🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Ara yang di sodorkan kartu ajaib oleh Gala tentu langsung mengambilnya dengan kasar, ia yang berharap Gala akan marah seperti biasa malah justru memberinya card unlimited, tentu ini di luar dugaan Ara yang biasanya mendapat penjagaan ketat dari Gala.
"Ara pergi, Assalamu'alaikum" pamitnya dengan sangat ketus tanpa mencium tangan siapapun yang ada di meja makan.
Gadis itu berjalan dengan sangat tergesa. Namun, saat melewati bufeet besar ia kembali membalikkan tubuhnya.
"Kak Sean jadi ngajak pacaran gak sih?" teriak Ara, dengan mata melirik kearah Gala yang nampak santai.
"Ah, Iya hayu" jawab Sean sambil bangun dan berpamitan pada Bumi dan Khayangan.
"Gue lecetin dikit boleh gak?" bisik Sean menggoda Gala yang dadanya naik turun menahan geram.
"Lo berani sentuh dia, gue pastiin besok lo makan pake kaki" ancam Gala tak main main sampai pria beralis tebal itu menelan Salivanya kuat kuat.
Sean tersenyum kecil meski hatinya berdebar hebat, ia tahu jika Sahabatnya itu tak pernah bercanda jika sudah menyangkut Ara.
.
.
"Ra...." panggil Gala saat gadis kecilnya sudah ada di teras rumah, ia menoleh dengan sedikit harapan.
"Pakai jaketnya ya, dingin" ucap Gala penuh perhatian, tutur kata yang lembut membuat Ara ingin mencakar wajah tampannya yang kini sedang tersenyum.
"Makasih, gak usah kirim pesan apapun ke Ara, gak usah telepon telepon Ara. Pokonya Ara mau pacaran tanpa gangguan!" cetusnya semakin kesal.
"Iya, Ara. Kakak gak ganggu kok" balas Gala dengan seulas senyum di ujung bibirnya, sambil berkata dalam hati.
Tapi kakak tetep akan mantau kamu dari jauh, Ra.
.
.
.
Motor besar Sean berhenti di sebuah taman, begitu banyak muda mudi sedang menikmati live music yang di lakukan oleh musisi jalanan tapi soal suara rasanya tak perlu di ragukan.
"Mau pesen minum atau makan?" tawar Sean pada Ara yang sudah duduk beralasan tikar dengan meja kecil di tengahnya.
"Makan dong, Kak Sean kan udah keburu nyulik Ara sebelum makan malam" Ucapnya masih dengan nada kesal.
"Iya.. iya! Mau makan apa aja?" tanya Sean yang siap menghafal deretan permintaan Ara, karna yang ia tahu perut gadis cantik di hadapannya ini bisa menampung banyak makanan.
"Ketoprak aja" jawabnya singkat.
"Hah? apa. Ketoprak?" Sean memastikan kembali apa yang barusan ia dengar.
"Hem, sama air mineral. Ara gak mau yang manis manis. Karna yang awalnya manis ternyata ujung-ujungnya bikin mules"
Sean tertawa dengan apa yang di ucapkan Ara, ia paham betul maksudnya tapi Sean lebih memilih tak menimpali.
"Ya udah, kakak pesen dulu ya. Kamu tunggu disini dan jangan nengok ke atas" pesan Sean.
Ara yang bingung langsung mengernyitkan dahi.
"Kenapa?"
"Tar kamu di ketawain tuh sama yang di atas pohon" jawab Sean sambil berlalu meninggalkan Ara yang membulatkan kedua matanya.
Ara duduk sambil mengeratkan jaket yang ia kenakan, Jaket berwarna putih yang dipakaikan Gala sebelum ia pergi bersama Sean.
"Pacar, kok bengong kenapa?" tanya Sean setelah kembali dari memesan dua porsi ketoprak.
"Kakak tau gak?"
"Enggak, kan Pacar belom cerita" kekeh Sean, ia sengaja mengeraskan kata Pacar karna ada Gala di balik pohon yang kini menjadi sandaran Ara.
.
.
Ada kisah antara bulan dan matahari yang saling merindukan. Tapi mereka tak pernah saling berjumpa. ketika matahari datang, bulan pergi dan begitu pun sebaliknya sampai akhirnya Tuhan menciptakan Gerhana sebagai bukti jika tak ada yang mustahil untuk cinta bertemu. Meski harus tetap saling menjaga jarak hingga waktu mempertemukan keduanya lagi....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Ragil Saputri
gala ngintilin Ara takut diculek ma Sean 🤭🤭🤭
2023-07-02
0
flowers city
🤣😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-05-24
2
Susan Handayani
s gala kaya ocong pakai ngintip" 😅😅😅
2022-11-29
0