"I-Itu ..."
Frank dan teman-temannya tampak ketakutan ketika melihat lebih dari seratus zombie.
Sementara itu, Ark masih tampak begitu tenang. Melirik ke arah Jay, pemuda itu berkata.
"Ujian nyata. Jangan sampai tergores cakar atau tergigit."
Meski gugup, ketika mendengar ucapan Ark, Jay memegang erat perisai dan pedangnya. Memiliki senyum di wajahnya, pria itu berkata.
"Menarik. Aku terima tantanganmu, Sobat!"
Ark yang mendengar ucapan Jay juga menyeringai. Memegang erat tombak di tangannya, dia berteriak kejam.
"HABISI MEREKA SEMUA!!!"
Ketika Ark meneriakkan itu, Jay dengan ganas maju ke depan. Melihat beberapa zombie menyerangnya, pria itu langsung membanting perisai ke arah salah satu zombie.
"ARK!!!"
"..."
Ark muncul dari belakang Jay. Melihat beberapa zombie yang ditahan oleh perisai pria itu, dia langsung menyerang dari samping.
Swoosh! Crat!
Kepala beberapa zombie langsung ditebang dengan ayunan tombaknya.
"AYOLAH!!!"
Jay berteriak sambil memenggal satu per satu kepala zombie. Sementara itu, tombak di tangan Ark juga terus merenggut satu per satu nyawa para zombie.
Keduanya tidak saling mendukung, tapi pada akhirnya bertarung sendiri sambil memercayakan punggung satu sama lain. Dikepung puluhan zombie, mereka sama sekali tidak tampak ketakutan. Sebaliknya ...
Tampaknya kedua orang itu sengaja melakukannya untuk menguji batasan mereka!
Di sisi lain, kelompok Frank yang juga dikepung puluhan zombie malah saling berdebat.
"Ini semua salahmu, Myron! Sudah kami bilang, lebih baik kita tidak mengikuti kedua lelaki itu. Lagipula, mereka jelas tidak normal!"
Gadis pirang yang sejak awal diam pada akhirnya membuka mulutnya karena marah. Awalnya, dia terus diam dan menurut. Namun saat menghadapi ancaman kematian, seluruh keberaniannya keluar. Apa yang dia pendam di dalam langsung diungkapkan.
"Salahku? Aku sudah bilang, jika kalian berdua bisa merayu mereka, semuanya tidak akan berakhir seperti ini!"
Myron berkata dengan nada kesal. Baginya, di apocalypse, wanita sudah seperti barang komoditas. Tidak memiliki kemampuan apa-apa dalam pertarungan. Hanya dapat membuat mereka melampiaskan rasa stres dan frustrasi.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
Frank, sebagai pemimpin yang kurang dihargai akhirnya hanya bisa memasang senyum masam di wajahnya.
"Meminta bantuan jelas tidak mungkin," ucap Darin dengan ekspresi tertekan.
Melihat ke arah dua orang yang bertarung dengan ganas puluhan meter jauh di depan mereka dan semakin menjauh, Darin membuang gagasan untuk meminta bantuan mereka. Menarik napas dalam-dalam, pria itu berkata dengan nada kesal.
"Mau tidak mau, kita harus bisa bertahan sendiri."
"Masalahnya, bagaimana kita bisa bertahan melawan puluhan zombie?"
Brad bertanya dengan nada kesal. Tampaknya pria itu benar-benar menyesal telah mengikuti saran Myron. Hanya saja, dia masih sedikit berharap pada Myron. Baginya, meski menyebalkan, pria itu masih cukup pintar.
"Mereka datang!"
Ucapan Darin langsung membuat mereka semua waspada. Menggunakan tongkat baseball dan pipa besi, mereka memukul zombie yang mendekat. Meski tidak bisa membunuh dalam satu serangan, paling tidak, setiap pukulan membuat zombie mundur.
Setiap belasan kali serangan, zombie juga jatuh!
Keenam orang, lebih tepatnya empat orang itu bertarung dan menjatuhkan satu per satu zombie. Hanya saja, efisiensi mereka cukup buruk. Setelah beberapa waktu, mereka mulai kelelahan.
Entah beberapa waktu berlalu, meski jumlah zombie sudah mulai menipis, kelompok Frank sudah tidak lagi mampu bertahan. Padahal, Ark dan Jay telah menghabisi lebih dari enam puluh zombie. Sedangkan mereka baru belasan zombie.
Melihat belasan zombie yang mengepung mereka, Myron yang tidak kuat lagi langsung berteriak keras.
