"Jauh ... terlalu jauh daripada yang dibutuhkan."
Ark menghela napas panjang setelah bergumam pelan. Dibandingkan kebangkitan sebelumnya, kemampuan telekinesis yang dia miliki lebih kuat.
Hanya saja, benda paling berat yang bisa dia kendalikan sekarang adalah sebuah pisau. Sedangkan jarak, paling jauh adalah satu meter dengan dirinya sebagai pusatnya. Tentu saja, ini masih menghabiskan banyak energi.
Meski telekinesis adalah bakat yang sangat kuat di tahap akhir, tetapi pada tahap awal, skill ini kurang berguna. Bahkan menghabiskan terlalu banyak energi, membuang-buang energi secara sia-sia.
Kerena sudah mencapai tahapan cukup tinggi, Ark merasa kemampuannya sekarang kurang berguna. Akan tetapi, dia juga masih bersyukur karena dirinya masih diberi kesempatan untuk membangkitkan kemampuan yang dulu pernah dia bangkitkan.
Dengan itu, Ark bisa menyimpulkan ...
Orang-orang itu juga akan membangkitkan kemampuan yang sama seperti sebelumnya!
"Untuk sekarang, mari sembunyikan bakat alami. Fokus pada pengembangan diri."
Setelah itu, Ark memaksakan diri untuk bangkit. Selain membangkitkan bakat, tubuhnya sendiri juga menjadi lebih kuat setelah menembus batasan pertama. Setidaknya, sekarang dia bisa disebut sebagai manusia super versi lemah.
Ya ... karena bagi Ark, dirinya masih terlalu lemah untuk bertahan melawan kejamnya alam.
"Lebih baik memeriksa Jay."
Meski masih agak pusing, Ark berjalan perlahan menuju ke atap rumah. Di sana, dia terkejut ketika melihat sosok Jay yang terbaring terlentang dengan kain dalam mulutnya. Melihat bahwa mata pria itu masih terbuka walau wajahnya dipenuhi air mata dan ingus, Ark bingung harus merasa khawatir atau lega.
Meludahkan kain di mulutnya, Jay tiba-tiba berkata.
"Apakah itu kamu, Ark?"
"Ya."
"Kenapa kamu hanya melihat? Tidak bisakah kamu membantuku? Tubuhku sama sekali tidak bisa digerakkan!"
Bukannya langsung membantu, Ark malah mencari tempat untuk duduk dan bertanya.
"Apakah kamu merasakan perubahan lain, Jay?"
"Menjadi semakin cepat dan kuat?"
"Bukan. Maksudku ... perubahan lain pada tubuhmu. Seperti bisa memandang lebih jauh misalnya?"
"Tidak."
"..."
Mendengar itu, Ark menghela napas. Hanya sedikit orang yang membangkitkan bakat khusus ras manusia. Jadi, pemuda itu tidak begitu terkejut apabila sahabatnya tidak bisa membangkitkan bakat tersebut. Bahkan, Ark sendiri belum pernah melihat jumlah orang yang membangkitkan bakat khusus lebih dari tiga digit dalam kehidupan sebelumnya.
Tentu saja, meski bakat itu memang memiliki kelebihan, tetapi bukan berarti yang tidak membangkitkan bakat tidak bisa melebihi mereka. Karena, masih ada dua lain untuk menambah kekuatan manusia dalam menghadapi dunia kejam ini.
"Tidak bisakah kamu berhenti menatapku dengan cara seperti itu, Ark?"
"Oh. Maaf."
Pada saat itu, ekspresi terkejut muncul di wajah Ark. Meski biasanya sebagian manusia normal akan merasa bahwa diri mereka ditatap oleh orang lain, jika yang mengawasi mereka adalah ahli dalam menyembunyikan niat mereka, orang-orang itu juga tidak begitu merasakannya. Namun, orang yang tidak peka seperti Jay tiba-tiba mengatakan itu membuat Ark terkejut.
'Jangan bilang ...'
Memikirkan hal itu, tangan Ark mengepal. Dia bahkan tidak memercayai apa yang dia sempat pikirkan. Setelah beberapa saat, pemuda itu memutuskan.
'Kalau begitu, biarkan aku mencobanya.'
Ark memejamkan matanya. Setelah mengingat beberapa kenangan menyakitkan, pemuda itu membuka matanya. Melihat ke arah Jay, dia membayangkan bahwa Jay adalah makhluk yang telah membunuh banyak rekan-rekan seperjuangannya. Saat itu, niat membunuh kuat muncul dari dalam dirinya. Tatapan dingin itu langsung menyapu.
Saat itu juga, Jay yang sebelumnya berkata tubuhnya tidak bisa digerakkan tiba-tiba berdiri. Dia langsung menatap ke kanan-kiri dengan curiga. Setelah melihat ke arah Ark yang tercengang, pria itu menghela napas panjang.
"Kamu benar-benar membuatku takut, Ark! Lihat ini, aku merinding!"
Jay menunjukkan bulu-bulu halus di tangannya yang berdiri kepada Ark. Meski merasakan perasaan mengerikan sebelumnya, pria itu yakin bahwa sahabatnya tidak mencoba melakukan hal buruk kepada dirinya.
"Kamu terlalu memercayai orang lain, Jay."
