Anak Sombong part 1

"Kota ini tidak sekecil yang kulihat semalam ternyata, kedai Teh di depan ku ini sangat ramai sekali, sebaiknya aku mampir" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil melangkah memasuki sebuah kedai Teh yang cukup ramai di namun masih terlihat beberapa meja kosong.

"Nona, apakah anda hendak memesan Teh terbaik kami atau hanya teh hijau biasa" ucap seorang pria sepuh yang mendatangi meja dimana Qia Qia berada dengan sangat sopan.

"Tuan, saya ingin mendengar jika teh terbaik anda sangat enak dan menyegarkan jadi saya ingin mencobanya" ucap Qia Qia dengan ramah.

"Baik Nona, mohon tunggu sebentar saya akan segera menyiapkan pesanan anda yaitu teh racikan terbaik saya" ucap pria sepuh itu dengan sangat sopan dan langsung meninggalkan Qia Qia.

"Kekaisaran benar benar keterlaluan, semakin kesini semakin gerak kita dibatasi, apakah kau lihat semalam langit kota kita ini dipenuhi oleh kapal kapal perang kekaisaran" ucap seorang pria sepuh yang duduk persis di meja sebelah kiri Qia Qia.

"Aku juga melihat hal itu, sudah kita semua kaum laki laki di batasi tingkat kultivasi eh sekarang malah semua pergerakan malam tidak diperbolehkan" ucap pria sepuh satunya.

"Sudahlah jangan bahas hal itu lagi" ucap pria sepuh lainnya sambil melihat ke arah Qia Qia sedangkan Qia Qia sendiri sibuk membaca buku dan memang Qia Qia sedang ikut mendengarkan pembicaraan mereka.

"Kalian berhentilah membicarakan kekaisaran, kalian Lihatlah wanita di sebelah kita itu dan aku sangat yakin jika kultivasi nya sangat tinggi karena bisa sangat tenang duduk diantara kita dan tidak ada seorang pun yang mengawalnya" ucap pria sepuh itu kembali namun kali ini melalui telepati ke teman temannya.

Semua melirik ke Qia Qia dan Qia Qia menyadari hal itu namun dia masih tetap tenang sambil membaca kitab yang di pegangnya.

"Nona maaf membuat anda menunggu lama ini pesanan anda" ucap pria sepuh pemilik kedai teh itu dengan ramah sambil menyimpan sebuah poci teh besar dan satu gelas giok di meja Qia Qia.

"Tuan terima kasih dan berapa saya harus membayar untuk teh anda ini" ucap Qia Qia dengan ramah.

"Nona satu keping koin emas saja sudah cukup, sedikit mahal karena memang bahan bahan yang saya perlukan juga susah saya dapatkan di kota ini" ucap pria sepuh itu dengan ramah.

"Baiklah, ini tuan" ucap Qia Qia sambil memberikan sekeping koin emas ke pria sepuh itu dan sengaja dia tidak memberi lebih karena tidak ingin menarik perhatian siapapun meskipun dia sudah menarik perhatian semua orang sejak datang ke kedai itu.

Pria sepuh itu langsung menerima satu keping koin emas itu dan melangkah menuju bagian dalam kedainya dengan bahagia karena sudah lama tidak ada yang memesan teh racikan terbaiknya.

Qia Qia kemudian menuang poci teh itu ke gelas giok yang ada disana dan langsung mencicipi teh herbal tersebut.

"Teh ini sangat spesial meskipun tidak senikmat buatan penguasa namun cukup menyegarkan" ucap Qia Qia dalam hatinya sambil terus menikmati teh nya.

"Nona apakah anda sendirian" ucap seorang pemuda yang berpakaian layaknya seorang bangsawan tiba tiba duduk di depan Qia Qia dan berbicara dengan nada yang sangat angkuh dan sombong.

"Apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda" ucap Qia Qia dengan sangat santai dan sama sekali tidak melihat ke arah pemuda itu melainkan ke kitab yang sedang dia baca.

"Nona lihatlah lawan bicaramu jangan bersikap angkuh kepadaku" ucap pemuda itu dengan suara yang cukup keras dan sambil memukul meja sehingga semua pengunjung menengok ke arahnya.

"Anak muda kau siapa, apakah kau kaisar sampai aku harus melihat mu" ucap Qia Qia dengan cuek sambil menyimpan kitab yang sedang di bacanya.

"Aku putra satu satunya dari tuan kota, kota ini jadi sudah sewajarnya anda bersikap lebih baik kepadaku" ucap pemuda itu dengan sangat angkuh dan membusungkan dadanya.

"Oh, hanya anak manja saja, apakah jika kau mati ayah ibumu menangisi mu" ucap Qia Qia dengan sangat tenang namun sangat pelan sehingga hanya pemuda itu saja yang mendengarnya.

"Dasar wanita bajingan kau mencari mati berani mengancamku" ucap pemuda itu berteriak kencang sambil kembali memukul meja itu dengan tangan kirinya dan tangan kanannya saat ini sudah memegang sebuah pedang yang di angkat untuk menakut nakuti Qia Qia.

"Anak muda jangan bermain api jika kau takut terbakar, kau datang sambil marah marah sedangkan aku hanya duduk tenang disini dan sekarang kau berani mengacungkan pedangmu kepadaku" ucap Qia Qia sambil berdiri dan tangan kanannya dengan sangat cepat mengambil poci teh besar itu lalu memukulkan poci teh besar itu ke kepala pemuda tersebut.

Pemuda itu langsung terjatuh dan dengan cepat Qia Qia bergerak lalu mengambil pedang Pemuda tersebut lalu dia kembali duduk di kursinya sambil melihat ke arah pemuda itu yang kini kepalanya berdarah dan mencoba untuk berdiri kembali.

