"Tunggu dulu ya, kakak dah pesen taxi online buat kita pergi ke mal.”
“Hehhh.. jadi kita mau naik mobil nih kak?."
“Iya...kamu pernah ngeluhkan karna pengen di antar sekolah naik mobil, jadi mulai besok juga kakak nganter kalian sekolah naik mobil.”
“Yeyy.. asikkk.” Nampak sang adik Chiko sangat gembira.
Tak lama kemudian taxi online pesanan Luke sampai dan ketiga saudara itupun pergi jalan jalan. Nampak sepanjang perjalanan sang adik Chiko melihat lihat pemandangan dari balik kaca mobil dengan seksama.
“Kak, kapan kita beli mobil sendiri.?”
Mendengar pertanyaan Chiko, Luke hanya bisa tersenyum. Ia sebenarnya sudah memilik cukup uang untuk membeli sebuah mobil tapi Luke sama sekali tak mengerti cara mengendarai mobil.
Lalu karna penasaran Luke melihat inventory dan melihat shop bagian keterampilan.
Di sana ada banyak keterampilan di jual. Mulai dari keterampilan karate, bermotor, menyetir, memasak dll dan harganya mulai dari 1000CP.
Sedangkan keterampilan menyetir mobil harganya 2000CP. Dan yang termahal masih terkunci yaitu keterampilan mengendarai apa saja dan ada juga keterampilan master bela diri. Dengan harga yang tak kalah mahal.
“Sistem kenapa harga keterampilan ini sangat mahal?."
[Ting]
[Jawabanya karna dengan sekali membeli keterampilan tersebut tuan sudah bisa di katakan menguasai seluruh keterampilan yang di beli]
“Ohh.. jadi jika saya membeli keterampilan karate jadi saya sudah bisa di bilang menjadi master di keterampilan tersebut?.”
[Ting]
[Benar sekali tuan]
“Hem... aku masih bingung dengan cara sistem mempertimbangkan harga barang yang di jual di toko. Sistem dengan murah menjual batu permata yang berharga milyaran dengan hanya 120CP tapi dia menjual obat demam dengan harga 30CP yang jika di beli di dunia ku mungkin harganya hanya puluhan atau ratusan ribu. Jadi menurutku sistem menganggap kesehatan, keterampilan dan sesuatu sejenisnya lebih berharga dari pada uang.” Luke berbicara dalam hati.
Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi mereka sampai di depan mal besar. Di sana nampak kedua adik Luke sangat antusias.
“Nih pak bayarannya, sisanya ambil aja.”
“Ehhh...makasih ya dek..”
“Iya pak sama sma.”
“Yuk Chiko, Chika kita belanja belanja.”
Lalu ketiga saudara itupun masuk ke dalam mal. Di dalam mal nampak ada banyak hal baru yang di lihat kedua adiknya itu.
“Wahh...keren kak, di sini rame banget.” Nampak sang adik Chiko berbicara dengan ekspresi bersemangat. Sedangkan sang adik chika hanya melihat sekelilingnya dengan rasa penasaran.
“Kakak tau tempat yang keren buat kita senang senang. Lalu Luke yang berjalan sambil menggandeng kedua adiknya itu pergi ke lantai tiga menggunakan lift dan sampai di depan taman bermain TimeZone.
“Ye...kita ke timezone lagi nampak sang adik Chiko langsung melepaskan genggaman tangan Luke dan berlari ke sana.
Walaupun hidup keluarga mereka sederhana tapi hampir tiap bulan dulu mereka sekeluarga sering jalan jalan ke sini.
Akhirnya Luke dan kedua adiknya menghabiskan waktu bermain di sana dengan bersenang senang.
Sambil mengawasi adiknya Luke juga sempat membalas chat sang pacar.
Dan nampak ketika Luke mengirimkan foto ia dan adiknya ke Ange nampak Ange sangat cemburu dan ingin juga pergi jalan jalan dengan Luke. Maklum aja selama hampir sebulan mereka pacaran, pasangan itu gak pernah jalan jalan dan hanya ketemuan di sekolah.
Setelah beberapa jam bermain akhirnnya hari sudah menunjukkan pukul satu siang.
“Chiko, Chika kita makan dulu yok.”
“Heh...chiko masih mau main kak.”
“Iya chika juga.”
“Yaudah gini aja, kita beli hp dulu abis itu makan, baru kita main lagi ke sini gimana?.”
“Heh..jadi sekaranag mau beli hp nih, yaudah yok kak kita beli hp dulu”
Lalu ketiga saudara itu berjalan ke lantai empat dan di sana ada banyak toko smartphone berjejer.
“Silahkan dek, mau beli hp apa.”
Nampak pegawai toko beberapa smartphone menawarkan luke untuk mampir ke tokonya.
“Kak, kita jadi beli gak sih ini.”
