Jangan lupa gabung di grup 'L Wanderers' agar tidak ketinggalan update. (Cek profil Author)
Kalian juga bisa bincang-bincang bersama dengan Author dan teman-teman lainnya di sana!
Malam harinya, setelah Ark dan Jay pergi.
"Apakah kita juga akan pergi, Stacy?"
Frank bertanya kepada Stacy.
"Maaf Frank. Bahkan jika kamu sepupuku, aku masih memilih rumah sendiri untuk berlindung."
"Hah? Tidak bisakah kamu mengetahui situasinya? Dunia sekarang sangat berbahaya. Lebih baik bersama daripada sendirian."
"Jangan pikir aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan, Frank. Pria itu telah berkata bahwa area ini sudah dibersihkan, jadi jelas tidak akan ada masalah."
"Apakah kamu memercayai orang itu? Dia telah mengusir Darin dan Juana!"
"Memang, dia tampak dingin dan kejam. Tipe orang yang tidak menghargai kehidupan. Namun, setidaknya ...
Entah kenapa aku percaya bahwa dia bukan pembohong."
"Tsk! Jangan bersikap sok suci. Bahkan jika kamu menyukainya, itu jelas tidak mungkin. Wanita murahan yang menjual dirinya untuk perlindungan dan sepotong roti sama sekali tidak akan masuk ke dalam matanya.
Jangan pikir aku tidak tahu apa yang kamu dan temanmu itu lakukan. Membuat kesepakatan dengan orang asing, Brad dan Myron. Aku tidak percaya bahwa orang itu, Ark ...
Akan menjadi gila seperti Darin! Dia adalah tipe lelaki yang membunuh orang yang menghalangi jalannya. Tidak peduli apakah itu laki-laki ataupun perempuan!"
"Aku mengerti apa yang coba kamu katakan, Frank."
"Jadi—"
Melihat ekspresi sepupunya yang agak bersemangat, Stacy menggelengkan kepalanya. Dia langsung menyela.
"Apakah kamu tahu apa yang terjadi di dunia ini?"
"Ini adalah akhir dunia dan—"
"Bukan. Ini bukan akhir dunia, setidaknya untuk sebagian orang.
Di sini, semua telah diatur ulang dari awal. Kita berburu, saling membunuh, dan ketakutan seperti pada masa primitif. Dunia yang dimulai dari awal, tidak ada hukum kecuali hukum rimba.
Tentu saja, itu berbeda jika beberapa orang mulai menciptakan aturan baru.
Lalu, apa yang dibutuhkan untuk membuat aturan baru?"
"..."
Melihat bagaimana Frank masih diam, Stacy menghela napas berat. Ekspresinya menjadi serius.
"Kekuatan dan kecerdasan! Kekuatan untuk mengumpulkan orang, lalu menaklukkan mereka. Kecerdasan untuk mengatur semuanya dari awal ... membuat tatanan baru!
Kamu pasti tahu, bukan di zaman purba. Di era yang cukup maju, Kaisar di China atau Sultan di Timur Tengah ... mereka memiliki puluhan atau lebih seratus selir.
Memang, wanita tidak begitu berguna di apocalypse karena keterbatasan fisik mereka. Namun, aku yakin orang-orang yang cukup kuat masih membutuhkan kami. Bahkan ayam lemah seperti kamu juga mencoba melakukan hal-hal semacam itu, kan? Menaklukkan wanita karena tidak ada hukum?
Kamu pikir aku tidak akan dilihat karena menggunakan cara ini, menjual tubuhku sendiri untuk bertahan? Kurasa kamu salah.
Di apocalypse ini, seberapa banyak wanita putih murni yang bertahan? Hampir tidak mungkin! Karena kebanyakan mereka lebih memilih mati daripada dilecehkan, atau alasan-alasan lainnya.
Tentu saja, ada beberapa pengecualian. Perempuan dengan keluarga kuat, sehingga keluarganya melindunginya dengan baik. Atau ...
Perempuan yang memiliki bakat lebih baik daripada laki-laki pada umumnya. Mampu bertahan di dunia yang keji ini."
"Apa yang kamu bilang? Aku—"
"Akui saja, Frank. Kamu lemah.
Di dunia ini, wanita jelek akan dibuang, atau mungkin masih menjadi pelampiasan bagi ayam-ayam lemah yang tidak memiliki kekuatan hebat sepertimu. Intinya, kehidupan mereka juga akan sangat menderita.
Sedangkan gadis cantik, mereka mungkin akan dilirik oleh beberapa pemimpin kelompok. Memang, kami diperlakukan seolah-olah barang, tapi barang biasa dan barang mewah masih memiliki harga yang berbeda!
Paling tidak, wanita-wanita cantik memiliki kesempatan untuk makan kenyang, minum air, dan tidur tanpa rasa takut."
Stacy berkata dengan ekspresi gila. Ucapan-ucapan itu jelas akan dianggap sebagai ucapan wanita tak waras jika dunia masih normal. Namun, di dunia yang sudah gila ini ... terkadang orang-orang dengan pikiran ekstrem seperti itu yang bertahan lebih lama.
