kurang istirahat karena selama dua minggu belakangan dia sedang menyusun skripsinya. 

“Ya sudah kalau begitu Papa gendong kamu ke kamar biar kamu bisa istirahat. jangan pikirkan skripsi lagi, karena papa tahu kamu sakit kepala karena pusing mikirin skripsi kamu yang udah di tolak 2 kali!”

Kemal menggendong putrinya itu ala bridal styel. Dia merasa khawatir sekaligus kesal karena takut bila Bella kenapa-kenapa.

Dia kesal karena dosen di kampus Bella sudah menolak skripsi Bella dua kali. Selama ini diam dan membiarkan putrinya mandiri tanpa boleh memakai nama Lubis di belakangnya.

Oleh sebab itu banyak orang-orang yang semena-mena pada Bella. Terlebih lagi putrinya itu sangat suka berpenampilan sederhana, sama seperti ibunya dulu saat PDKT dengannya.

“Sepertinya Papa harus turun tangan buat kasih pelajaran dosen kamu itu. Mana boleh main tolak skripsi udah dua kali! Apa mereka gak mikir gimana capeknya kamu menyusun nya … apa mereka juga gak ingat masa-masa mereka kuliah dulu! Kenapa malah menyulitkan kalian.”

Kemal menggerutu kesal seraya merebahkan putrinya itu di atas ranjang. Bella merasa sangatb senang mendengarnya karena dia juga merasa sangat kesal pada dosen muda yang songong itu.

“Bener, Pa. Dosennya songong banget! Mana galak juga … padahal dosen aku yang dulu malah memuji skripsi ku. Tapi, dosen killer satu ini bener-bener perfeksionis … salah titik dan koma aja disuruh revisi ulang.”

Bella berbinar bahagia melupakan aktingnya yang harus pura-pura sakit.

“Eh … kamu bukannya lagi sakit? Kenapa bisa menggosip dosen kamu, Bell?” tanya Kemal heran.

“Aku sakit, bukan mati, Pa!” jawab Bella polos.

*

*

*

Wkwkwk … si Bella memang rese sama ayahnya

Bersambung.

Jangan lupa like komentar vote dan beri rating lima yah kakak.

Salem Aneuk Nanggroe Aceh DArussalam.

Mau lagi? Perbanyak komentar ya kakak.

mampir juga ke novel temen author

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

aduh Bella, ternyata ayah mu percaya juga 😂

2024-08-08

0

Wati_esha

Wati_esha

Hish .. Bella mulai bermain peran.

2023-08-07

0

Wati_esha

Wati_esha

Tq update nya..

2023-08-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!