Ark tidak bisa tidak tersenyum sebelum menghela napas panjang. Namun, dalam hati pemuda itu sudah dipenuhi dengan kejutan.
'Itu ... benar-benar Danger Sense!'
Seperti namanya, bakat itu membuat pemiliknya bisa merasakan bahaya yang berada di sekitarnya. Khususnya sesuatu yang akan mengancam kehidupannya.
Ark ingat dengan jelas, ada seorang lelaki bernama Rivanno yang memiliki bakat tersebut. Dia sangat terkenal sebagai seorang scout, sosok yang maju lalu menjelajahi daerah-daerah yang belum pernah dijelajahi. Memimpin garis depan dan dikagumi oleh banyak orang.
Selain beberapa kemampuan yang dia dapatkan dengan cara khusus, alasan kenapa pria itu sangat kuat adalah bakat yang terbangun.
Rivanno sering bilang, bakatnya mungkin bukan yang terkuat dalam pertarungan, tetapi jelas salah satu bakat manusia terbaik yang pernah ada. Karena Danger Sense tersebut, pria itu berkali-kali lolos dari kejaran sabit Dewa Kematian.
Memikirkan sahabatnya yang tidak peka mendapatkan bakat tersebut, Ark benar-benar tidak habis pikir. Pemuda itu berpikir bahwa tidak apa-apa jika Jay tidak membangkitkan bakatnya. Jika bangkit, dia mengira bakat itu adalah beberapa bakat normal.
"Sepertinya aku masih meremehkan kamu, Jay."
"Hah?! Bukankah kamu memang selalu meremehkanku, Ark?!"
"Pfft ..."
Tidak ingin membahasnya, Ark buru-buru berkata.
"Segera makan. Kita akan segera pergi."
"Berburu?" tanya Jay dengan nada meremehkan.
"Jangan terlalu sombong, Jay. Apa yang akan kita lawan kali ini berbeda."
"Eh? Maksudmu???"
"Kamu akan mengerti setelah melihatnya sendiri."
Melihat Ark sibuk membuat api dan menyiapkan makanan mereka, Jay merasa tertekan. Pria itu menghela napas panjang sebelum berkata.
"Selalu saja."
***
Malam harinya.
"Kenapa kita tidak berburu di siang hari, Ark? Mereka lemah pada saat itu, kan?"
"Tentu saja hal itu menjadikan pertarungan lebih mudah. Hanya saja, apakah kita tidak perlu istirahat?
Apakah kamu yakin bisa tidur nyenyak di malam hari? Mungkin sebelum kamu sadari, zombie sudah mengecup lehermu dengan penuh semangat?"
"Berhenti membuatku membayangkan hal mengerikan seperti itu!"
Jay memprotes. Mereka berdua berjalan cukup jauh dari base mereka, keluar dari area perumahan elit.
Ark dan Jay memiliki penampilan berbeda. Karena pemilik rumah sebelumnya adalah orang kaya, mereka memiliki banyak sekali pakaian dengan merek mahal dan kualitas baik. Bahkan setelah penggabungan dunia, beberapa pakaian masih terlihat baik setelah dicuci bersih. Ya ... meski sebagian besar cukup rapuh dan rusak.
Ark sendiri sebenarnya cukup bingung, kenapa logam-logam serta beberapa benda di dunia tiba-tiba berkarat atau menua, sedangkan beberapa bahan lain baik-baik saja. Rasanya, seolah dunia sengaja melucuti senjata yang diandalkan manusia dan menyuruh mereka mengambil jalan lain untuk bertahan.
Seolah-olah ... dunia itu hidup.
Memikirkan hal absurd itu, Ark segera menggelengkan kepalanya.
Selain pakaian, Ark dan Jay membawa tas punggung. Ark sendiri membawa dua katana di kanan dan kiri pinggangnya, sebuah pisau pendek di pinggang belakang. Selain itu, dia membawa tombak yang paling sering dia gunakan.
Sedangkan Jay tampak lebih sederhana. Selain tas, dia membawa perisai di tangan kiri, dua pedang di sisi kiri pinggangnya. Satu digunakan untuk bertempur, satu lagi digunakan sebagai cadangan jika tanpa sengaja senjata rusak atau terlepas dari tangannya. Lagipula, ada begitu banyak kemungkinan dalam pertarungan.
Saat mereka terus berjalan melewati jalanan sempit, keduanya melihat lebih banyak gedung daripada sebelumnya. Itu karena, area perumahan elit luas dan jauh dari area perkantoran atau pemukiman padat penduduk.
Keduanya terus berjalan. Karena telah menembus batas pertama, mereka berdua tidak begitu kelelahan setelah berjalan jauh bahkan jika membawa beberapa senjata dan tas.
Pada saat itu, Ark dan Jay mendengar suara pertarungan dari kejauhan.
'Orang lain yang selamat!'
Pikir keduanya.
Hanya saja, dibandingkan dengan Jay yang bersemangat, Ark memiliki ekspresi serius di wajahnya. Pemuda itu tidak menyangka ...
Mereka bertemu dengan kelompok lain secepat ini!
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 512 Episodes
Comments
Luthfi Afifzaidan
update
2025-01-22
0
Alaric Atharbatha
10
2024-07-21
0
Piiic
setelah mengecup maka dia akan menggigit lehermu jay
2024-07-03
0