Di dalam perjalanan Luke nampak sedikit cemas dan gelisah. Ia terlihat bagaikan orang yang sedang kebingungan.
“Dek, ambil napas yang panjang... santai aja, insyaallah ini berlian akan terjual dengan harga yang semestinya dan pak Andre sendiri udah kenal bapak lama jadi dia gak mungkin nipu kita.”
“Iya pak...”
Sebenarnya Luke cemas bukan hanya mengetahui batu berlian itu asli. Tapi juga karna batu berlian yang berharga milyaran di dunianya itu hanyalah deretan batu biasa yang di jual sistem shop.
Dan dalam pikirannya saat ini tercampur aduk mulai dari hari sudah mulai gelap dan ia khawatir dengan adik adiknya di rumah.
Sampai fakta bahwa batu yang ia beli di shop adalah batu berlian asli sampai sisa total CP yang ia miliki masih bisa membeli beberapa batu lainnya. Fakta itu semua saat ini berada dalam kepala Luke.
Setelah hampir setengah jam mengendarai mobil akhirnya mereka sampai di sebuah mal...
“Ayo dek Luke kita masuk, kantor pak Andre ada di lantai lima mal ini.”
Mereka berdua yang sampai di sana langsung meluncur ke tempat pak andre. Sampai akhirnya Pak Mamad dan Luke sampai di depan kantor pak Andre yang tak lain adalah toko emas kelas atas dengan banyak emas dan permata menghiasi tiap kaca bajanya.
“Permisi pak ada yang bisa saya bantu?.”
Nampak seorang karyawan toko mendatangi mereka.
“Saya udah ada janji bertemu pak Andre.”
“Ohh. Ini pak Mamad ya?.”
“Iya benar.”
“Silahkan pak, pak Andre sudah menunggu di dalam.”
Lalu Luke dan pak Mamad di antarkan oleh karyawan wanita itu masuk lebih dalam ke toko perhiasan tersebut. sampai mereka tiba di ruangan yang sangat besar dan di sanalah pak Andre sudah menunggu mereka.
[tok...tok..tok...]
“Permisi pak Andre, ini tamu bapak pak Mamad sudah datang.”
“Ya sudah suruh masuk.” Terdengar suara dari balik pintu.
Lalu pak Mamad dan Luke langsung masuk ke dalam ruangan pak Andre dan di sana terlihat seperti meja bos pada umumnya tapi yang membedakan di sana ada banyak alat pengecek batu mulia mulai dari yang besar sampai yang kecil.
Melihat pak Mamad sudah datang pak Andre pun menyambutnya.
“Ohhh...Mad cepet juga kamu sampenya.”
“Iya pak...kebetulan jalannya juga gak terlalu macet.”
“Yaudah duduk Mad.”
Lalu pak Andre yang terlihat sedang mengecek batu permata akhirnya kembali duduk di meja kerjanya dan merekapun mulai mengobrol.
“Jadi ini anak yang kamu bilang punya berlian asli itu?.”
“Iya pak dan ini berliannya.” Lalu pak Mamad langsung memberikan batu berlian berwarna merah merona itu pada pak Andre. Kemudian pak Andre terlihat melihat lihat batu tersebut.
“Hem... batu ini sudah di poles sangat cantik dan polesan dari lekukan ini sangat rapi, ini benar benar indah.” Lalu pak Andre membawa batu tersebut ke sebuah alat pengecek keaslian berlian dan meletakkannya di sana.
“Sini Mad kita lihat sama sama.”
Akhirnya Luke dan Pak Mamad juga ikut melihat saat proses pengecekan dan seperti yang pak Mamad bilang batu berlian tersebut 100% asli.
“Wah... benaran asli Mad.”
“Kan sudah saya bilang pak, saya juga udah cek di toko saya...”
“Bentar ya Mad kita cek sekali lagi di mesin lain.”
Tapi lagi lagi hasil yang keluar tetap sama. Berlian milik Luke 100% asli.
“Hem....baiklah sudah cukup.”
Lalu pak Andre langsung mendatangi dan menatap Luke .
“Sebelum kita berbisnis ada baiknya saling mengenal satu sama lain kan.”
“Kalo boleh bapak tau nama adek ini siapa ya?.”
“Kenalin pak saya Luke Lawrance.”
“Ohhh...salam kenal ya, nama bapak Andre Wijaya, di lihat dari baju adek, adek ini masih sekolah ya?.”
“Bener pak saya masih kelas dua sma.”
“Ohhh...yaudah yuk kita duduk dulu.”
Lalu mereka bertiga pun duduk kembali.
