"Minumlah itu setidaknya kau tidak akan memiliki luka dalam setelah bertarung."
Yihua melemparkan sebuah botol kecil berisi sebuah ramuan, entah sedari tadi hatinya tidak bisa tenang mendengar Yuan akan berduel dengan Fan Yi.
Entah apa alasannya, Yihua juga tidak tahu.
"Aku tidak akan terluka par-"
"Diamlah, dan cepat minum!"
Yihua menyilangkan kedua lengannya di bawah dada, seperti seorang ibu yang tengah memarahi anaknya.
Melihat Yihua mendatanginya saja sudah membuat Yuan senang bukan kepalang. Tanpa pikir panjang Yuan meneguk ramuan yang rasanya sedikit pahit itu.
Setelah Yuan meneguk semuanya Yihua melangkahkan kakinya dari sana.
"Hei tunggu! Mengapa kau langsung pergi?" Yuan berhasil meraih lengan Yihua dan membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Lepas!"
"Mengapa kau sangat galak sekali Yihua."
Bukan apa-apa tetapi kesan pertama yang Yihua tangkap adalah seorang Xu Yuan yang pada malam hari mendatangi tempat latihan para gadis. Meski begitu Yihua tetap tidak tenang saat tahu Yuan akan berduel dengan Fan Yi.
"Ah Yihua, nanti aku akan berduel, kau tentu berharap aku menang bukan?"
"Sangat kekanakan! Bukankah ada pertandingan resmi antar murid setiap tahun? Mengapa masih berduel untuk mencari perhatian!"
"Bukan seperti itu, ada seseorang yang menantang tentu sebagai seorang lelaki aku harus menerimanya bukan? Jadi bukan aku yang kekanakan."
"Sama saja, kau tetap kekanakan!"
Setelah mengucapkan itu Yihua pergi dengan mempercepat langkahnya, Yuan tidak lagi menghambat gadis itu untuk pergi.
Ajakan dari Fan Yi ini memang kekanakan, tetapi jika menolak tentu Yuan yang akan meneriman lebih banyak cemooh dari murid lain. Tentu pria sejati tidak boleh takut apapun.
***
"Yuan kau yakin?"
Hanya sebuah anggukan yang menjadi jawaban dari pertanyaan Xingsheng itu.
Sekarang mereka tengah berada di tempat latihan dengan banyak sekali murid menonton, ada beberapa senior juga yang melihatnya.
Pertandingan seperti ini memang tidak dilarang oleh perguruan, memang sesekali di perlukan untuk melihat seberapa besar kemampuan murid.
"Ada apa ini?"
Pertanyaan itu berasal dari guru Gu Han Yi, atau yang akrab dipanggil guru Gu. Pengajar pelajaran bela diri sekaligus adalah kakak dari Gu Fan Yi.
Tentu guru Gu memadang adiknya penuh dengan tanya.
"Hanya duel antar murid saja kakak, untuk saling berlatih ketangkasan." ucap Fan Yi.
Sudah dikatakan jika duel seperti ini diperbolehkan, maka guru Gu sebagai guru bela diri pun menyetujuinya.
"Baiklah, tetapi seperti peraturan di perguruan duel tidak boleh sampai membuat cedera parah."
Kembali lagi ke arah Yuan, matanya justru sedari tadi menilik ke arah deretan penonton. Ia mencari sosok Yihua disana, tetapi sayang sekali tidak ia temukan.
Ting... Ting... Ting...
Sebuah alat perunggu dipukul menandakan dimulai duel itu, Yuan dan Fan Yi sama-sama maju ke tengah.
Yang melakulan serangan terlebih dahulu adalah Fan Yi, serangan itu sangat cepat tetapi Yuan berhasil menghindarinya dengan mudah. Setelah serangan pertama gagal, Fan Yi kembali melakukan serangan dari udara dengan kedua tangannya, tentu Yuan tidak tinggal diam dan berhasil memghindari tepat waktu.
Sorakan dari para penonton semakin menambah panas lapangan bertanding ini.
Beberapa serangan kembali Fan Yi lontarkan tetapi tidak membuahkan hasil, seakan Yuan sudah sangat memahami gerak gerik Fan Yi lalu berhasil menghindar tepat waktu. Namun, sampai sekarang yang Yuan lakukan hanyalah menghindar dan sama sekali tidak mengeluarkan jurus untuk menyerang balik.
Tentu hal ini membuat Fan Yi geram, emosinya semakin memuncak saat ia seperti orang bodoh karena hanya memberikan jurusnya pada angin kosong.
Fan Yi mengeluarkan pedang bulannya, senjata yang memang cukup hebat. Membuka pedang itu dan melemparkan sarungnga ke asal tempat.
Fan Yi menyalurkan energinya pada pedang itu, tetapi sekali lagi itu adalah pedang bulan yang hanya bisa dikendalikan dengan hati yang bersih. Hati Fan Yi dipenuhi dengan kesombongan terlebih saat ini emosinya tengah memuncak. Energi miliknya dan energi asli dari pedang bulan itupun saling bertolak belakang.