"AKU SUDAH MUAK DENGAN SEMUA INI! AKU AKAN HIDUP!!"
Setelah berteriak, dengan ekspresi kejam di wajahnya, Myron tiba-tiba memukul keras lutut Brad dan Juana. Saking kerasnya, tampaknya merusak, mungkin menghancurkan lutut mereka berdua.
Ketika mereka berdua terkejut dan berteriak kesakitan, Myron langsung mendorong Juana maju dan mendorong Brad mundur. Keduanya jatuh ke jalanan, langsung menjadi fokus para zombie.
"MYRON, KAMU—"
Darin marah dan mencoba menghentikan Myron, tapi terpaksa mundur karena pria itu mengayunkan pipa besi dengan gila.
Pada saat zombie bergegas ke arah Brad dan Juana, sebuah celah terlihat. Myron langsung berlari dengan kecepatan luar biasa, tampaknya sangat bahagia.
"Hahahaha! Akhirnya aku—"
CRAT!
Pada saat itu juga, tiba-tiba kepala Myron meledak. Cairan otak dan darah memercik ke mana-mana, Frank beserta anggota kelompoknya langsung tercengang.
Tubuh tanpa kepala Myron berlari beberapa langkah sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Setelah beberapa kali berkedut, tubuh itu akhirnya berhenti bergerak.
"AAAAHHHH!!!"
Merasakan beberapa percikan darah dan otak di tubuhnya, kedua gadis itu menjerit. Saat itu, mereka semua melihat ke arah yang sama.
Di sana, tampak sosok zombie yang berbeda dari zombie lainnya.
Tingginya hampir dua setengah meter. Tubuhnya dipenuhi dengan otot berwarna merah, tetapi tampak keras dan berkilau seperti logam. Wajahnya sudah tidak lagi mirip manusia, tetapi malah menampilkan tengkorak putih dengan dua tanduk kecil di atas kepalanya. Jelas, dibandingkan dengan zombie lain ...
Makhluk itu tampak spesial!
Makhluk itu melihat ke arah Brad yang tidak jauh darinya. Tidak seperti zombie normal yang langsung bergegas dengan liar, dia tampaknya memiliki sedikit kecerdasan.
SWOOSH!
Suara membelah udara terdengar. Pada saat semua orang teralihkan, sebuah tombak melesat dan langsung menusuk leher makhluk merah itu.
Pada saat Frank dan kelompoknya merasa telah terselamatkan, suara tak acuh Ark terdengar.
"Sudah kuduga, bahkan setelah mengambil kesempatan, menghabisinya tidak akan semudah itu."
Zombie merah itu berdiri di tempatnya dengan sebuah tombak menancap di lehernya. Namun mata tombak itu tampaknya tidak menembus terlalu dalam.
Mencabut tombak lalu mematahkannya, makhluk itu langsung mengalihkan pandangannya ke Ark.
Melihat manusia yang berhasil melukainya, dia meraung dan bergegas ke arah Ark dengan ekspresi gila.
"TOLONG! TOLONG AKU!"
Mendengar suara itu, Frank dan teman-temannya menoleh. Di sana, tampak Brad yang dikepung zombie dan mengayunkan pipa besi untuk mengusir para zombie. Namun, cakar dan gigi para zombie langsung menggali dalam dagingnya.
Menyadari bahwa para zombie tidak akan berhenti hanya karena kehadiran zombie spesial, orang-orang itu tampak panik. Darin membantu Juana yang kaki kirinya terluka parah, entah kenapa, pemuda tersebut tidak meninggalkan gadis itu.
"KITA HARUS SEGERA MELARIKAN DIRI DARI SINI!"
BRUAK!
Di sisi lain, Ark terpental keras dan menabrak kap mobil dengan kuat. Hanya dalam beberapa saat, dia langsung bangkit. Darah mengalir dari sudut bibirnya, tetapi pemuda itu sama sekali tidak mengeluh.
Memegang katana di tangan kanan dan kirinya, Ark menatap lengan kanan zombie yang penuh dengan luka. Darah hitam terus menetes ke jalanan, membuat makhluk itu langsung meraung marah.
"ROOAARR!!!"
Mendengar itu, Ark yang tampak lelah menyeringai kejam. Memiliki tatapan dingin, pemuda itu bergumam pelan.
"Kali ini, aku pasti akan menghabisimu lebih awal."
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 512 Episodes
Comments
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
2025-01-22
0
yqwerty
lebih cocok menusuk ga si?
2024-09-08
0
Alaric Atharbatha
13
2024-07-22
0