Anak Sombong part 2

Qia Qia tidak menunggu di situ melainkan dia kembali ke meja nya dan langsung duduk kembali di kursi yang sebelumnya dia duduki tanpa menghiraukan para pengunjung lain yang kini menjaga jarak darinya.

"Tuan, bisakah anda memberikan saya satu poci lagi" ucap Qia Qia ke pria pemilik kedai teh dengan ramah saat pria sepuh itu mendirikan lagi kursi yang jatuh dan membereskan semua pecahan poci teh yang di gunakan oleh Qia Qia untuk memukul kepala pemuda tadi.

"Baik Nona, sebentar saya siapkan" ucap pria sepuh itu dengan ramah sambil membawa pecahan poci teh tadi ke dalam dapurnya.

"Apa ku bilang, wanita muda ini sangat kuat, anak tuan kota yang memiliki kultivasi tingkat pencipta semesta saja bisa tidak berdaya seperti itu apalagi kita, bahkan dia tidak memperdulikan status tuan kota dan juga tidak takut akan hukuman yang mungkin diberikan kepadanya" ucap seorang pria sepuh yang duduk di meja samping Qia Qia berada melalui telepati ke teman temannya yang langsung menganggukkan kepalanya sebagai tanda jika mengerti maksud ucapan pria sepuh itu.

"Nona ini teh anda dan anda tidak perlu membayarnya karena tadi bukan kesalahan anda" ucap pria sepuh pemilik kedai teh dengan sangat sopan sambil menyimpan sebuah poci teh di atas meja itu.

"Apakah benar dia anak tuan kota di kota ini?" Ucap Qia Qia dengan santai namun penuh kewaspadaan.

"Itu benar nona namun kami tidak pernah menyukainya, bahkan dia setiap kesini tidak pernah membayar sepeser pun, demikian juga dengan toko toko yang lainnya semua sudah kesal dengan anak sombong itu" ucap pria sepuh itu pelan namun terdengar oleh Qia Qia.

"Ini untuk anda" ucap Qia Qia sambil mengeluarkan seratus keping koin emas dari dalam cincin dimensi milik pemuda itu yang sudah berhasil dia lumpuhkan kontrak nya sehingga cincin dimensi itu kini hanya bisa digunakan olehnya saja.

"Nona ini tidak perlu" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan sambil menolak kepingan koin emas itu.

"Tuan jangan membuat saya kecewa karena saya tidak suka adanya penolakan" ucap Qia Qia dengan ramah.

"Baik Nona terima kasih dan sepertinya tuan kota akan segera datang kesini, apakah anda tidak berpikiran untuk meninggalkan kota ini sebelum tuan kota datang kesini" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan.

"Tuan biarkan saja dia datang, saya ingin tahu ayah model apa itu yang membiarkan perilaku bejat anaknya kepada para penduduk kota ini" ucap Qia Qia dengan ramah sambil menuangkan poci teh itu ke gelasnya.

"Baik nona silahkan dilanjutkan dan jangan khawatir jika anda sampai harus memecahkan poci nya lagi karena saya masih memiliki jumlah yang cukup kok" ucap pria sepuh itu sambil sedikit tertawa dan kemudian meninggalkan Qia Qia.

"Kalian berempat kenapa jadi diam bukankah dari tadi asyik mengobrol apakah kalian masih satu rombongan dengan anak sombong itu" ucap Qia Qia ke pria pria sepuh di meja sebelahnya itu dengan nada suara yang sangat santai.

"Tidak Nona, kami tidak datang bersamanya kami hanya datang berempat saja dan kami takut anda terganggu jadi tidak lagi mengobrol" ucap salah seorang pria sepuh dengan sangat sopan dan ramah.

"Baiklah jika demikian, maafkan aku jika sudah salah kira dengan kalian semua" ucap Qia Qia dengan ramah sambil kembali mengeluarkan kitab yang sebelumnya dia sedang baca.

