🍁🍁🍁🍁🍁
🌻🌻🌻🌻🌻
"Dasar bocah ingusan!"
Gala langsung keluar dari kelas Ara setelah melihat drama penolakan cinta si murid laki-laki tadi terhadap adik angkatnya. Bagaimana bisa Asmara menerimanya jika yang seperti Gala saja sering di tolak nya mentah mentah.
Mobil mewah keluaran terbaru milik sang Direktur kini melesat ke kantor cabang Rahardian Group. Banyak yang di pikirkan oleh Gala sepanjang perjalanan termasuk masa depannya. Rasa sayang yang jelas-jelas bukan sekedar perasaan adik dan kakak untuk Ara membuatnya terkadang frustasi sendiri menahannya.
Cinta bertepuk sebelah tangan.
Kereta besi Gala berhenti di parkiran VVIP khusus para petinggi perusahaan, gedung pencakar langit yang kini menjadi rumah keduanya.
Langkah kaki Gala begitu panjang namun santai menuju lift yang akan mengantarnya ke ruangan Direktur, ia hanya tersenyum tipis saat para bawahannya menyapa ketikan berpapasan.
Triiing.
Bunyi lift yang begitu menggelitik di telinganya menandakan jika tubuh tinggi tegapnya sudah sampai di lantai yang ia tuju.
"Selamat pagi, Tuan" sapa Cici, sekertaris Gala.
"Hem, pagi."
Gala yang hanya menyahut singkat terus melanjutkan langkahnya menuju ruangan Direktur tempat ia menyelesaikan semua pekerjaannya.
Cek lek..
Kedua alis Gala saling bertautan mana kali matanya menangkap sosok wanita cantik sedang duduk santai di sofa, rok pendek yang di kenakannya membuat setengah paha wanita itu jelas terlihat.
"Gala"
"Kamu lagi apa disini?" tanya Gala pada Jessy.
Jessy adalah teman Gala saat kuliah dulu yang kini bekerja menjadi asisten pribadinya, wanita seksi dengan bentuk tubuh sempurna terlebih di bagian dadanya sungguh sangat menantang kaum laki-laki untuk menyentuh atau mungkin menikmatinya.
"Nunggu kamu, Sayang" jawabnya sambil bangun dari duduk lalu berjalan mendekati Gala yang sedang membuka jasnya.
"Sini ku bantu"
"Gak usah, bacakan saja apa jadwalku hari ini" tolak Gala, ia memang begitu risih dengan sikap Jessy tapi di sisi lain Gala masih sangat butuh otak cerdas wanita itu.
Jessy lagi dan lagi hanya bisa membuang napas kasar, entah dengan cara apa lagi ia bisa menarik perhatian Gala yang sudah ia cintai selama kurang lebih dua tahun semenjak mereka masih sama-sama duduk di bangku kuliah dulu. Karna Jessy Langsung terpesona pada sosok pria yang kini menjadi atasannya.
Dan sampai detik ini pria itu masih memenuhi ruang hati Jessy, semakin Gala menghindar entah mengapa membuat Jessy penasaran belum lagi dukungan orang tuanya yang membuat Jessy seringkali bersikap nekat ingin menyentuh Gala.
"Sepadat itu?" tanya Gala soal jadwalnya.
"Hem, iya. Terakhir ada meeting sembari makan malam" jawab Jessy yang sudah selesai membacakan seluruh jadwal Gala seharian ini.
"Meeting malam ini apa tak bisa di rubah esok hari di jam makan siang, atau sebelum itu?" pinta Gala.
"No, sayang. Kamu sudah mengundur nya selama dua kali" tolak Jessy dengan tegas.
"Hem, baiklah" Gala menarik napas dan membuangnya secara kasar, ia pasrah dengan semua pekerjaan yang menumpuk di depannya kini.
Gala yang sebenarnya mempunyai adik kembar yaitu Aurora nyatanya justru menjadikanya seolah anak tunggal karna Sang adik tak begitu aktif di perusahaan karna ia lebih senang mengajar di pondok pesantren milik orangtuanya di banding bekerja di kantor dan itu tentu membuat Abi dan Uminya senang bukan kepalang, jadilah kini hanya Gala yang mengurus perusahaan seorang diri meski Abinya masih ikut turut andil sewaktu-waktu.
Sosok Gala yang sedikit cuek dan dingin membuat siapapun terpesona dan penasaran terhadapnya terlebih harta dan tahta yang ia miliki. Tapi dari begitu banyak wanita yang mengincarnya hanya ada satu gadis yang selalu acuh padanya siapa lagi kalau bukan Asmara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Jessy Cinta bertepuk sebelah tangan ke Gala,Gala Cinta bertepuk sebelah tangan ke Ara..Hadeeuuhh..
2024-08-16
0
Ragil Saputri
gatel ana Jessy panggil" sayang ke gala
2023-07-02
0
Susan Handayani
iya tuh s gala mau ja d panggil sayang kl mang dia g suka 🤪🤪🤪
2022-11-25
0