Stacy sangat percaya diri dengan kecantikan dan bentuk tubuhnya. Dia terkenal sebagai pemandu sorak paling cantik di kampusnya. Salah satu perempuan paling cantik di angkatan yang sama. Gadis itu juga sangat percaya diri dalam memuaskan seorang lelaki.
Melirik ke arah Frank yang wajahnya telah menjadi gelap karena menahan amarah, gadis itu berbalik sambil berkata.
"Jadi bahkan jika kita sepupu. Kita tidak ada hubungan lain kecuali sebatas rekan satu tim. Kamu pasti tahu yang aku maksud, Frank. Jadi ..."
Stacy menoleh ke arah Frank dengan senyuman penuh ejekan.
"Do svidaniya, Ayam Lemah!"
***
Larut malam.
Bangunan di kiri rumah tempat Ark dan Jay tinggal, tampak sosok Frank yang berbaring di sofa berdebu. Dia tidak bisa tidur, khususnya karena perkataan Stacy sebelumnya.
Melihat ke arah rumah yang agak jauh, pria itu bergumam.
"Itu ... taman?"
Melihat taman yang cukup rimbun di atas atap, Frank terkejut. Dia kemudian naik ke lantai dua lalu melihat taman yang subur di atap markas Ark. Melihat itu, pikiran pria itu tiba-tiba melayang jauh.
"Taman rahasia, petarung luar biasa, manusia super ..."
Frank bergumam pelan. Tanpa sadar, tangannya mengepal erat.
"Jika saja aku bisa mendapatkan kekuatan seperti itu, orang-orang pasti tidak memandangku sebelah mata! Para wanita akan berlutut menjilat, ingin tidur di ranjang yang sama denganku.
Kekuatan itu ... Aku harus mendapatkannya!"
Memiliki ekspresi gila di wajahnya, pria itu membulatkan tekadnya.
Pergi ke markas lalu mencuri rahasia Ark! Lalu bunuh mereka dan kuasai apa yang mereka miliki!
Setelah memikirkan itu, Frank langsung pergi. Karena sudah larut malam, pria itu yakin bahwa Ark dan Jay pasti sudah tertidur lelap. Lagipula, mereka semua telah bertarung begitu intens sebelumnya.
Sampai di depan pintu gerbang, Frank membuka perlahan lalu menyusup melewati gerbang. Setelah di depan rumah, pria itu merasa agak aneh.
Pada awalnya, dia agak ragu. Namun ketika melihat sosok Jay yang tidur di sofa sambil mendengkur, pria itu merasa lega.
Selesai mengintip dari luar, Frank masuk ke dalam rumah. Melihat rumah yang begitu besar tetapi Ark tidak mengizinkan dia dan Stacy tinggal, Frank merasa semakin jengkel. Dia mencari tangga ke lantai dua, kemudian pergi ke lantai tiga.
Setelah dia membuka pintu dan sampai di atap, Frank terkejut melihat pohon tomat, cabai, wortel, kentang, dan juga pohon buah.
'Ini ... bagaimana mereka bisa mendapatkan ini?'
Frank segera menggelengkan kepalanya. Dia datang untuk mencari jawaban kenapa Ark dan Jay bisa menjadi begitu kuat. Namun setelah memutari kebun, dia tidak melihat sesuatu yang spesial. Ini hanyalah tempat bagi Ark dan Jay untuk mendapatkan pasokan makanan!
"Kalau begitu, aku harus—"
Belum menyelesaikan ucapannya, ucapan Frank langsung terhenti. Pria itu melirik ke bawah.
Entah kapan, sebuah katana yang berkilat dingin telah menembus tenggorokan dari belakang. Ketika katana dicabut, pria tersebut langsung terhuyung-huyung. Dia melihat ke belakang, ke arah orang yang melakukan semua ini.
Melihat sosok Ark yang berdiri di sana dengan tenang, Frank terkejut.
"Aku tahu kamu mencari sesuatu yang membuat kami kuat, kan? Ya ... sejak awal aku telah mengawasimu."
Mendengar ucapan tak acuh dari Ark, Frank memegangi lehernya sambil bertanya-tanya.
'Bagaimana bisa???'
Melihat ke arah Frank yang ketakutan, Ark menjelaskan.
"Apa yang kamu cari tidak akan kamu temukan di mana-mana, karena semuanya ada di sini."
Ark menunjuk ke arah kepalanya sendiri.
Ketika Frank tampak panik, Ark mengangkat bahu dengan ekspresi hambar.
"Jika kamu ingin tahu kenapa aku bisa mengetahui tujuanmu dan alasan aku melakukan ini, aku akan bilang. Sejak awal ..."
Ark menatap Frank yang terjatuh ke lantai karena kekurangan banyak darah sebentar, pemuda itu langsung mengayunkan katana di tangannya.
"Aku tidak pernah memercayai siapapun."
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 512 Episodes
Comments
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
2025-01-22
0
Alaric Atharbatha
19
2024-07-22
0
JOE NATHAN ALFARYZy
mantap
2023-04-15
2