Ke empat pria sepuh itu hanya bisa tersenyum akan teguran Qia Qia ini dan mereka kini kembali mengobrol sedangkan Qia Qia sudah asyik dengan membaca kitab nya sambil sesekali dia meminum teh nya

Tanpa memperdulikan jika pemuda itu kini sudah pingsan dengan darah yang masih terus mengalir meski tidak deras.

"Siapa diantara kalian yang melakukan hal ini kepada anak ku, aku pastikan akan mendapatkan hukuman gantung" ucap seorang pria sepuh sambil menyuruh empat orang bawahannya untuk mengangkat anak nya itu ke atas kereta kuda miliknya.

Tidak ada seorang penduduk pun yang berani berbicara atau memberikan tahu tuan kota itu jika orang yang sudah melukai anaknya adalah seorang wanita cantik yang masih terlihat berusia dua puluh tahunan.

"Aku berikan seribu keping koin emas untuk kalian yang bisa memberikan aku kepala orang yang telah melukai anak ku" ucap Tuan kota itu dengan menggunakan Qi mendalamnya sehingga terdengar oleh banyak orang di sekitar kedai Teh itu.

"Ternyata nyawa anaknya sangat murah hanya di hargai seribu keping koin emas saja" ucap Qia Qia berbicara dengan cukup kencang namun hanya pengunjung kedai itu saja yang mendengarnya, mereka semua menahan tawa mereka karena mendengar pernyataan Qia Qia itu.

"Kalian semua yang bisa memotong kepala tuan kota maka aku berikan satu juta tael emas bagaimana, apa ada yang berminat, karena nyawaku ini sangat berharga loh" ucap Qia Qia dengan sangat serius ke semua pengunjung kedai itu.

Tidak ada seorang pun yang berani mempertanyakan apakah ucapan Qia Qia itu benar atau tidak namun semuanya tampak ingin memotong kepala tuan Kota itu.

"Eh kalian lihat isi cincin dimensi ini, jika kalian anggap aku ini berbohong" ucap Qia Qia sambil mengeluarkan sebuah cincin dimensi yang tidak terkunci sehingga siapapun bisa melihat isinya dan cincin dimensi itu berisi satu juta tael emas.

"Ayo siapa yang mau ikut sayembara yang ku buat, kalian boleh bekerja sama jika kalian mau, tapi aku hanya akan membayar satu juta tael emas ini saja" ucap Qia Qia dengan sangat serius dan tetap meletakkan cincin dimensi itu.

"Baik nona biar kami saja yang memotong leher tuan kota dan anaknya, kalian semua jangan khawatir pasukan kekaisaran tidak akan menangkap kita karena ini sayembara adil dua pihak" ucap pria sepuh yang duduk di samping Qia Qia itu dan ke tiga temannya juga ikut berdiri.

"Silahkan, saya akan menambah seribu keping koin emas untuk kepala anak sombong itu" ucap Qia Qia dengan santai tanpa memperdulikan sekitarnya yang kini semua pengunjung kedai itu sudah berdiri dengan senjata di tangan mereka.

"Ayo kita habisi bersama dan anggap saja hadiah dari Dewi ini adalah untuk kebersamaan kita saja dalam menghapus Pemimpin durjana" ucap seorang pria sepuh dengan lantang sambil kemudian melesat keluar dan langsung menyerang tuan kota itu.

Semuanya juga sama ikut serta melawan tuan kota dan juga para bawahannya namun jumlah mereka semua seimbang demikian juga dengan kultivasi mereka.

Para penduduk kota yang melihat jika kawan kawan mereka menyerang tuan kota langsung ikut dan mereka semua bersama sama melawan tuan kota itu.

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Sepertinya harus ada dorongan besar agar pemimpin yang tidak adil dapat di adili

2022-10-21

1

Dewi

Dewi

Buah jatuh tidak jauh dari Pohonnya

2022-10-21

1

Caproede1204

Caproede1204

jgn kasih kendoorrr...

