"Bisakah kau masuk sebentar dan menceritakan bagaimana agar aku bisa menggunakan gerbang dimensi itu, jika kita berdiri terus kakiku ini sudah sangat pegal' ucap Qia Qia sambil melangkah masuk dan langsung duduk di kursi tamu yang ada di dalam kamarnya.
"Nona, gerbang dimensi ada di pusat kota, kurang lebih sepuluh kilometer dari sini, anda tinggal kesana saja, jika anda mau bahkan bisa menyewa kereta kuda yang biasanya ada di depan penginapan jika pagi dan siang" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat dan kemudian duduk di depan Qia Qia.
"Apakah kita bisa mendatangi semua kota di dunia bulan melalui gerbang dimensi itu" ucap Qia Qia sambil tersenyum hangat.
"Tidak semua, karena tidak semua kota memiliki gerbang dimensi dari apa yang aku ketahui, memang nya nona sebelumnya hendak kemana bisa sampai tersesat sejauh ini" ucap wanita muda itu dengan ramah dan tersenyum hangat ke Qia Qia.
"Aku mau ke Utara namun tidak jadi saja, aku takut jika aku tersesat lagi" ucap Qia Qia sambil tertawa ringan.
"Nona jika masih ingin ke Utara setahu saya gerbang dimensi bisa digunakan untuk kesana, apakah anda ke utara untuk bergabung dengan sekte gunung salju" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Aku dari kecil belum pernah melihat salju dan aku sangat ingin melihatnya makanya aku keluar dari ibukota karena katanya bermain salju itu sangat seru" ucap Qia Qia sambil tertawa ringan.
"Nona bangsawan ini ada ada saja" ucap wanita muda itu dalam hatinya.
"Nona apakah masih ada yang ingin anda tanyakan, jika tidak saya akan mengambilkan makan malam anda dahulu" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Tidak ada untuk sementara ini saja sudah cukup yang ingin aku tanyakan, aku juga sudah sangat lelah ingin berendam air panas saja untuk saat ini, jadi bisakah makan malamnya di antarkan dua jam jam lagi saja" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Baik Nona, jika tidak anda bisa menarik tali itu untuk memanggil saya nanti jika sudah selesai membersihkan diri" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil tersenyum hangat dan melangkah keluar dari dalam kamar itu dengan tidak lupa menutup pintu kamar itu.
"Anak itu, belum aku berikan uang tips eh sudah pergi saja" ucap Qia Qia sambil menggelengkan kepalanya dan melangkah menuju pintu lalu menguncinya.
"Baiklah sebaiknya aku segera berendam saja" ucap Qia Qia sambil melangkah menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.
Satu jam lebih Qia Qia berendam air panas di kamar mandinya dan saat ini dia sudah menggunakan pakaian yang sederhana berwarna coklat karena dia memang hendak beristirahat.
"Kenapa banyak sekali kapal luar angkasa yang mirip dengan buatan penguasa melintasi langit kota ini" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah langit melalui jendela kamarnya bersamaan dengan pintu kamarnya ada yang mengetuk.
"Nona saya datang membawakan makan malam untuk anda" terdengar suara wanita muda itu dari luar pintu kamarnya.
"Masuklah, tidak aku kunci kok" ucap Qia Qia sedikit kencang karena dia masih sedikit jauh dari pintu kamarnya.
"Nona, sepertinya ada yang menarik perhatian anda di luar" ucap wanita muda itu sambil menyajikan makan malam untuk Qia Qia di atas meja ruang tamu kamar itu.
"Kesini deh sebentar" ucap Qia Qia sambil tetap melihat ratusan kapal kapal perang luar angkasa yang masih banyak melintasi langit kota.
"Oh itu, wajar jika nona baru melihatnya karena memang hanya di atas ibukota mereka dilarang untuk melintasinya, itu kapal kapal perang kekaisaran dan setiap malam pasti melintasi seluruh dunia ini kecuali ibukota kekaisaran dan tentunya istana kekaisaran juga" ucap wanita muda itu dengan ramah.
"Banyak sekali yang tidak aku ketahui ternyata, makasih ya infonya, ini untukmu" ucap Qia Qia sambil memberikan lima puluh Keping koin emas ke wanita muda itu.
"Nona terima kasih, anda silahkan menikmati makan malam anda dan untuk piring kotornya nanti jika tidak keberatan anda simpan di luar pintu saja biar saya tidak mengganggu anda lagi nanti" ucap wanita muda itu dengan ramah sambil memasukkan lima puluh keping koin emas itu ke dalam cincin dimensinya.
"Iya, terima kasih ya informasinya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil melihat ke arah wanita muda itu yang berjalan keluar dari kamarnya dan menutup kembali pintu kamarnya itu.
Qia Qia pun kemudian menutup jendelanya kembali dan langsung menghabiskan makan malamnya, dia juga menyimpan piring piring kosong itu di luar pintu agar tidak lagi mendapatkan tamu.
"Baiklah, Pintu dan jendela sudah aku kunci waktunya tidur" ucap Qia Qia sambil berjalan menuju tempat tidurnya dan langsung merebahkan dirinya.
"Jadi setiap malam mereka berpatroli keliling dunia bulan ini untuk melihat apa yang dilakukan oleh para penduduk pada malam hari sekaligus meminimalisir terjadinya pemberontakan sepertinya" ucap Qia Qia sambil tiduran di atas kasur empuknya.
"Tapi kenapa tidak sampai ke atas ibukota dan juga kekaisaran apa yang mereka sembunyikan disana, aku sebaiknya lebih berhati hati di dunia bulan ini karena jika sampai aku salah tindakan akan membuat semuanya berantakan nantinya" ucap Qia Qia sambil memejamkan matanya dan mulai pulas dalam tidurnya.
Sementara itu kapal kapal perang angkasa terus melintas langit kota dan dengan jumlah yang semakin banyak semuanya terbang melayang dengan sangat pelan seakan akan tidak ingin ada yang terlewat dari pengawasan mereka.
Matahari pagi pun kini sudah bersinar dengan sangat terang dan Qia Qia pun sudah selesai membersihkan dirinya serta sudah menghabiskan sarapan yang sebelumnya di antarkan oleh wanita muda yang semalam.
"Berjalan di hutan kemarin benar benar menguras tenaga ku dan sebaiknya sekarang aku berjalan jalan saya di dalam kota dan semoga saja benar benar bisa untuk menggunakan gerbang dimensi milik kota ini" ucap Qia Qia sambil melihat ke arah luar melalui jendela kamarnya.
"Banyak juga ternyata yang terbang atau menggunakan kapal angkasa, dan kapal kapal angkasa ini bukan kapal Perang melainkan kapap transportasi pribadi" ucap Qia Qia sambil terus mengawasi semua yang terlihat olehnya.
"Tapi sebaiknya aku mencari lebih banyak informasi dulu didalam kota ini sebelum aku meninggalkan kota menggunakan gerbang dimensi" ucap Qia Qia sambil kemudian menutup jendela lalu melangkah menuju pintu kamarnya dan meninggalkan kamarnya itu.
Qia Qia keluar dari penginapan dan dia saat ini menggunakan pakaian serba biru muda dengan jubah yang sangat indah dengan adanya ukiran ukiran mawar yang dibuat menggunakan benang benang emas, saat ini dia bukan hanya terlihat seperti putri bangsawan saja melainkan sudah seperti seorang Ratu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Dewi
jangankan Qia Qia aku pun ingin menyentuh salju dan bermain-main dengannya
2022-10-21
1
Caproede1204
padti ada yg baca thor...
2022-06-28
0
Caproede1204
semgat thorr...
2022-06-28
0