🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Gala yang kesal karna gadisnya terus di dekap oleh Sam akhirnya menarik Ara kedalam pelukannya. Mata tajam kedua cucu Rahardian itu saling menatap tak mau kalah.
"Gak usah pegang pegang, bukan muhrim!" ucap Gala pada kakak sepupunya yang tubuhnya masih banjir keringat.
"Hah? emang kamu muhrimnya Ara juga?" balas Samudera sambil tertawa meledek.
Gala yang di tembak pertanyaan seperti itu langsung kabur menarik tangan Ara menuju lift.
Sedari kecil Sam dan Gala memang tak pernah akur jika sudah menyangkut soal Ara. Sam yang juga memanjakan Ara membuat gadis itu selalu nyaman meski harus ada drama pertengkaran antara ia dan Gala setelahnya.
"Sakit, kak" keluh Ara saat berada di dalam kotak besi.
"Sakitan hati kakak, kamu maunya kan di peluk peluk sama kak Sam, dasar Tutut!" umpat nya kesal bahkan degupan jantungnya kini berkali-kali lipat berdetak menahan rasa jengkel.
"Ara kan tadi langsung di ketekin!"
Gala yang mau menjawab harus berhenti karna pintu lift sudah terbuka.
Keduanya keluar kemudian berjalan kearah ruang tengah di mana Appa Reza dan Amma Melisa berada menunggu mereka.
"Amma.. Appa" sapa keduanya sembari memeluk bergantian pasangan baya tersebut lalu sedikit berbincang di sofa.
Sesuai dengan niat awal, Melisa langsung memberikan apa yang akan di ambil oleh cucu keduanya itu dan setelahnya Gala pun berpamitan pulang mengingat Ara juga masih memakai seragam sekolah.
"Hati-hati dijalan, berikan salam kami untuk Abi dan Umi kalian" pesan Reza dan Melisa.
"Tentu, akan Gala sampaikan nanti."
.
.
.
*****
Karna hari ini bertepatan dengan tanggal merah, alias libur sekolah tentu hal tersebut membuat siswi cantik kelas dua belas itu senang bukan kepalang, tak ada kegiatan apapun bersama teman-temannya membuat Ara hanya menghabiskan waktu di kamar usai sarapan karna Gala pun tak ada dirumah, pria itu pergi bersama Awan untuk melihat usaha baru sang pewaris Biantara.
Tok.. tok.. tok
Suara ketukan pintu kamar sontak membuat Ara menoleh, ia bangun dan membuka pintu bercat putih tersebut.
"Ibu, ada apa?" tanya Ara sebab ia baru saja masuk kedalam kamar setelah membantu sedikit pekerjaan ibu kandungnya di dapur.
"Ibu buat kue, cicipi ya"
Ara langsung mengernyitkan dahi, ia aneh dengan yang di katakan ibu karna seingatnya dapur begitu bersih tanpa ada tanda tanda ibu sedang membuat sesuatu.
"Hem, iya"
Ibu dan anak itupun segera turun ke lantai bawah menuju dapur, harum kue lapis kesukaan Bumi dan Khayangan sungguh menggoda indera penciuman Ara.
"Kapan ibu bikin?" tanya Ara yang sangat penasaran.
"Pagi sekali, sengaja ibu sembunyikan biar kamu sarapan dulu, Ra"
Ara hanya tersenyum kecil lalu memeluk ibunya dari samping, sesayang apapun ia pada keluarga angkatnya Ara tak akan pernah lupa jika surga yang sesungguhnya tetap berada pada Titin, wanita yang melahirkan ia kedunia delapan belas tahun lalu.
"Cicipi dulu, lalu bawa kue dan kopi ini untuk Tuan dan Nyonya besar" titah Ibu sambil menggeser nampan yang sudah terisi potongan kue diatas piring dan dia cangkir kopi panas.
"Emang Abi sama Umi dimana?" tanya Ara dengan mulut penuh.
"Halaman belakang."
Ara hanya mengangguk paham, ia lalu menegak air putih yang disodorkan Ibu padanya.
"Ara bawa ini dulu, kuenya sisain ya buat Ara" pesannya pada Ibu yang di balas kekehan gemas Titin pada putri semata wayangnya.
Ara berjalan begitu cepat menuju halaman belakang dimana kini kedua orangtua angkatnya berada, senyum tersungging di wajah cantik Ara saat melihat punggung dua pasangan suami istri yang amat menyayanginya seperti anak sendiri.
.
.
.
Gala kalau gak di jodohin mana punya pacar, Mi..
Biar Abi yang carikan calon istri untuknya, dan Abi sudah tau siapa dia!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Ragil Saputri
siapa ya jodoh gala versi Aby umi 🤔🤔
2023-07-02
1
erviani
klw si Jessy sih parah bgd si Abi. . harus nya yg baik sopan dlm berpakaian
2023-05-14
2
Susan Handayani
kira"siapa y yg akan d jodoh kan wat s gala 😞😞😞
2022-11-29
0