2022-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Perjalanan Qia Qia
2 Melihat Ingatan Long Sing
3 Kota Naga Part 1
4 Kota Naga part 2
5 Penginapan Rembulan part 1
6 Penginapan Rembulan part 2
7 Anak Sombong part 1
8 Anak Sombong part 2
9 Mendapatkan Dukungan
10 Jenderal Wi Yu
11 Jenderal Wi Yu part 2
12 Menjadi Pemimpin Kota Mawar
13 Wi Ni
14 Masalah Pajak kota mawar
15 Ruangan Rahasia kota mawar
16 Peninggalan Hao Lili
17 Mengangkat Jenderal Wi Yu
18 Perubahan kota mawar part 1
19 Menemui Hao Ling part 1
20 Menemui Hao Ling part 2
21 Perubahan kota mawar part 2
22 Perubahan kota mawar part 3
23 Membuat Jubah Pasukan mawar
24 kedatangan mata mata
25 Kediaman Puncak Bukit Mawar
26 Kediaman Puncak bukit mawar 2
27 Hao Kong ahli artefak kota mawar
28 Hao Kong part 2
29 Info Kepulauan bintang
30 Puncak Gunung Kota Mawar
31 Kapal Kekaisaran bulan 1
32 Pusat Artefak Kapal perang kekaisaran bulan
33 Menyegel Kepulauan bintang
34 Menemukan Goa tersembunyi
35 Wi Yu menemui kaisar bulan
36 Dunia Kecil di dalam Gunung kota mawar
37 Membersihkan Dunia kecil iblis darah
38 Dunia Kecil baru
39 Wi Ni mencicipi apel emas
40 Desa penghasil herbal
41 Desa Tambang
42 Desa Tambang 2
43 Desa ketiga
44 Meninggalkan desa ketiga
45 Menemukan markas kedua
46 Taman Belakang
47 Artefak cincin ilusi
48 Gulungan peta dunia bulan
49 Sekte mawar resmi berdiri
50 Menemukan Desa Kuno
51 Hao Fi
52 Hao Fi 2
53 Berlatih Kembali
54 Persiapan mengambil alih dunia bulan 1
55 Persiapan mengambil alih dunia bulan 2
56 Persiapan mengambil alih dunia bulan 3
57 Persiapan mengambil alih dunia bulan 4
58 Persiapan mengambil alih dunia bulan 5
59 Persiapan mengambil alih dunia bulan 6
60 Pengambil Alihan Dunia Bulan
61 Terlalu Hancur
62 Menemukan Warisan Lintas Zaman
63 Hao Lang
64 Dunia Lotus
65 Istana Melayang
66 Penobatan Hao Ling 1
67 Penobatan Hao Ling 2
68 Jia Yu
69 Tiba di dunia Peri
70 Kota Kayu
71 Rumah Lelang Kayu Hitam
72 Kun Lian
73 Kun Yi
74 info Istana Kuno Li Mei
75 Array Bendera
76 Bukit Mawar
77 Kun Lo dan Kun Ma
78 Jia Ni
79 Terbukanya pintu dunia pedang
80 Dunia Pedang Kuno
81 81 Desa Kanibal
82 Sebuah Pulau
83 Pohon Kuno
84 Ruangan Penuh ular
85 Menemukan Pedang di kolam Lava
86 Pedang Lava Neraka
87 Wanita Berpakaian Merah
88 Ciri Kaum Kanibal
89 Mengurangi Lawan Kun Yi
90 Mengurangi Lawan Kun Yi 2
91 Kelemahan Kun Yi
92 Rencana Untuk Kun Yi
93 Menemukan lokasi penduduk asli
94 Keberhasilan Kun Yi
95 Mengarahkan Kun Yi
96 Penguasa Dunia Pedang Kuno
97 Penguasa Dunia Pedang Kuno 2
98 Memindahkan Dunia Pedang Kuno
99 Memasuki Sebuah Dunia Kecil
100 Raja Kun Ma
101 Li Wanyi
102 Kelemahan Artefak Ilusi
