Kini seluruh bagian sudah terlindungi dengan baik oleh segel buatan Qia Qia dan mulut Goa juga sudah bisa terlihat keluar namun dari luar tidak bisa melihat sama sekali ke dalam dan tidak bisa menemukan Goa itu sama sekali berkat segel ilusi Qia Qia yang memperkuat segel ilusi kuno.
"Jadi Goa ini terletak dekat dengan puncak gunung, dan sebaiknya aku keluar dari dalam Goa ini untuk melihat dimana aku sebenarnya" ucap Qia Qia sambil melayang lalu berteleportasi keluar dari dalam Goa.
Qia Qia muncul persis di depan mulut Goa yang tertutup oleh segel ilusi.
"Jadi Goa ini terletak di dinding tebing yang sangat tinggi dan curam, hanya bisa terbang untuk memasuki Goa" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil melayang satu meter di depan Goa dan dia bisa melihat jika tebing tempat Goa itu berada sangat curam.
"Sepertinya jarak ke lembah di bawah itu mencapai lima ratus meter dan untuk mencapai atas sekira lima ratus meter juga, Aku belum bisa menyelidiki hutan dan lembah dibawah jadi sebaiknya aku melihat bagian atas saja dulu" ucap Qia Qia berbicara sendiri sambil berteleportasi ke atas awan.
"Jadi Gunung itu berada persis di belakang istana kekaisaran Bulan, dengan begini aku benar bisa memanfaatkan ruangan bawah tanah untuk pasukanku kedepannya" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah istana yang hanya berjarak satu kilometer dari gunung di bawahnya.
"Melihat minimnya penjagaan di dalam Gunung dan hanya beberapa prajurit yang berjaga di bawah gunung maka bisa dipastikan jika gunung ini adalah gunung terlarang milik istana kekaisaran dan goa serta ruangan bawah tanah itu adalah jalur persembunyian masa lalu sekaligus ruang harta, jika demikian maka sudah keberuntungan langit aku sampai di kota mawar dan menjadi pemimpin disana, sebaiknya aku segera kembali ke kediamanku saja, melihat matahari pagi ini berarti aku sudah pergi selama satu hari" ucap Qia Qia sambil berteleportasi ke dalam kamar tidurnya di kediaman barunya yang berada di kota mawar.
Qia Qia muncul di dalam kamar tidurnya dan langsung melangkah menuju ke kamar mandinya untuk membersihkan diri dan sekaligus untuk berganti pakaian.
Satu jam sudah berlalu dan kini Qia Qia sudah keluar dari dalam kamarnya dan berjalan ke teras kediamannya lalu duduk di kursi teras kediamannya itu.
"Hormat kepada Dewi Qia, maaf jika saya mengganggu" ucap Wi Yu yang baru datang sendirian sambil memberikan penghormatan kepada Qia Qia.
"Jenderal Wi Yu silahkan duduk" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal Wi Yu.
Jenderal Wi Yu pun langsung duduk di kursi yang ada di depan Qia Qia dengan sangat sopan dan juga hormat.
"Jenderal ada yang bisa saya bantu" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal Wi Yu.
"Dewi Qia, saya mohon maaf baru kembali kesini, karena saya baru saja selesai menyembuhkan diri saya dan yang ingin saya sampaikan kepada anda adalah mengenai persetujuan dari kaisar untuk anda menjadi pemimpin kota dan juga menyetujui perubahan nama kota ini menjadi kota mawar" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat.
"Baiklah Jenderal semoga semuanya berjalan lancar dan sepertinya masih ada yang ingin anda bicarakan kepada saya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal Wi Yu.
"Dewi mohon angkat saya menjadi bawahan Dewi karena saya ingin mengabdikan diri saya untuk Dewi Qia selamanya " ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat.
"Jenderal bukankah anda seorang Jenderal kekaisaran jadi anda sudah melakukan kontak jiwa dengan kaisar mana bisa anda menjadi bawahan saya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia, hamba memang sudah menjadi jenderal kekaisaran namun tidak ada satupun jenderal kekaisaran yang melakukan kontrak jiwa dengan kaisar" ucap Jenderal Wi Yu sambil berdiri lalu berlutut di depan Qia Qia dengan sudah membuka pertahanan jiwanya.
"Ini memang yang aku inginkan untuk memudahkan jalan Penguasa Putri" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil memberikan kontrak jiwa kepada Jenderal Wi Yu.
"Jenderal Wi Yu bangunlah dan duduklah kembali" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal Wi Yu lalu mengeluarkan sebuah Poci Teh herbal yang berisi teh herbal buatan Long Tian dan dua gelasnya.
Jenderal Wi Yu langsung duduk kembali di kursi yang sebelumnya dia duduki dan Qia Qia memberikan sebuah gelas yang sudah berisi teh herbal buatan Long Tian.
"Terima kasih Dewi Qia" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat sambil menerima gelas giok yang diberikan oleh Qia Qia.
"Wii Yu, minumlah agar kesehatan mu semakin maksimal dan agar kultivasi mu semakin stabil" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kemudian dia meminum teh herbal di gelasnya.
"Terima kasih Dewi" ucap Jenderal Wi Yu sambil langsung meminum teh herbal itu dan merasakan semua khasiatnya.
Semua kulit yang keriput kini terlihat menghilang dari tubuh Jenderal Wi Yu dan wajahnya kini semakin putih bersih, tidak ada bekas luka satupun di tubuh Jenderal Wi Yu di segi kultivasi kini Jenderal Wi Yu merasakan jika semua titik meridian nya membesar dan lautan Qi nya menjadi sangat luas serta penuh dan stabil.
Membutuhkan waktu hampir sepuluh menit untuk menyerap semua khasiat dari Teh Herbal buatan Long Tian itu untuk pertama kalinya.
"Kau jadi semakin mirip dengan Wi Ni sekarang" ucap Qia Qia sambil melihat ke jenderal Wi Yu yang kini terlihat seperti berusia empat puluh tahunan.
"Terima kasih Dewi Qia, hamba benar benar bahagia hari ini karena sudah sangat mungkin untuk hamba sampai di tingkat abadi tahap akhir" ucap Jenderal Wi Yu dengan sangat hormat dan terlihat sangat berbahagia.
"Ada berapa orang prajurit wanita yang kau miliki semuanya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia, semuanya ada lima juta orang dan tersebar di seluruh dunia ini, ini adalah jumlah prajurit yang sudah memiliki kontrak jiwa dengan saya" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat.
"Karena kau sekarang sudah menjadi bawahanku maka aku ingin menanyakan satu hal kepada mu" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Hamba akan menjawab semua pertanyaan Dewi selama hamba mengetahuinya" ucap Jenderal Wi Yu lagi dengan sangat sopan dan hormat.
"Pertanyaan pertama ku adalah apakah kau bisa setuju jika aku membesarkan kota ini dan membangun ulang kota ini, apakah ada larangan untuk kita" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia, tidak ada larangan apapun untuk melebarkan kota, dan hamba sangat setuju jika Dewi hendak melebarkan kota karena kota ini sudah sangat padat." Ucap Jenderal Wi Yu dengan sangat sopan dan juga hormat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Caproede1204
lanjutkan karya²mu...
2022-06-28
1
Caproede1204
sangat slalu thor...
2022-06-28
0