🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ya terus gue harus gimana?, Selama ini gue minta dia lewat doa, kangen dia dalam diam dan nunggu dia tanpa mengganggu. Gue rasa itu cara paling tepat mencintainya saat ini." ucap Gala lebih ke arah pasrah, hatinya tak sekuat orang kira karna tanpa ia sendiri juga sadar tetesan air matanya sering jatuh di sepertiga malamnya.
"Dia gak tolak lo karna gak suka lo?" tanya sean lagi.
"Entah, yang gue tahu dia selalu ngehindar saat gue ajakin di pacaran"
Plaaak..
Sean langsung memukul bahu sahabatnya itu sampai gala harus meringis kesakitan.
"Apaan sih!" sentak si pria tampan cucu kedua Rahardian itu.
"Ajak kawin kalo gitu, ya... gue rasa dia gak mau pacaran tapi langsung mau kawin"
Gala mengernyitkan dahi, ia tatap sahabatnya itu dengan sorot mata tajam bagai srigala yang siap memangsa musuhnya.
"Kawin! yang ada gue di kita fedofilia ngawinin bocah bau kencur" oceh Gala.
Sean yang baru mau menjawab langsung di senggol karna Ara sudah keburu datang dari toilet, gadis cantik yang masih memakai seragam putih abu abu tersebut masih terlihat kecewa meski ia menutupinya dengan senyuman.
"Ara mau makan apa?" tanya Sean, ia yang sudah bersahabat lama tentu menganggap Ara juga seperti adiknya sendiri.
"Ara udah makan, tapi laper sih" ucapnya polos yang membuat Gala tak tahan ingin mengahalalkannya.
"Ya udah, Ara mau apa? biar kak Sean pesenin"
"Gratis ya" timpal Gala sambil menaik turunkan alisnya.
"Gratisannya cukup buat Nona Asmara. Tapi buat Tuan Muda Galaksy ArMiKha Rahardian Wijaya pesanannya bisa di bayar di meja kasir"
"Cih!"
Sean terkekeh melihat raut wajah kesal sahabatnya, pria yang lebih tua beberapa bulan dari Gala itupun bangun dari duduk dan kembali dalam waktu kurang dari tiga puluh menit.
"Silahkan cantik"
Tiga porsi sate kambing dengan lontong di masing-masing piring kini tersaji di atas meja, kedua mata Ara berbinar sambil bertepuk tangan kecil.
"Selamat makan"
"Baca doa dulu, Ra" ucap Gala mengingatkan gadis kecilnya sebelum satu tusuk sate pindah ke dalam mulutnya.
"Hehe, maaf"
Ketiganya begitu lahap menikmati makanan yang tak di ragukan lagi kelezatannya hingga habis tak tersisa. Gala dan Sean berbincang sedang kan Ara memainkan ponselnya, benda pipih keluaran baru yang di belikan Gala untuknya tiga minggu lalu.
"Ra, pulang yuk" ajak Gala saat waktu sudah malam.
"Hem, ayo"
"Tapi kerumah utama dulu ya, kakak di suruh ambil kue dari Amma"
Ara hanya mengangguk, sedari kecil ia paling senang jika di ajak kerumah mewah tersebut karna Ara semakin merasa memiliki keluarga besar yang utuh meski ia masih tau batasan mengingat siapa dan dari mana ia berasal.
Setelah berpamitan dengan Sean, kini keduanya langsung masuk kedalam mobil mewah milik Gala. Kereta besi itu melesat dengan kecepatan di atas rata-rata jadi tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di Rumah utama.
"Tumben sepi" ucap Ara saat tangannya terus di gandeng untuk masuk.
"Paling di atas, yuk kesana" ajak Gala menuju lift, ia yang berjalan lebih dulu langsung menoleh saat mendengar Ara menjerit sembari tangannya seperti di tarik.
"Aaaaah... Kakak ganteng nyebelin"
"Lepaaaaas!!!!" teriak Ara saat wajahnya berada di ketiak Samudera.
"Wangi gak?" tanya Sam sambil tertawa, ia yang baru keluar dari ruangan Gym tentu punya alasan untuk menggoda gadis kesayangan sepupunya itu.
"Ih... wangi sih wangi, tapi kan tetep jorok keringetan gitu" protes Ara kesal tapi senang.
.
.
.
Bewh... gak tau aja kalo gak keringetan gak ada si Bul-Bul...
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Astaghfirullah... Lapak baru Tut, jangan di acak acak dulu! pulang sono! enggak bapak gak anak doyan ngelayap mulu... diem diem apa? peyek abis tah ampe ngeluyur dari lapak sendiri? 🙄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Ragil Saputri
Sam jgn buat gala kesel ma kamu, jauh" Sono dri Ara nya gala
2023-07-02
0
Susan Handayani
s gala d tolak trs ma s Ara kemungkinan dia suka ma s Sam x y 🤭🤭🤭
2022-11-29
0
💜jiminaa💜🐣
mak othor lope² mak knpa baru ketemu sekarang sama nopelmu mu mak. 😍😍😍😍
2022-11-27
0