🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Umi ngerasa gak sih kalau mereka itu aneh?" tanya Bumi pada istri cantiknya saat Gala dan Ara sudah pergi untuk ke sekolah dan ke kantor.
"Iya, Ara mungkin lagi PMS, kayanya marah marah terus ke Gala" jawab Khayangan yang juga merasakan hal sama dengan suaminya.
Bumi hanya mengangguk meski tak begitu paham karna setahunya Khayangan maupun Aurora tak segalak itu saat kedatangan tamu bulanan.
"Ya sudah, abi berangkat dulu ya" pamit pria baya itu pada wanita halal terbaiknya.
"Iya, Bi. Hati hati di jalan, kabari Umi jika sudah sampai di kantor" pesan Khayangan.
"Pasti sayang, Aku mencintaimu"
"Aku lebih mencintaimu, Bu..." goda Khayangan sambil tertawa kecil, panggilan yang sudah sangat lama tak ia sebut semenjak memiliki si kembar.
"Nakal, awas ya nanti malam. Aku tak akan memberimu ampun, Yang" balas Bumi yang langsung membuat kedua mata wanita solehah itu bulat sempurna. Pasangan yang menikah setelah melewati panjanganya alur kisah yang berliku memang tak pernah punya panggilan khusus saat berpacaran karna lebih banyak air mata yang mereka rasakan di banding keromantisan.
Khayangan memukul dada suaminya pelan, ada rona merah di paras cantik oriental nya yang putih bersih.
.
.
Gala yang berada di mobilnya melajukan kereta besi itu dengan kecepatan sedang. Ia benar-benar tak mengantar Ara ke sekolahnya lebih dulu seperti biasa. Gadis itu tentu sangat murka sampai tak berpamitan padanya tapi Gala tetap mendoakan Ara selamat sampai sekolahnya yang di antar oleh supir keluarga.
"Maafin kakak ya, liat kamu kaya gini hitung hitung nambahin cintanya kakak ke kamu, Ra." gumam Gala dengan tangan sibuk memutar setir mobil agar cepat sampai di perusahaannya.
Gedung tinggi kantor Cabang Rahardian Group begitu menjulang bak pencakar langit, bangunan itu nampak begitu kokoh sekokoh para pemiliknya yang sampai detik ini sukses mensejahterakan para pegawainya. Perusahaan turun menurun itu terus berkembang pesat semakin sukses di tangan para pewarisnya masing-masing.
"Pagi, La" sapa Jessy yang tak sengaja berpapasan dengannya di depan lift.
"Ini kantor, Jess!" tegas Gala memperingati asisten pribadinya yang kini sedang memeluknya.
"Aku tahu, tapi ini belum masuk jam kerjaku, Sayang"
"Terserah padamu!" cetus Gala.
Keduanya yang sudah berada di dalam kotak besi saling diam tak bersuara. Gala yang risih dengan sentuhan Jessy terus menepis tangan halus sang asisten pribadi yang lama sudah menaruh hati padanya.
Triiing...
Gala yang lebih dulu keluar dari lift tentu langsung disusul oleh Jessy. Wanita yang memakai high heels itu nampak kesulitan untuk mensejajarkan langkahaya di sisi Gala.
"Sial" umpat kasar Jessy di depan ruangannnya saat pria incarannya itu menghilang dari pandangan.
.
.
Lain Gala tentu lain juga dengan Ara, gadis beperawakan mungil itu membanting tas nya di atas meja sampai Merlin yang sedang duduk sambil bermain ponsel pun tersentak kaget.
"Ada apa sih?" tanya Sahabat Ara.
"Kak Gala nyebelin, masa iya gak mau anter gue ke sekolah" adu Ara.
"Mungkin dia bosen nganter lo mulu, lagian udah punya pacar ngapain masih ngarep kakak lo yang anter" ucap Merlin yang sontak membuat Ara menoleh.
"Jadi gue harus minta ke kak Sean?" tanya Ara pada Merlin yang tahu jika kini ia tak lagi menjomblo.
"Iyalah, mungkin kakak lo lagi kasih kesempatan kak Sean buat anter jemput lo ke sekolah, Ra" tambah Merlin yang tahu jika Ara minim pengalaman tentang laki-laki kecuali Gala.
"Oh gitu ya, ya udah berarti ini fix salahnya kak Sean kalo sampe gue gak di anter kak Gala lagi"
"Loh, kok Lo jadi nyalahin kak Sean?" tanya Merlin bingung.
.
.
.
Iyalah.. ini kan gara-gara dia mau gue ajak pacaran,?
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Putusin Ra 🤣🤣
Lumayan punya mantan ☺☺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Ragil Saputri
gala yg tegas dong ma si ulet bulu....jgn beri harapan Doong
2023-07-02
1
aisya_
cowok keluarga rahardian emg pada gak tegasssss sama cewek ya....
2023-05-07
1
Arin
aduh gala...kmu tuh kurng tegas sama si ulet
2023-03-13
0