Imbalan Reynal

Reynal memang sengaja tidak masuk kantor, karena ingin membuntuti Bella. Pria tampan itu tak bisa hidup tenang, bahkan Reynal selama ini mengidap insomnia karena terbayang-bayang pada rasa bersalahnya pada Bella.

Pria itu juga selalu merindukan Bella dan juga anaknya yang sampai saat ini dia tak tahu berada di mana. Karena keluarga Lubis menutup rapat urusan privasi mereka.

“Waw … ganteng amat!”

“Gila, pesonanya hot banget.”

Banyak mahasiswa yang berteriak histeris saat melihat Reynal turun dari mobilnya masuk ke dalam halaman kampus. Pria itu mengetahui dari bawahannya bahwa Bella sedang menyusun skripsi karena akan segera sidang dan wisuda.

“Aku ingin tahu siapa dosen yang udah menolak skripsi istriku, berani kali dia membuat Bella kesusahan,” gumam Reynal pelan.

Pria itu acuh tak acuh pada kerumunan mahasiswa yang sedang mengaguminya. Dia bukan lagi anak muda yang haus akan pujian, namun pujian Bella untuknya di masa lalu sangat ingin ia dengar lagi.

Reynal bertanya pada mahasiswa laki-laki tentang letak ruangan Dika. Setelahnya Reynal langsung menuju ke ruangan Dika.

Brakk.

“Apa yang kamu katakan tadi!”

Reynal mengernyitkan dahinya ketika mendengar suara meja yang digebrak oleh seseorang.

 “Apa yang terjadi di dalam?” tanya Reynal pada dirinya sendiri.

Reynal melebarkan matanya saat mendengar suara yang tak asing berada dalam ruangan Dika.

Tanpa pikir panjang Reynal segera masuk ke dalam ruangan tersebut.

*

*

“Kamu …” Dika menatap tajam Bella seolah ingin melahap wanita itu hidup-hidup. Dika ingin memarahi Bella, namun dia harus mengurungkan niatnya saat seseorang tiba-tiba masuk tanpa permisi ke dalam ruangan nya.

“Jangan bentak istriku!” tegas Reynal dengan suara dinginnya membuat Bella segera menoleh ke belakang.

Wanita itu merasa kesal dan bahagia dalam waktu bersamaan, karena Reynal datang di waktu yang tepat, pastinya Dika tak jadi marah padanya karena sudah ada Reynal.

Kesal karena mengapa harus Reynal yang datang bukan pria lain yang membelanya.

“Anda siapa?” tanya Dika dengan nada yang dingin, memandang tak suka pada Reynal.

“Saya Reynal Wijaya CEO perusahaan ITK grup.”

Pria tampan itu berkata dengan nada yang sangat tenang tersenyum sinis ke arah Dika. Lagi-lagi dosen killer itu tersenyum saat mendengarnya.

Dia tersenyum sinis karena penilaiannya pada Bella yang semakin buruk, karena banyak orang kaya yang melindungi Bella.

‘inilah sebabnya aku tidak suka wanita yang berasal dari keluarga kaya raya, sebab pasti mereka hanya tahu jalan tikus untuk mendapatkan keinginan mereka.’ batin Dika tak suka.

Padahal Bella jelas berbeda dengan gadis kaya pada umumnya karena pakaiannya saja sangat sederhana dan murah.

Namun, karena rasa tak sukanya pada gadis kaya membuat pria dingin itu memukul rata semuanya.

“Oh … saya baru tau kalau ternyata kamu sudah menikah!” ujar Dika dengan nada tenang membuat Bella menelan ludahnya.

Wanita itu ingin segera pergi dari ruangan itu karena merasa sangat sangat pengap melihat Dika yang menatap sinis dirinya sedari tadi.

‘ini dosen ada dendam kesumat apa sih? Kenapa cara pandangnya seperti benci banget sama aku?’ batin Bella bertanya-tanya dalam hati.

“He he.” Bella hanya tertawa hambar karena tak tahu menjawab apa.

“Kamu sudah memberikan skripsi mu, Sayang?” tanya Reynal merangkul pinggang Bella posesif di hadapan Dika.

Pria itu ingin mengambil keuntungan, karena saat ini Bella sedang bersandiwara.

‘dasar pria luknut … main ambil keuntungan aja dari aku’ batin Bella kesal.

“Sudah,” jawab Bella tersenyum palsu.

“Kalau begitu saya dan istri saya pamit dulu!” Reynal segera membawa Bella keluar dari ruangan Dika.

*

*

“Lepas!” Bella mendorong kasar tubuh Reynal saat mereka sudah tiba di tempat sepi yang tak ada seorang pun selain mereka di sana.

“Aku minta imbalan ku, karena udah nolongin kamu tadi!” ujar Reynal tersenyum penuh arti membuat Bella merasa was-was.

“Jangan macam-macam kamu ya, nanti aku sliding kalau kamu berani macam-macam!” tegas Bella dengan wajah garangnya.

Reynal merasa geli melihat Bella yang seperti kucing nakal. Ingin sekali dia memeluk dan membawa Bella ke hotel karena merasa sangat gemas pada wanita yang dikira masih berstatus istrinya itu.

“Aku gak akan macam-macam karena aku hanya satu macam, Sayang!”

Reynal mendekati Bella hingga Bella merasa terpojok dan tak bisa lari lagi, karena Reynal mengurung tubuhnya dalam kukungannya.

“Ap–.”

Eummm.

*

*

Wkwkwk ,,, tenang bestie, jangan panas dulu karena kita biarkan dulu si Reynal di atas wkwk.

Bersambung.

Jangan lupa like komentar, vote dan rate 5

Salem Aneuk Nanggroe Aceh.

Terpopuler

Comments

Nonik Anda Swl

Nonik Anda Swl

lemah

2025-03-07

0

sihat dan kaya

sihat dan kaya

aduhaiiii.... itu perlecehan Thor...

2024-08-29

0

Wati_esha

Wati_esha

Tq update nya ya.

2023-08-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!