“Ah iya apa tujuanmu datang kesini? Menjelang gelap seperti ini tidak pernah ada seseorang yang datang ke tempat ini.”
“Guru besar memintaku untuk menyelidiki suatu tempat ... Kau adalah orang yang selalu menyendiri disini, apakah kau mengetahui banyak tempat disini?”
Bai An mengangguk, kawasan belakang perguruan adalah tempat yang paling nyaman untuknya. Sepi dan jauh dari bising murid-murid lain, ia disini juga lebih bisa menyatu dengan alam.
"Tentu, aku sering berjalan hingga ke padang hijau di kaki bukit."
"Lalu bagaimana dengan lembah Chou? Apakah kau tau banyak tentang danau misterius disana?"
"Yang benar saja, tidak ada danau disana."
"Kau juga tidak mengetahuinya?"
"Memang tidak ada danau."
"Ada, danau itu memang misterius, guru besar pun juga tidak mengetahuinya. Karena itu guru besar memintaku mencari tahu apa bahaya atau justru hal menarik disana."
***
Pantulan raja malam terlihat begitu jelas tergambar di danau, karena danau itu begitu bersih dan tidak pula beriak. Cahaya bulan menerangi tempat itu, meski sedikit remang tetapi sudah cukup membuat beberapa bunga yang tumbuh subur di pinggiran danau terlihat. Langkah kaki dua orang pemuda mulai terlihat di pinggir danau.
"Aku tidak pernah tau disini ada danau."
Bai An memang sering berkeliling di belakang perguruan bahkan tidak jarang sampai ke lembah Chuo tetapi tidak sekalipun ia tahu jika dibalik semak belukar ada sebuah danau seperti ini.
"Hmm, jika siang hari tempat ini pasti sangat indah bukan?"
Yuan mengangguk, ia pernah mendatangi tempat ini bersama Yihua tempo hari, tempat ini memanglah begitu indah. Tempat yang sangat cocok untuk digunakan untuk bersantai dan melihat keindahan alam yang menyejukkan.
"Tapi Yuan, sepertinya aku tidak merasakan energi lain selain energi yang tenang. Memang energi itu cukup besar tetapi energi ini kurasa tidak berbahaya."
"Bukan disini, mari ikut aku."
Yuan melangkahkan kakinya mengajak Bai An memutari setengah danau, dan sampailah mereka pada sebuah tangga batu yang kemarin sempat menarik perhatian Yuan.
"Sebuah ruangan bawah tanah?"
"Tertarik untuk masuk?"
Bai An mengangguk, "tentu saja."
Mereka berdua mulai memasuki tangga itu, sebuah lorong membentang tidak terlalu panjang tetapi gelap. Yang membuat Yuan dan Bai An saling tatap adalah di ujung lorong itu terlihat terang, seperti ada penerangan.
"Apakah ada orang yang menepati tempat ini?" tanya Bai An pada Yuan.
"Itu tidaklah mungkin kemarin saat aku kesini, tangga-tangga batu itu tertutup oleh rerumputan lebat."
"Kalau begitu mari kita kesana."
Yuan mengangguk dan lekas melangkahkan kakinya menuju ke ujung lorong.
Sebuah ruangan bawah tanah seperti ini sangatlah jarang dibuat di sebuah lembah atau daerah pepohonan, biasanya ruang bawah tanah tentu dibuat di perguruan untuk persembunyian atau di tempat yang dijamah manusia bukannya di sebuah tempat yang bahkan tidak ada pemiliknya seperti ini.
Mungkin jika itu gua yang terbentuk alami maka tidaklah aneh, tetapi ini memang sebuah ruangan yang sepertinya sengaja di ciptakan oleh seseorang.
Setelah sampai di ujung lorong, Yuan dan Bai An membolakan matanya. Sebuah pemandangan yang berhasil mengejutkan mereka adalah sebuah api yang berwarna biru yang berjejer sehingga membuat ruangan itu terang.
Api itu mengambang tanpa adanya kayu atau hal lainnya sebagai penyangga maupun bahan bakar.
"Mengapa bisa ada api abadi disini?"
"Api abadi memiliki energi yang besar, biasanya api abadi ini menjaga suatu tempat agar tidak tercemari energi hitam."
"Aku juga pernah mendengarnya Yuan, katanya tempat yang dijaga oleh api abadi tidak akan bisa dimasuki energi hitam."
Yuan menatap sekelilingnya, ruangan ini memang cukup luas. Dengan lantai, dinding dan juga atas adalah batu, yang sedikit aneh di dindingnya penuh dengan ukiran. Lalu pandangannya teralihkan pada dinding yang terdapat sebuah pintu di tengahnya, pintu itu terbuat dari emas dan juga dipenuhi dengan ukiran.
Tidak ada ganggang di pintu itu hanya ditenggahnya terdapat sebuah lubang kunci kecil.
Slapp,
Boom.
Saat Yuan mencoba menghancurkan pintu itu dengan tenaga dalamnya, justru kekuatan itu memantul untung saja mereka segera menghindar.
"Kultivasi setinggi apapun tidak bisa menembus pintu ini, hanya kunci darinya yang bisa."
"Masih ada pintu yang tidak bisa ditembus seperti ini?"
Yuan mengangguk. Jurus apapun justru akan memental dan menjadi boomerang untuk orang itu sendiri jadi tidak bisa ditembus, bukan hanya untuk pintu tetapi dinding batu juga menerapkan sistem yang sama.
"Aku jadi semakin heran dengan tempat ini, bagamana bisa dijaga dengan sistem yang begitu sulit ditembus. Apakah ada sesuatu di di balik pintu ini?"
"Aku juga tidak tahu, tetapi aku yakin yang mencipatakan sistem keamanan ini juga bukanlah orang biasa."
"Mungkinkah di dalamnya terdapat hewan spiritual yang memang dikunci di dalamnya?"
"Mungkin tebakanmu benar, jika kita menemukan kunci itu mungkin saja bisa mendapatkan inti dari hewan spiritual di dalam."
━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Asyiek....
2022-06-01
3
Koens Heru
terlalu singkat dan cuma satu chapter per hari, sulit bikin reader tertarik tuk selalu menunggu lanjutannya
2022-05-21
5
wik wik
lanjutt
2022-05-21
2