Tiga hari kemudian.
Reynal membuka matanya perlahan saat mentari masuk ke dalam celah-celah jendela kamarnya. Pria itu tak bersemangat sedikit pun menjalani hari-harinya.
Ada rasa kehilangan dalam hidupnya. Tidak ada lagi yang membangunkan nya. Tidak ada lagi yang membuatnya merasa kesal dan tertawa dalam diam.
Sikap Bella yang anti di tindas dan konyol kerap kali membuat Reynal terhibur.
"Kenapa kamu pergi sih, Bell? Padahal aku belum siap jadi duda. Meski, kemarin-kemarin aku sempat ingin jadi duda agar bisa lepas dari kamu!"
"Tapi, sekarang aku udah gak mau jadi duda lagi! Aku cuma mau kamu ada di sini!"
Reynal menatap langit-langit kamar. Pria tampan itu meneteskan air matanya lagi. Dia benar-benar merasa sangat bersalah atas apa yang menimpa Bella.
Suara dering ponsel Reynal berbunyi. Ia pun mengangkat telepon dari sang ayah.
"Assalamu'alaikum, Pa."
"Wa'alaikumussalam. Sudah cukup waktu berkabung. Hari ini juga kamu masuk ke perusahaan lagi! Jangan membantah!" tegas sang ayah di seberang sana lalu mematikan teleponnya.
Reynal yang ingin menjawab pun terpaksa mengurungkan niatnya. Pria itu menghela nafas berat.
"Kenapa tidak ada yang mengerti posisi aku saat ini. Di bandingkan mereka semua yang sedih karena Bella sudah pergi untuk selamanya."
"Akulah yang lebih terluka karena rasa bersalah dan penyesalan menggerogoti jiwa ku! Bella, apa kamu lihat aku sekarang?"
"Apa kamu bahagia lihat aku seperti ini, Bell? Tentu aja kamu bahagia karena orang yang paling jahat sama kamu udah dapat karma nya!"
"Kamu benar, Bell. Ternyata karma tidak semanis kurma!" gumam Reynal tertawa getir.
Pria itu beranjak dari kasur king size nya. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Mau tak mau dia harus menjalani kehidupan nya kembali tanpa adanya sosok Bella di sampingnya.
Setelah selesai, Reynal keluar dari kamar mandi. Dia melihat ke atas ranjangnya yang tak ada lagi pakaian kantor.
"Aku benar-benar kehilanganmu, Bell! Tidak ada lagi yang beri aku perhatian sekecil apapun selain kamu, Bell!"
Reynal tersenyum miris. Dia segera melangkah masuk ke dalam ruang ganti dan memilih setelan jas kantor.
Reynal tak sengaja menyenggol sebuah buku yang berada di atas meja dekat lemari pakaiannya.
Brukk.
"Buku apa ini?"
Reynal memungut nya lalu melihat buku itu yang ternyata adalah buku diary.
Perlahan pria itu membuka nya dan membaca nama pemilik bulu yang tak lain adalah nama istrinya.
Bella Pahlevi Lubis.
Pria itu teringat di masa lalu bahwa dia kerap kali melihat Bella menuliskan cerita hari-harinya pada buku diary nya.
"Maafin aku, Bell. Aku rindu banget sama kamu! Jadi, izinin aku buat baca buku diary kamu!" gumam Reynal seolah-olah Bella mendengar nya.
Saat Bella masih ada, gadis itu mengatakan pada Reynal untuk tidak boleh membaca buku diary nya.
Karena saat itu buku milik Bella sempat di sentuh oleh Reynal dan Bella marah besar.
Flashback on.
"Stop!" teriak Bella menggelegar saat melihat Reynal ingin membuka buku diary nya.
Gadis mungil itu berlari ke arah Reynal lalu merebut paksa buku milik nya dengan kasar.
"Apa-apaan sih kamu, Bell? Kenapa pakai teriak segala macam orang yang lagi demo aja!" sentak Reynal menatap tajam Bella.
"Kamu itu yang kenapa, Kak? Lancang banget main buka buku diary milik orang! Gak sopan banget jadi suami! Upps … aku lupa kalau kamu memang gak tau sopan santun!" ejek Bella tak kalah tajam dari Reynal.
Reynal yang mendengarnya pun mengangkat tangannya ingin menampar Bella.
Namun, sebelum itu terjadi Bella lebih dulu menendang tulang kering Reynal kencang membuat pria itu langsung berlutut di hadapan Bella.
Auch.
"Silahkan kamu bersikap ketus, dingin dan berbicara kasar dengan ku. Tidak apa-apa aku akan terima dengan lapang dada!"
"Tapi, jangan coba-coba main tangan karena kalau sampai itu terjadi. Aku tidak akan segan-segan meremukkan tulang belakang mu!"
"Jangan kamu kira mentang-mentang aku wanita dan tubuh ku kecil. Begitu juga umur ku yang beda jauh dari mu! Aku tidak bisa melawan mu!"
"Ha ha … belum tahu aja kamu kalau aku sudah sabuk hitam dan master yang mengajariku ilmu bela diri adalah Om Togi yang di kenal sebagai singa bisnis dan harimau putih di dunia hitam!"
Bella berbicara menekankan perkataannya menatap tajam Reynal yang sedang meringis kesakitan.
"Kamu benar-benar istri durhaka!" maki Reynal membuat Bella mengedikkan bahunya tak acuh.
"Kamu yang lebih durhaka. Mana ada suami yang selingkuh di depan istrinya sendiri!"
"Kamu cemburu?" Reynal menatap remeh Bella.
"Lebih tepatnya tidak peduli!" jawab Bella cepat membuat senyuman remeh Reynal langsung pudar.
"Ingat! Jangan pernah buka buku diary ku. Kalau sampai kamu melanggar! Maka saran ku jangan tidur lagi di rumah. Karena aku takut ada setan gila yang masuk ke dalam tubuhku lalu menyembelih burung mu saat kamu sedang tidur nyenyak!" ancam Bella membuat Reynal meneguk ludahnya kasar.
Flashback off.
*
*
*
Kira-kira gimana reaksi Reynal baca buku diary Bella ya? 😜😜
Cerita ini penuh misteri dan plot twist ya kakak jadi mohon bersabar wkwkwkwk 🤣
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Ayden Raphael
xku FHM ceritanya🥲
2024-11-30
0
Dewa Rana
apa mereka dijodohkan ya
2024-08-30
0
Yunerty Blessa
akhirnya keinginan mu tercapai juga .. jadi jangan menyesal
2024-08-08
0