103 Permohonan maaf Kun Yi
104 Memaafkan Kun Yi
105 Medali Bangsawan kota kayu
106 Membersihkan Benua Pertama
107 Kun Gu
108 Li Yanji
109 Mengirim Pasukan Kun Gu kembali 1
110 Menginap di Ibukota
111 Pasukan Berbaju hitam
112 Membantu Pasukan Berbaju Hitam
113 Li Jong
114 Mengurung Lima Patriark
115 Masih ada yang berjiwa baik
116 Penghapusan sekte aliran hitam
117 Kembali ke Bukit Mawar
118 Persiapan Penobatan Dewi Li Mei
119 Persiapan Penobatan Dewi Li Mei 2
120 Penobatan Dewi Li Mei 1
121 Penobatan Dewi Li Mei 2
122 Dunia Lava 1
123 Dunia Lava 2
124 Dunia Lava 3
125 Dunia Lava 4
126 Dunia Lava 5
127 Dunia Lava 6
128 Dunia Lava 7
129 Dunia Lava 8
130 Dunia Lava 9
131 Dunia Lava 10
132 Dunia Lava 11
133 Berpetualang 1
134 Berpetualang 2
135 Berpetualang 3
136 Berpetualang 4
137 Berpetualang 5
138 Berpetualang 6
139 Berpetualang 7
140 Berpetualang 8
141 Berpetualang 9
142 Berpetualang 10
143 Berpetualang 11
144 Berpetualang 12
145 Berpetualang 13
146 Berpetualang 14
147 Berpetualang 15
148 Berpetualang 16
149 Berpetualang 17
150 Berpetualang 18
151 Berpetualang 19
152 Berpetualang 20
153 Berpetualang 21
154 Berpetualang 22
155 Berpetualang 23
156 Berpetualang 24
157 Berpetualang 25
158 Berpetualang 26
159 Berpetualang 27
160 Akhir petualangan .Tamat.
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Awal Perjalanan Qia Qia
2
Melihat Ingatan Long Sing
3
Kota Naga Part 1
4
Kota Naga part 2
5
Penginapan Rembulan part 1
6
Penginapan Rembulan part 2
7
Anak Sombong part 1
8
Anak Sombong part 2
9
Mendapatkan Dukungan
10
Jenderal Wi Yu
11
Jenderal Wi Yu part 2
12
Menjadi Pemimpin Kota Mawar
13
Wi Ni
14
Masalah Pajak kota mawar
15
Ruangan Rahasia kota mawar
16
Peninggalan Hao Lili
17
Mengangkat Jenderal Wi Yu
18
Perubahan kota mawar part 1
19
Menemui Hao Ling part 1
20
Menemui Hao Ling part 2
21
Perubahan kota mawar part 2
22
Perubahan kota mawar part 3
23
Membuat Jubah Pasukan mawar
24
kedatangan mata mata
25
Kediaman Puncak Bukit Mawar
26
Kediaman Puncak bukit mawar 2
27
Hao Kong ahli artefak kota mawar
28
Hao Kong part 2
29
Info Kepulauan bintang
30
Puncak Gunung Kota Mawar
31
Kapal Kekaisaran bulan 1
32
Pusat Artefak Kapal perang kekaisaran bulan
33
Menyegel Kepulauan bintang
34
Menemukan Goa tersembunyi
35
Wi Yu menemui kaisar bulan
36
Dunia Kecil di dalam Gunung kota mawar
37
Membersihkan Dunia kecil iblis darah
38
Dunia Kecil baru
39
Wi Ni mencicipi apel emas
40
Desa penghasil herbal
41
Desa Tambang
42
Desa Tambang 2
43
Desa ketiga
44
Meninggalkan desa ketiga
45
Menemukan markas kedua
46
Taman Belakang
47
Artefak cincin ilusi
48
Gulungan peta dunia bulan
49
