"Baik Dewi Qia, saya akan segera merapikan semua pembukuan keuangan kota dan juga mulai mendata semua yang bekerja kepada kita namun setahu saya kita belum memiliki pemasukan apapun kecuali dari uang masuk penduduk ke kota kita yang hari kemarin dan uangnya masih ada di komandan prajurit yang bertugas di pintu gerbang kota " ucap Qia Qia dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Itulah sebabnya aku minta kau menulis semuanya agar aku bisa memberikan modal untuk kota mawar ini jika sudah mengetahui berapa kebutuhan pengeluaran tetap kota kita, dan menurutmu berapa gaji yang sesuai perbulannya untuk kota kita ini" ucap Qia Qia kembali.
"Dewi Qia, kebutuhan hidup minimum per keluarga jika menurut saya cukup dengan tiga puluh Keping koin emas dan saya rasa dengan gaji sebesar itu maka semua yang bekerja kepada kita dapat hidup dengan nyaman tanpa memikirkan banyak hal terkait keuangan mereka" ucap Wi Ni dengan hormat.
"Baiklah jika demikian berikan mereka semua gaji sebesar lima puluh keping koin emas saja secara merata namun yang dua puluh keping koin emas sebagai bonus untuk mereka sehingga mereka tidak ada yang bermalas malasan, berikan juga kepada prajurit Wi Yu dan khusus untuk mu dan Wi Yu kalian mendapatkan seratus lima puluh keping koin emas" ucap Qia Qia dengan ramah dan terlihat sangat santai.
"Baik Dewi Qia, lalu mohon maaf saya mendengar dari komandan prajurit yang menjaga kediaman anda ini jika anda hendak merenovasi kediaman ini apakah hal ini benar?" Ucap Wi Ni kembali.
"Benar namun karena aku mendengar kalian semua para wanita juga bisa menjadi ahli bangunan kenapa tidak kalian saja yang bekerja, aku sudah menemukan sebuah ruangan rahasia di bawah kota ini dan aku tidak ingin ada seorangpun yang mengetahui hal ini selain bawahan ku yang sudah melakukan kontak jiwa dengan ku" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik Dewi, nanti saya sendiri yang akan memimpin renovasi seluruh bangunan di kediaman anda, namun apakah kita akan menyewa bangunan lain sementara untuk kita bekerja selama proses renovasi ini" ucap Wi Ni kembali dengan sopan dan juga hormat.
"Tidak menyewa namun akan membelinya, ku lihat jika banyak sekali kediaman besar yang kosong bahkan di depan kediaman ini juga kosong namun sebaiknya jika ada belilah di dekat alun alun kota saja, aku akan menukar kediaman baru sebagai milik kota dan yang ini menjadi kediaman pribadiku, bagaimana pendapat mu mengenai keinginan ku ini" ucap Qia Qia kembali.
"Dewi saya sangat setuju dengan keputusan anda, dengan demikian maka ruangan rahasia yang anda temukan tidak akan diketahui oleh siapapun kedepannya, saya yakin para penduduk kota juga setuju karena sistemnya di tukar, jika demikian saya akan segera memerintahkan bawahan yang lain untuk segera mencari kediaman besar di dekat alun alun kota yang hendak di jual, dan juga mendata semua kediaman dan bangunan di kota kita yang akan di jual" ucap Wi Ni dengan hormat dan bersemangat.
"Pergilah dan segera berikan datanya kepadaku, sekalian sampaikan jika ada tamu untukku agar di bawa dan dikawal kesini tanpa melintasi bangunan besar di depan, tapi melewati jalanan samping tembok saja" ucap Qia Qia kembali.
"Baik Dewi Qia saya permisi dulu untuk melaksanakan tugas dari anda" ucap Wi Ni sambil berdiri dan memberikan penghormatan kepada Qia Qia.
Wi Ni kemudian meninggalkan Qia Qia sendirian di teras kediaman Qia Qia itu.
"Dewi maaf sarapan anda sudah siap di ruang makan" ucap salah satu bawahannya yang mendatangi Qia Qia dengan sangat sopan.
"Baik ayo kita makan bersama dan apakah yang di kediaman belakang sudah sarapan juga" ucap Qia Qia sambil berdiri dan melangkah menuju ruang makan di dalam kediamannya itu.
"Sudah semua Dewi, kami sudah mengantarkan untuk mereka juga" Ucap bawahannya itu dengan sangat sopan sambil berjalan di samping kiri Qia Qia.
"Kenapa kau mengantarkan kesana, mereka juga keluarga kita seharusnya kau menyuruh mereka untuk datang dan makan bersama, ingat aku lebih suka kebersamaan jadi lain kali kalian semua makan bersama dengan ku atau tanpa aku jika memang aku sedang tidak ada disini" ucap Qia Qia sambil terus melangkah menuju ruang makan.
"Baik Dewi saya akan mengingat pesan anda" jawab bawahannya itu.
Mereka kemudian tiba di ruang makan dan langsung makan bersama, bersama sama dengan keempat bawahannya yang lain.
Tidak ada yang berbicara seorangpun saat menikmati sarapan pagi itu yang sebenarnya sudah menjelang siang.
"Ingatlah aku lebih suka makan bersama jadi perbesar meja makan ini agar cukup untuk kita semua" ucap Qia Qia setelah selesai menikmati sarapannya dan melihat jika hanya ada dua puluh kursi di meja makan itu.
"Baik Dewi" ucap semua bawahannya dengan hormat dan kompak.
"Aku minta dua orang untuk berjaga di teras untuk menjadi penerima tamu jika ada yang datang ke kesini dan sementara jangan ada yang menggangu ku karena aku akan beristirahat sebentar di kamarku, jika ada tamu suruh saja datang kembali sore nanti, satu hal lagi siang ini kita semua akan ke alun alun kota untuk menemui para penduduk jadi lima orang dari kalian akan menemani ku termasuk dengan Wi Ni" ucap Qia Qia kembali sambil berdiri.
"Baik Dewi" ucap semuanya dengan kompak dan sangat hormat.
Qia Qia kemudian berjalan menuju kamarnya dan di dalam kamarnya dia tidak beristirahat melainkan berteleportasi ke istana naga di galaksi ke 100 untuk menemui Long Tian.
"Hormat kami kepada Dewi Qia" ucap komandan prajurit istana naga yang melihat Qia Qia tiba tiba muncul di halaman istana naga.
"Komandan dimana penguasa?" Tanya Qia Qia dengan ramah.
"Dewi, penguasa saat ini sedang bersama penguasa putri di taman belakang" jawab komandan prajurit itu dengan hormat.
"Baik, saya akan kesana sendiri saja, lanjutkan saja tugasmu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke komandan prajurit itu.
"Baik Dewi" ucap komandan prajurit itu.
Qia Qia kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju ke arah taman belakang istana dan dia beberapa kali berhenti karena banyak pekerja istana yang menyapanya.
"Aku akan membuat kediaman ku di kota mawar seperti ini saja" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melihat semua detail istana naga.
"Komandan apakah penguasa ada di dalam" ucap Qia Qia ke komandan prajurit yang berjaga di pintu masuk taman belakang istana dengan sangat ramah.
"Benar Dewi Qia, penguasa ada bersama penguasa putri, silahkan jika anda hendak masuk ke dalam" ucap komandan prajurit itu dengan sangat hormat sambil membuka pintu masuk taman dan mempersilahkan Qia Qia untuk masuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Caproede1204
mancayyy...👍👍👍
2022-06-28
0