"Tenanglah, Ark. Tenang."
Jay langsung memegangi Ark agar tidak melukai Myron.
Frank juga langsung membantu Myron lalu menyuruhnya mundur. Dengan ekspresi rumit di wajahnya, pria itu berkata.
"Maafkan teman kami jika tidak sopan. Kami benar-benar lelah dan kurang beristirahat dalam beberapa hari ini."
"Dalam keadaan seperti itulah manusia menampakkan wujud aslinya."
Ark berkata dengan nada tak acuh. Sekali lagi, dia menampik tangan Jay lalu berbalik untuk pergi. Namun, saat itu suara Jay terdengar.
"Bisakah kita membiarkan mereka beristirahat sejenak, Ark? Mereka tampak kelelahan. Jika kita meninggalkan mereka begitu saja ..."
Jay menggaruk belakang kepalanya.
"Maksudku, setelah bertarung, aku juga cukup lelah. Jadi bagaimana jika kita beristirahat di sini sebentar."
"Jay, kamu ..."
Melihat tatapan mata Jay, Ark menghela napas panjang. Meski semuanya agak melenceng, dia akhirnya hanya bisa menjawab.
"Paling lama satu jam."
"Baik!"
Jay tersenyum ramah. Melihat ekspresi di wajah pria itu, Ark menghela napas panjang. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan begitu lembut dan kurang tegas.
Mendengar itu, kelompok enam orang tadi juga menunjukkan ekspresi lega.
Mereka tidak duduk di tempat yang sama. Sebaliknya, mereka duduk dengan kelompok mereka sendiri.
Ark duduk bersandar pada dinding, memangku sambil memejamkan matanya. Sementara itu, Jay mengeluarkan sebotol penuh air putih, kira-kira satu liter.
Setelah meminumnya, dia berbisik.
"Ark, mereka—"
"Apakah kamu harus begitu ikut campur?"
"Tapi—"
"Tsk. Istirahat di sini, biarkan aku yang memberi mereka. Sebaiknya kamu tidak menyesal, karena kamu akan mengetahui yang sebenarnya."
"Maksudmu?"
Tidak membalas pertanyaan Jay, Ark berdiri. Dia kemudian berjalan ke arah kelompok Frank. Melihat kedatangannya, mereka berenam tampak terkejut.
Keenam orang itu tampaknya sedang makan. Namun bukan makanan segar, apa yang mereka makan adalah biskuit terkompresi. Bahkan jika makanan itu bisa diawetkan, Ark masih melihat sedikit jamur pada biskuit. Satu orang memegang satu biskuit, kecuali dua gadis yang masing-masing hanya memegang separuh.
"A-Apakah anda butuh sesuatu dari kami, Pak? Kami memiliki sedikit makanan jika anda ingin."
Frank berkata dengan nada gugup. Bukan hanya dia, lima orang lain takut Ark datang untuk merampok mereka. Namun, apa yang pemuda itu lakukan membuat mereka terkejut.
Ark mengeluarkan sebotol air. Sama seperti Jay, kira-kira satu liter. Meletakkannya di atas aspal, dia kemudian berkata.
"Bagi saja secara merata."
"Eh? Ini ... bagaimana dengan anda, Pak?"
"Aku bisa meminta Jay."
"Tunggu!"
Saat itu, pria berkacamata, Darin tiba-tiba menghentikan Ark. Apa yang dia lakukan langsung membuat lima orang lain langsung panik.
"Apa?"
"Kalau boleh tahu, di mana anda bisa mendapatkan air bersih, Pak?"
Darin sebenarnya takut, tapi memberanikan diri untuk bertanya. Lagipula, itu juga demi kelangsungan hidupnya sendiri.
"Oh? Menarik."
Ark tersenyum. Beberapa saat kemudian, tanpa menutup-nutupi, pemuda itu memberi pengetahuan penting.
"Sebenarnya, walau banyak benda berkarat dan menua, kalian masih bisa mendapatkan air bersih dari tangki air. Selain itu, ada juga tandon atau wadah air yang biasanya ada di atas bangunan. Saat mengambil, pastikan untuk membersihkan bagian paling atas. Juga, ambil air di tengah, tapi tidak di dasar karena kemungkinan kotor.
Jika kamu tidak bisa menemukannya, ambil saja plastik secara acak dan taruh di tempat terbuka dan aman. Karena sudah beberapa hari terlewat, udara sudah bersih. Kamu bisa mengumpulkan embun dan minum di pagi hari.
Walau tidak banyak, seteguk air di pagi hari lebih baik daripada tidak sama sekali.
Sedangkan untuk air sungai. Setidaknya, untuk saat ini, tampaknya belum bisa dikonsumsi."
Mendengar itu, Darin tampak terkejut. Dia membungkuk sopan sambil berkata.
"Terima kasih banyak atas ilmunya."
"Aku pergi."
Setelah mengatakan itu, Ark berbalik lalu pergi menuju ke arah Jay. Meminta seteguk air, dia kemudian duduk bersandar sambil memejamkan mata.
Melihat itu, kelompok Frank memiliki ekspresi rumit di wajahnya.
"Kalau begitu, mari kita bagi airnya."
Mendengar ucapan Myron, lima orang lainnya sadar lalu mengangguk. Pria itu berkata.
"Karena terbatas, mari kita bagi sesuai dengan kebutuhan dan peran kita."
