Dia anak siapa?

Bella pulang ke rumah nya dengan perasaan yang bahagia. Wanita mungil itu berlari memeluk erat tubuh sang ayah yang sangat ia rindukan selama berada di Dubai.

"Papa … hiks … aku rindu Papa!" Bella meneteskan air matanya karena merindukan ayahnya.

"Papa, juga rindu sama kamu, Sayang!" Kemal membalas pelukan putrinya itu lalu ia cium puncak kepala Bella berulang kali.

Bilqis juga memeluk erat tubuh mungil anaknya itu. Bilqis tak dapat menahan tangisnya karena bisa melihat putrinya lagi bisa sehat dan bugar.

Ibu mana yang sanggup bila melihat putrinya terbaring lemah bak mayat hidup di rumah sakit. Dengan rambut yang perlahan rontok sampai botak tak tersisa.

Ibu mana yang akan sanggup bila melihat video putrinya yang menangis saat melakukan kemoterapi. Bilqis tahu bahwa menjalani kemoterapi sangatlah sakit.

Bahkan, Bella dulu sampai tak bisa berbicara dengan baik karena rasa sakit yang menggerogoti nya. Orang-orang yang melihatnya pasti mengira umur Bella takkan panjang lagi.

Sama seperti dokter yang menanganinya sempat angkat tangan. Namun, kuasa Allah memberikan Bella mampu bertahan dan sehat seperti sedia kala.

"Terima kasih karena sudah mau bertahan, Nak! Kamu itu pelita Mama. Kalau kamu gak ada maka hidup Mama akan gelap! Mama mohon mulai sekarang kamu lebih terbuka sama Mama. Jangan ada lagi yang kamu sembunyikan!"

Bilqis berkata dengan air mata yang berderai. Dia yang mengira anaknya selalu baik-baik saja karena Bella selalu ceria dan tampak bahagia.

Ternyata sedang berjuang keras melawan penyakitnya seorang diri. .

"Aku hanya gak mau kalau Mama dan Papa sedih! Makanya aku gak pernah bilang, Ma!" balas Bella di sela-sela tangisnya.

Semua yang berada di sana meneteskan air matanya. Terkecuali Om Yogi yang pada dasarnya jarang menangis.

Bahkan Arka Cs juga ikutan menangis. Mereka tahu betul bagaimana perasaan Kemal dan Bilqis yang hancur saat mengetahui Bella menderita kanker otak stadium akhir.

"Diam kamu itu membuat kami semua terluka, Sayang! Kami merasa bodoh dan gak berguna karena membiarkanmu berjuang sendiri untuk sembuh! Bagaimana bisa kami tertawa di saat kamu diam-diam menangis menahan sakit!"

"Kamu ini anak Mama dan Papa! Banyak orang-orang yang menyayangi kamu, ada para paman mu juga! Paman Dimas adalah dokter! Dia yang paling sedih karena gak tahu kalau kamu sakit kanker."

"Kamu kira dengan diam nya kamu itu bisa membuat kami semua bahagia, hah?! Nggak, Sayang! Nggak ada orang tua yang bahagia kalau tahu anaknya sakit. Tapi, lebih tidak bahagia lagi orang tua yang nggak tahu kalau anaknya sedang sakit!"

Bilqis memukuli Bella karena merasa marah. Bukan ingin menyakiti Bella, tetapi ingin meluapkan rasa takut nya selama ini bila suatu hari anaknya benar-benar pergi untuk selamanya.

Dia akan menjadi ibu yang tidak berguna.

Kemal segera menarik Bilqis dan memeluk erat tubuh istrinya itu. Sedangkan Bella dipeluk oleh Brayen, Bryan dan Baby.

"Kami semua sayang sama, Kakak! Kami bakal selalu ada untuk kakak. Jadi, please! Jangan pendam rasa sakit kakak sendiri lagi! Ceritakan sama kami kalau kakak sedang sakit dan sedih. Kita ini keluarga, bukan orang asing!"

Beby berkata di sela-sela tangisnya. Dia sangat menyayangi sang kakak, meski mereka sering bertengkar karena Beby yang sering meminjam baju Bella lalu lupa mengembalikan nya.

Begitu juga dengan Beby yang merasa kesal karena selalu disuruh-suruh oleh Bella mentang-mentang dia adik dan Bella kakak.

Tetapi, selebihnya mereka saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain.

Seorang balita laki-laki berumur dua tahun ikut menangis melihat orang-orang dewasa menangis.

"Huwaaa … Mama Mama ma ma!" tangis bocah itu kian melengking dalam gendongan Arka mertua Brayen.

Leo si mantan cassanova pun langsung mendelik menatap tajam Arka.

"Pasti Kenzo nangis karena kamu cubit ya, Ar!" tuduh Leo membuat Arka terkejut sedangkan semua mata langsung menatap tajam ke arah Arka.

Eh.

"Gila kamu, Le! Istighfar … udah tua, udah bau tanah masih aja jadi tukang fitnah!" sentak Arka seraya menepuk bokong bocah balita itu.

Bella yang melihat wajah bocah itu sangat mirip dengannya pun merasa bingung.

"Itu anak siapa, Ma, Pa? Kenapa wajahnya mirip aku? Apa Mama dan Papa punya anak lagi?" tanya Bella polos membuat hati semua orang yang mendengarnya sakit.

Dia anak kamu Bella jerit mereka semua dalam hati.

*

*

*

Semangat bagi emak-emak yang punya anaknya sakit keras seperti Bella. Percaya kalau keajaiban itu ada! Semuanya pasti akan indah pada waktunya.

Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️

Mampir juga ke novel temen author 🥰

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

akibat kemo,Bella melupakan anak nya.... kasian sekali

2024-08-08

0

Wati_esha

Wati_esha

Hiyyyyaaa Bella lupa ada anaknya.

2023-08-07

0

Wati_esha

Wati_esha

Tq update nya.

2023-08-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!