Pedang bulan hilang kendali dan terbang melesat sendiri tanpa arah, untung saja Yuan cepat tanggap. Ia melompat ke udara dan menjulurkan tangannya, sebuah tali tak kasat mata menangkap pedang itu lalu membuatnya tertarik ke arah tangan Yuan.
Terlambat sebentar saja pedang itu pasti sudah melesat dan melukai banyak orang. Para gadis berteriak melihat Yuan yang begitu keren menghentikan pedang itu.
Setelah pedang itu berada di tangannya Yuan beranjak ke arah Fan Yi.
"Sudah kukatakan, kau tidak akan bisa mengendalikan pedang bulan jika hatimu tidak bersih."
Tentu saja kalimat itu menyulut emosi Fan Yi lebih dalam, bukannya berterimakasih Fan Yi justru meraih pedang itu dan menyerang Yuan. Serangan itu dilakukan dengan bertubi-tubi, seperti seseorang yang tengah menghabisi musuh tetapi Yuan terus saja menghindarinya.
Para senior mulai memperingatkan Fan Yi agar lelaki itu menghentikan aksinya tetapi seakan tuli Fan Yi terus menyerang Yuan. Bahkan sekarang tangannya juga ikut mengeluarkan jurus pada Yuan, karena Yuan yang terus menghindar jurus itu justru mengenai penonton.
Tidak bisa membiarkan Fan Yi yang bisa saja melukai lebih banyak orang, kali ini Yuan naik ke udara mengeluarkan sebuah jurus untuk Fan Yi, tetapi berhasil ditepis.
Karena Fan Yi sudah berada di dekatnya, Yuan mencipatakan pedang-pedang dari es yang langsung melesat ke arah Fan Yi dan membuat Fan Yi tumbang saat itu juga. Darah menyembur dari mulut Fan Yi sebelum ia menutup matanya.
"Apa yang kau lakukan pada adikku?" Guru gu yang sedari tadi diam saja melihat Fan Yi menyerang dengan membabi buta sekarang terlihat sangat marah saat melihat kondisi Fan Yi.
Sedangakn para penonton terlihat terkejut, mereka awalnya sudah menduga jika Yuan akan dikalahkan sangat mudah oleh Fan Yi. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, Fan Yi tidak bisa melukai Yuan sedikitpun dan justru Fan Yi tumbang hanya dalam satu serangan.
"Bawa adikku pada tabib!"
Teman-teman Fan Yi segera mengangkat tubuh Fan Yi.
"Kau sudah melukai adikku! Bukankah kau tahu jika tidak boleh melukai sampai parah!"
Yuan menghela nafas kasar, sedari tadi Fan Yi menyerangnya dengan jurus mematikan, jika tidak menghindar juga dirinya akan terlukan parah. Jangan lupakan serangan membabi buta Fan Yi, bahkan Fan Yi tetap menyerang dan tidak peduli jika ada orang lain yang terluka karena serangannya.
Lalu apa yang dilakukan guru Gu? Dia diam saja bahkan saat para senoir meneriaki Fan Yi untuk berhenti. Katakan saja jika harga diri itu lebih penting.
"Jika aku tidak menghentikannya Fan Yi akan melukai banyak orang dengan jurusnya yang tanpa arah itu, Guru."
"Marilah aku akan membawamu pada guru besar agar kau mendapatkan hukuman cambuk!"
Sebuah ketidakadilan yang begitu ketara, siapa yang salah dan siapa juga yang harus mendapatkan hukuman. Tentu Yuan tidak akan membiarkan itu terjadi pada dirinya.
"Sekarang aku tanya, berapa banyak serangan yang sudah diberikan Fan Yi? Begitu juga dengan serangan bertubi-tubi itu yang kapan saja membunuhku jika aku tidak berhasil menghindar. Guru Gu tentu bukan orang bodoh yang bisa melihat jika jurus dari Fan Yi itu juga jurus yang berbahaya ... aku hanya mengeluarkan satu serangan dan kebetulan serangan itu mengenai Fan Yi, lagi pula dia tidak akan terluka parah hanya pingsan karena tubuhnya terkejut saja."
Guru Gu diam, amarah memang memenuhi hatinya, ucapan Yuan itu begitu menggores nama baik nya karena disini sangat banyak orang. Tetapi ucapan itu benar, memang Fan Yi juga mengeluarkan jurus yang berbahaya juga.
Pada akhirnya guru Gu melangkah pergi dengan hatinya yang terus menyumpah serapahi Yuan.
...━━━━━ The Legend of Sword Lord ━━━━━...
Suka dengan cerita ini?
Jangan lupa berikan like dan juga sebuah kalimat di kolom komentar sebagai bentuk aparesiasi, setiap jejak kalian sangat dihargai!
Terimakasih and love you full.
With love,
Khalisa🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Ngurah Panji
aneh...,dlm 1 perguruan besar ternama membenarkan perkelaian terbuka, rendah banget martabat perguruan tsb
2025-02-09
1
adjal
naif
2022-06-11
2
Jimmy Avolution
Nice....l
2022-06-01
1