Sekte mawar resmi berdiri
50
Menemukan Desa Kuno
51
Hao Fi
52
Hao Fi 2
53
Berlatih Kembali
54
Persiapan mengambil alih dunia bulan 1
55
Persiapan mengambil alih dunia bulan 2
56
Persiapan mengambil alih dunia bulan 3
57
Persiapan mengambil alih dunia bulan 4
58
Persiapan mengambil alih dunia bulan 5
59
Persiapan mengambil alih dunia bulan 6
60
Pengambil Alihan Dunia Bulan
61
Terlalu Hancur
62
Menemukan Warisan Lintas Zaman
63
Hao Lang
64
Dunia Lotus
65
Istana Melayang
66
Penobatan Hao Ling 1
67
Penobatan Hao Ling 2
68
Jia Yu
69
Tiba di dunia Peri
70
Kota Kayu
71
Rumah Lelang Kayu Hitam
72
Kun Lian
73
Kun Yi
74
info Istana Kuno Li Mei
75
Array Bendera
76
Bukit Mawar
77
Kun Lo dan Kun Ma
78
Jia Ni
79
Terbukanya pintu dunia pedang
80
Dunia Pedang Kuno
81
81 Desa Kanibal
82
Sebuah Pulau
83
Pohon Kuno
84
Ruangan Penuh ular
85
Menemukan Pedang di kolam Lava
86
Pedang Lava Neraka
87
Wanita Berpakaian Merah
88
Ciri Kaum Kanibal
89
Mengurangi Lawan Kun Yi
90
Mengurangi Lawan Kun Yi 2
91
Kelemahan Kun Yi
92
Rencana Untuk Kun Yi
93
Menemukan lokasi penduduk asli
94
Keberhasilan Kun Yi
95
Mengarahkan Kun Yi
96
Penguasa Dunia Pedang Kuno
97
Penguasa Dunia Pedang Kuno 2
98
Memindahkan Dunia Pedang Kuno
99
Memasuki Sebuah Dunia Kecil
100
Raja Kun Ma
101
Li Wanyi
102
Kelemahan Artefak Ilusi
103
Permohonan maaf Kun Yi
104
Memaafkan Kun Yi
105
Medali Bangsawan kota kayu
106
Membersihkan Benua Pertama
107
Kun Gu
108
Li Yanji
109
Mengirim Pasukan Kun Gu kembali 1
110
Menginap di Ibukota
111
Pasukan Berbaju hitam
112
Membantu Pasukan Berbaju Hitam
113
Li Jong
114
Mengurung Lima Patriark
115
Masih ada yang berjiwa baik
116
Penghapusan sekte aliran hitam
117
Kembali ke Bukit Mawar
118
Persiapan Penobatan Dewi Li Mei
119
Persiapan Penobatan Dewi Li Mei 2
120
Penobatan Dewi Li Mei 1
121
Penobatan Dewi Li Mei 2
122
Dunia Lava 1
123
Dunia Lava 2
124
Dunia Lava 3
125
Dunia Lava 4
126
Dunia Lava 5
127
Dunia Lava 6
128
Dunia Lava 7
129
Dunia Lava 8
130
Dunia Lava 9
131
Dunia Lava 10
132
Dunia Lava 11
133
Berpetualang 1
134
Berpetualang 2
135
Berpetualang 3
136
Berpetualang 4
137
Berpetualang 5
138
Berpetualang 6
139
Berpetualang 7
140
Berpetualang 8
141
Berpetualang 9
142
Berpetualang 10
143
Berpetualang 11
144
Berpetualang 12
145
Berpetualang 13
146
Berpetualang 14
147
Berpetualang 15
148
Berpetualang 16
149
Berpetualang 17
150
Berpetualang 18
151
Berpetualang 19
152
Berpetualang 20
153
Berpetualang 21
154
Berpetualang 22
155
Berpetualang 23
156
Berpetualang 24
157
Berpetualang 25
158
Berpetualang 26
159
Berpetualang 27
160
Akhir petualangan .Tamat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!