“Jadi gini dek Luke , berlian adek ini tingkat kemurniannya mencapai 100% dan kalau di jual bisa laku.....” nampak pak Andre sedikit berpikir.
“ Jika adek berkenan saya akan membeli berlian ini seharga 20 miliar cash, Sekarang juga”
“Tapi kalau adek gak mau menjualnya sama bapak, bapak bisa merekomendasikannya saat pelelangan batu mulia yang akan di adakan di New York bulan depan.
Dan kalau di lelang di sana harga batu ini bisa naik menjadi sekitar 20-30 miliar bahkan mungkin bisa lebih karna bentuknya yang sangat indah dan elegan ini.”
Mendengar perkataan pak Andre Luke hanya bisa menahan detak jantungnya yang makin kencang dan hampir copot. Dalam hidupnya ia tak pernah menyangka akan mendapatkan uang sebanyak dua puluh miliar bahkan ia bisa mendapatkan lebih jika menjual lebih banyak berlian yang ada di shop sitem.
“Tak perlu buru buru dek Luke ...coba pikirin dulu baik baik.” Nampak pak Mamad mulai menasehati Luke. Tapi pak Andre lalu berbicara lagi.
“Kalau adek setuju, saya bisa mentrasnfer uang sebanyak 20 miliar sekarang juga ke rekening adek. Tapi balik lagi, bapak gak akan maksa kalau misalnya adek keberatan dengan harganya, bapak bakalan bantuin menjualnya di pelelangan kayak yang bapak bilang di awal...jadi bagaimana?.”
Setelah mengambil nafas terataur dan menenangkaan dirinya akhirnya Luke setuju menjual berlian itu dengan harga 20 miliar.
“Baiklah pak Andre saya setuju menjual batu ini kepada bapak dengan harga dua puluh miliar tapi saya juga punya permintaan lain untuk bapak.”
“Permintaan apa itu?... kalau bapak bisa bantu pasti bapak bantu.”
Lalu Luke izin ke kamar mandi terlebih dahulu dan di sana ia membeli lima buah berlian lain dengan warna yang berbeda beda.
[Ting]
[Berhasil membeli White Diamond]
[Ting]
[Berhasil membeli Green Diamond]
[Ting]
[Berhasil membeli Yellow Diamond]
[Ting]
[berhasil membeli Black Diamond]
[Ting]
[Berhasil membeli Blue Diamond]
Kemudian Luke yang berhasil mendapatkan berlian warna warni itu langsung memasukkaanya ke dalam kantong celananya.
Sampai ia pun keluar dari kamar mandi dan berjalan kembali ke meja pak Andre.
“Udah lega....jadi gimana, jadi jual sama bapak?.”
“Jadi pak dan ini.” Lalu luke mengeluarkan lima buah berlian lagi dan seketika itu juga pak Andre dan pak Mamad di buat terkejut bukan main.
“Astaga jadi adek masih punya yang lain?.”
“Hehehe iya pak Andre dan kata paka Andre akan ada pelelangan satu bulan lagikan?... jadi saya ingin menjual lima sisanya ini di pelelangan seperti saran pak Andre.”
“Hiuhhh...” nampak pak Andre membuka kancing baju di lehernya karna sedikit kepanasan. Padahal di sana suhu ruanganya sangat dingin karna ada dua AC di tempat tersebut.
“Bapak mau aja bantu kamu jual ini berlian, tapi apa kamu gak takut ini berlian bapak bawa lari?.”
“Gak kok pak santai aja, saya percaya kenalan pak Mamad pasti juga orang baik sama kayak beliau.”
“Baiklah jika adek setuju maka bapak akan membantumu menjual batu berlian ini dan juga bapak akan langsung mentrasnfer 20 miliar untuk pembelian batu ini.”
Lalu paka Andre nampak menelepon sekretasinya dan dalam hitungan menit uang sejumlah 20 miliar telah di transferkan oleh asisten pak Andre ke nomor rekening atm Luke...
“Coba cek saldo kamu, udah masuk belum.”
Saat melihat jumlah angka yang sangat banyak akhirnya luke dapat melihat dengan jelas jumlah saldo atmnya saat itu. Yaitu Rp. 20.000.875.200
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Gak Tau
sepertinya akan menjadi orkay
2025-02-02
0
goresan curahan keluh kesah
dah lah pusing liat angkanya 🤣🤣🤣 liat angka 3 jeti aja aku dah kegirangan apalagi sampai 20M bisa gila akoh🤣🤣🤣🤣
2024-06-12
4
Edy Sulaiman
mantap...Lanjut thor..
2024-05-18
3