“Jadi dong, tapi kakak pengan beliin kalian hp keluaran terbaru dan terbaik jadi ikutin aja kakak.”
Sampai akhirnya mereka sampai di toko Iphone dan di sana nampak juga ada beberapa pembeli lainnya.
“Nah... dah sampe, kalian bebas mau beli yang mana...pilih aja yang kalian suka nanti kakak beliin.”
“Wihh.. bener nih kak?."
“Iya benar...”
Setelah mendengar perkatan kakanya Chiko dan Chika nampak berlarian kesana kemari melihat daftar smarphone yang di pajang di sana. Sedangkan Luke hanya melihat lihat beberapa smarphone di dekatnya.
“Hem.... yang ini 22 juta.”
“Terus yang ini 45 juta.”
“Ahh..sial aku gak terlalau paham merek hp jadi bingung mau beli yang mana.”
Lalu karna bingung Luke menelepon Ange dan bertanya pada sang pacar merek hpnya.
“Tumben nelpon duluan, ada apa?.”
“Gpp aku cuman pengen nanya merek hp kamu apa?.”
“Kenapa emang, kamu mau beli hp baru?."
“Hooh, mumpung ada duit nih jadi aku pengen ganti hp.”
“Ehhh....serius, yaudah beli yang sama kaya aku aja.”
Akhirnya Ange memberi tahu Luke merek hpnya dan Luke langsung menanyakannya pada karyawan toko.
“Mas kalo yang ini berapa ya.” Namapak Luke menunjukkan foto hp Ange pada karyawan toko.”
“Ohh...itu, kalu itu 70 juta mas, lalu sang karyawan mengeluarkan hp yang di minta oleh Luke.
“Ini kan?...”
“Nah bener mas, tapi ada gak yang warna item?."
“Ada, bentar mas...” lalu sang karyawan mengeluarkan merek lainnya.
“Nih mas.”
“Boleh di cek gak?...”
“Boleh dong, nih mas Silahakan di lihat lihat.”
Akhirnya setelah melihat lihat smartphone tersebut Luke langsung membelinya.
“Yaudah mas saya beli yang ini.”
“Oke mau bayar lewat apa mas?.”
“Saya bayar lewat trasnfer bisa gak mas?."
“Ohhh..bisa dong.”
Akhirnya Luke membayar Smartphone barunya dan melihat ke arah sang adik yang masih bingung milih beli hp yang mana.
“Mas kalau untuk anak kecil bagusnya yang mana ya?."
“Hemm...kalo untuk anak kecil saya sarankan yang ini mas.”
Setelah melihat hp yang di sarankan, Luke langsung memanggil kedua adiknya.
“Chiko, Chika sini...”
Lalu kedua adiknya pun datang menghampirinya.
“Udah ketemu hp yang mau di beli.”
“Hemm....Chiko bingung beli yang mana kak.”
“Chika juga sama.”
Lalau luke mengeluarkan dua buah hp. Satu warna hitam dan saatu warna putih.
“Gimana kalo yang ini?...”
Nampak Luke memberikan hp baru itu pada sang adik.
“Wih yang ini keren juga kak, tipis, terus ringan juga.”
“Jadi gimana kalian suka yang ini?...”
“Suka kak..”mereka menjawab serentak.
“Yaudah kita beli yang ini aja ya...”
Akhirnya kedua adiknya setuju membeli hp yang di sarankan Luke.
“Jadi dua ini berapa mas..”
“Karna mas beli tiga maka ada diskon spesial mas, jadi mas dapet diskon 20% jadi harga keduanya 95 juta aja mas.”
lalu dengan gampangnya Luke mentrasnfer uang sejumlah 95 juta ke rekening toko tersebut.
“Tuh mas dah saya trasnfer, coba di cek?.”
“Sepp mas masuk...”
“Yaudah makasih ya mas saya pergi dulu.”
“Iya mas hati hati.”
Nampak karyawan toko sedikit terkejut karna Luke dengan gampangnya membeli hp Iphone keluaran terbaru itu.
Padahal awalnya ia ragu karna melihat penampilan luke dan kedua adiknya yang sedikit gak meyakinkan.
“Kakak, kita kemana lagi...”
“Kita makan aja dulu ya...kakak dah laper nih.”
“Iya kak Chiko juga dah laper."
Lalu ketiga saudara itu berjalan bersama mencari tempat makan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Nunu Hasan
70 juta hp mereck satria baja hitam RX bio./Grin//Grin//Grin/
2024-08-11
0
L U S T { HAWA NAFSU }
gak ngotak ngasih harga hp revisi lah liat harga di real life, atau ini hasil nyolong???
2024-07-18
3
Vinnie Alder
95jt? iPhones 15 aja 20jt an.... kurang malah
2024-05-31
1