🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
#Malam.
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu kamar membuat Ara langsung menoleh, ia beranjak dari kursi meja belajarnya untuk melangkah kearah suara.
Cek lek
"Kak Gala" serunya pelan.
"Boleh kakak masuk?" tanya Gala, jika beberapa tahun lalu ia bebas memasuki kamar Ara tapi tidak dengan sekarang. Mereka harus tau batasan terlebih keduanya tak ada ikatan darah sama sekali.
"Boleh, masuk aja" ucap Ara yang di balas anggukan oleh Gala, pria itu tersenyum simpul dan ikut berjalan di belakang Ara setelah membuka lebar pintu kamar adik angkatnya.
"Ada apa?" tanya Ara yang duduk di tepi ranjang sedangkan Gala du kursi meja belajar.
"Gak nanya, kenapa kakak baru pulang jam segini?"
Ara hanya joonmengernyitkan dahi kemudian menggelengkan kepala juga, jadilah Gala merengut kesal dengan sikap tak peka gadis kecilnya itu.
"Kak Gala pasti pulang kerja, Ara gak nanya pun Ara udah tahu jadi ngapain juga harus kepo" ucapnya terlewat jujur namun begitu menggemaskan bagi Gala.
"Kepo nya kamu bisa bikin kakak seneng loh, Ra" kekeh Gala, polosnya Ara kadang membuat Gala semakin jatuh cinta padanya.
"Kata Ibu, Umi sama Abi di larang untuk terlalu ikut campur urusan orang lain. Apalagi banyak bertanya karna itu gak baik" sahutnya meniru ucapan ketiga orangtuanya.
Gala yang gemas langsung di buat tertawa oleh tingkah laku Ara, rasa lelah dan penatnya memang selalu hilang saat bertemu dan mengobrol dengan Ara, padahal gadis itu tak melakukan apapun tapi nyatanya selalu menjadi penghangat hati dan penyejuk pikirannya.
"Ada yang bisa kakak bantu?" tawar Gala saat melihat banyak buku berserak dan layar laptop yang masih menyala di atas meja belajar.
"Enggak, Ara kan pinter Oey" jawabnya sambil tertawa, ia ingat dengan kakak sepupunya, Samudera.
Gala terus saja mencari alasan untuk lebih lama mengobrol, karna semenjak ia bekerja waktunya kini tak lagi banyak untuk bersama Ara, apalagi jika harus pulang lewat jam makan malam, ia harus rela menahan rasa rindu padahal masih tinggal satu rumah, tapi rasanya tidak untuk malam ini karna terbukti langkahnya langsung menuju kamar Ara saat ia baru saja sampai di rumah.
"Kapan kita mau pacaran, Ra?" tanya Gala tiba-tiba yang entah sudah keberapa kalinya pertanyaan itu ia ajukan
Sedih rasanya karna sebagai seorang Pewaris putra Rahardian ia justru termasuk para laki-laki yang di tolak oleh Ara selama ini. Untungnya saja tak ada yang tahu hal itu termasuk orang tuanya.
"Ngajak tuh makan, jajan cimol gitu minimal. Ini sih ngajak pacaran mulu, gak kenyang tau!" jawab Ara sambil bangun dari duduk tapi siapa sangka Pergelengan tangannya justru di cekal oleh Gala.
"Mau cimol?" tanya Gala.
"Mau, ketoprak juga, baklor juga, es duren kocok juga, baso goreng juga, sama.... sama apa lagi ya?" ucapnya sambil nampak berpikir.
"Lama ah, yuk otewe" ajak Gala sambil merangkul bahu Ara keluar dari kamar. Ara yang senang tentu langsung manut sambil bertepuk tangan kecil.
Keduanya melangkah bersama menuju tangga, menuruninya satu persatu sambil bercanda dan tertawa sampai mereka berhenti di ruang tamu saat Aurora menghampiri dan bertanya pada mereka.
"Kalian mau kemana malam malam begini?"
.
.
.
Mau ngisi perut anak curut dulu ke TamKot.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Eh mulutnya si Gala kaya orang ngajak ciuman 🤣
Appa sehat, kan? kalo lo gak mau suruh Appa gajah yang gantiin deh.. 🤪🤪
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Ragil Saputri
yaelaah Ara dibilang anak curut, jdi Lo mau pacaran ma anak curut tong🤣🤣🤣
2023-07-02
0
Susan Handayani
what s Ara d kata anak curut td elo ajak pacaran g mn s bang 🤪🤪🤪
2022-11-27
0
Sutiah
🙄 apa katamu.....anak curuuuut 🧐
tp kok kamu cintaa 😄
2022-07-28
0