"Eh? Apa yang kamu maksud, Myron? Bukankah orang itu menyuruh kita membaginya sama rata."
Brad yang sedari tadi diam tiba-tiba bicara.
"Tentu saja tidak bisa begitu, Kak Brad. Kamu memiliki beban paling banyak, jadi kamu pantas untuk mendapat lebih banyak.
Kamu, kemudian kak Frank, baru aku dan Darin. Tentu saja, Stacy dan Juana juga mendapatkan jatah mereka."
"Itu ... cukup adil."
Brad berkata dengan ekspresi agak bingung. Dia juga sangat lapar dan haus. Mendapat lebih banyak pasti lebih baik. Frank juga diam.
"Tapi ..."
Darin hendak menolak, tapi Myron kembali berkata.
"Kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa, Darin. Mungkin karena sudah memiliki ilmunya, kamu ingin mencarinya sendiri."
"Tidak. Bukan begitu ..."
Darin akhirnya menyerah. Melirik ke arah Stacy dan Juana, dia hanya bisa tersenyum masam.
Pada akhirnya, mereka membaginya dengan cara seperti itu. Di akhir, Stacy dan Juana hanya mendapatkan satu teguk air. Itupun tidak penuh.
"..."
Di beberapa meter lebih jauh, tempat Ark dan Jay duduk tampak sunyi. Karena fisik mereka ditingkatkan, mereka jelas mendengar bisikan kelompok Frank.
"Ark ..." gumam Jay.
"Sekarang seharusnya kamu mengerti."
Jay diam. Namun sekarang dia mengerti. Dunia ini tidak lagi sama, baik penampilan, cara hidup, dan peraturannya. Tidak lagi ada kata mengasihani hanya karena teman atau semacamnya.
Keburukan dalam diri manusia mulai muncul ke permukaan.
Sebenarnya Ark dan Jay masih memiliki satu botol air dalam tas. Mereka juga memiliki daging rebus yang dikeringkan. Namun, karena ucapan Ark, keduanya tidak menunjukkan "kekayaan" mereka di depan orang-orang.
"Apa yang terjadi dengan mereka bukan urusan kami, Jay. Untuk sekarang, kita hanya bisa bertahan.
Jika kamu ingin merubah segalanya. Paling tidak, jadilah lebih kuat, setidaknya untuk membuat kelompok dan membuat aturanmu sendiri."
"Aku mengerti ..."
Jay berkata dengan ekspresi tegas. Tampaknya telah membulatkan tekad untuk membuat aturannya sendiri.
"Lalu, kita akan pergi ke mana?"
"Kamu hanya perlu mengikutiku."
Ark berkata dengan santai.
Hampir satu jam berlalu begitu saja, Ark dan Jay bangkit. Mereka kemudian menghampiri kelompok Frank.
"Kami akan pergi."
Mendengar ucapan Ark, Darin mengembalikan botol kepada pemuda itu.
"Terima kasih atas bantuan kalian."
Darin berkata dengan nada tulus.
"Tidak apa-apa."
Menerima botol kosong agar mereka tidak curiga, Ark membalas ucapan Darin dengan nada tak acuh.
"Omong-omong, jika kalian melakukan perjalanan, bolehkah kami mengikuti kalian?"
"..."
Ark menatap Brad yang bertanya. Tentu saja, dia tahu bahwa itu adalah saran Myron. Jadi, pemuda itu menjawab.
"Kami adalah kelompok yang berbeda. Jika kamu ingin mengikuti kami, hal tersebut bukan tidak mungkin. Namun ...
Kalian harus menjaga keselamatan kalian sendiri. Jangan mengandalkan kami karena kami tidak akan menolong kalian. Kalian juga punya tangan dan kaki, bukan?
Maka kalian juga bisa bertarung."
"..."
Mendengar itu, kelompok Frank terdiam. Setelah beberapa saat, Frank sebagai ketua kelompok berkata.
"Tentu kami akan menjaga diri kami sendiri. Kami hanya ingin mengikuti kalian dan menemukan tujuan baru."
"Kalau begitu kami setuju."
Ark menjawab santai. Setelah itu, dia berbalik pergi dengan Jay. Namun, kelompok itu tidak bisa melihat bahwa mata Ark masih tampak dingin. Bahkan lebih dingin daripada biasanya.
Setelah beberapa jam perjalanan, mereka sampai di kantor polisi. Namun, delapan orang itu langsung disambut oleh lebih dari seratus zombie.
Tentu saja, sangat wajar ada banyak zombie di tempat ini.
Orang-orang berbondong-bondong menuju ke kantor polisi ketika apocalypse terjadi. Ada yang berharap mendapatkan senjata, ada yang mengharapkan perlindungan polisi, dan sebagainya. Hasilnya ...
Ya. Mereka semua menjadi zombie!
Melirik ke arah enam orang yang ketakutan lalu ke arah lebih dari seratus zombie, Ark berkata dengan nada tak acuh.
"Selamat datang di dunia kejam, dimana hanya yang kuatlah yang bisa bertahan."
>> Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 512 Episodes
Comments
Da Qiao
slayyy💅
2024-11-30
1
Da Qiao
mereka dimanipulasi myron dah👁️👄👁️
2024-11-30
1
yqwerty
nah ini baru bener kata "kami" nya didepan orang lain
2024-09-08
1