"Lepas cincin dimensimu atau aku akan melepaskan tangan mu" ucap Qia Qia dengan santai sambil mengacungkan pedang di tangannya yang merupakan pedang pemuda itu.

"Kau berani melukai ku jangan harap kau bisa keluar dari dalam kota ini" ucap pemuda itu sambil tertawa terbahak bahak dan melangkah keluar dari dalam kedai.

"Dasar anak manja, baiklah aku ikuti permainannya kita lihat berapa langkah kau bisa keluar dari kedai ini" ucap Qia Qia sambil berdiri dan menancapkan pedang milik pemuda itu di mejanya, dia kemudian mengambil sebuah sumpit yang ada di mejanya lalu melemparkannya.

Semua orang melihat dengan cepat saat Qia Qia melempar sumpit itu dan sumpit itu dengan cepat menembus paha kanan dari pemuda tersebut yang baru melangkah dua meter saja dari pintu kedai Teh.

Pemuda itu kembali terjatuh dan langsung meraung kesakitan dengan sangat keras karena kini bukan hanya kepalanya saja yang berdarah melainkan juga dengan paha kanannya.

Qia Qia kemudian mendekati pemuda tersebut dengan pedang yang sudah di tangan kanannya lalu dengan cepat menginjak belut mungil milik pemuda itu hingga hancur, perbuatannya itu membuat semua penduduk laki laki langsung memegang belut mereka dan menelan ludah mereka.

Pemuda itu semakin meraung kesakitan dan Qia Qia dengan santai nya mengambil cincin dimensi milik pemuda itu yang masih terpasang di tangan kanannya.

"Hai anak sombong jangan berisik kau atau aku akan memotong lidahmu" ucap Qia Qia karena pemuda itu terus menerus menjerit kesakitan.

Pemuda itu langsung menutup mulutnya dan terlihat jika pemuda itu menahan sakit yang sangat namun tidak ada satupun penduduk kota yang berani menolongnya saat ini karena semua takut mengalami hal sama.

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Hanya mengandalkan jabatan orang tua saja mana mungkin bisa menarik perhatian Qia Qia

2022-10-21

1

Caproede1204

Caproede1204

siap..

2022-06-28

0

Caproede1204

Caproede1204

mantab...

2022-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Perjalanan Qia Qia
2 Melihat Ingatan Long Sing
3 Kota Naga Part 1
4 Kota Naga part 2
5 Penginapan Rembulan part 1
6 Penginapan Rembulan part 2
7 Anak Sombong part 1
8 Anak Sombong part 2
9 Mendapatkan Dukungan
10 Jenderal Wi Yu
11 Jenderal Wi Yu part 2
12 Menjadi Pemimpin Kota Mawar
13 Wi Ni
14 Masalah Pajak kota mawar
15 Ruangan Rahasia kota mawar
16 Peninggalan Hao Lili
17 Mengangkat Jenderal Wi Yu
18 Perubahan kota mawar part 1
19 Menemui Hao Ling part 1
20 Menemui Hao Ling part 2
21 Perubahan kota mawar part 2
22 Perubahan kota mawar part 3
23 Membuat Jubah Pasukan mawar
24 kedatangan mata mata
25 Kediaman Puncak Bukit Mawar
26 Kediaman Puncak bukit mawar 2
27 Hao Kong ahli artefak kota mawar
28 Hao Kong part 2
29 Info Kepulauan bintang
30 Puncak Gunung Kota Mawar
31 Kapal Kekaisaran bulan 1
32 Pusat Artefak Kapal perang kekaisaran bulan
33 Menyegel Kepulauan bintang
34 Menemukan Goa tersembunyi
35 Wi Yu menemui kaisar bulan
36 Dunia Kecil di dalam Gunung kota mawar
37 Membersihkan Dunia kecil iblis darah
38 Dunia Kecil baru
39 Wi Ni mencicipi apel emas
40 Desa penghasil herbal
41 Desa Tambang
42 Desa Tambang 2
43 Desa ketiga
44 Meninggalkan desa ketiga
45 Menemukan markas kedua
46 Taman Belakang
47 Artefak cincin ilusi
48 Gulungan peta dunia bulan
49 Sekte mawar resmi berdiri
50 Menemukan Desa Kuno
51 Hao Fi
52 Hao Fi 2
53 Berlatih Kembali
54 Persiapan mengambil alih dunia bulan 1
55 Persiapan mengambil alih dunia bulan 2
56 Persiapan mengambil alih dunia bulan 3
57 Persiapan mengambil alih dunia bulan 4
58 Persiapan mengambil alih dunia bulan 5
59 Persiapan mengambil alih dunia bulan 6
60 Pengambil Alihan Dunia Bulan
61 Terlalu Hancur
62 Menemukan Warisan Lintas Zaman
63 Hao Lang
64 Dunia Lotus
65 Istana Melayang
66 Penobatan Hao Ling 1
67 Penobatan Hao Ling 2
68 Jia Yu
69 Tiba di dunia Peri
70 Kota Kayu
71 Rumah Lelang Kayu Hitam
72 Kun Lian
73 Kun Yi
74 info Istana Kuno Li Mei
75 Array Bendera
76 Bukit Mawar
77 Kun Lo dan Kun Ma
78 Jia Ni
79 Terbukanya pintu dunia pedang
80 Dunia Pedang Kuno
81 81 Desa Kanibal
82 Sebuah Pulau
83 Pohon Kuno
84 Ruangan Penuh ular
85 Menemukan Pedang di kolam Lava
86 Pedang Lava Neraka
87 Wanita Berpakaian Merah
88 Ciri Kaum Kanibal
89 Mengurangi Lawan Kun Yi
90 Mengurangi Lawan Kun Yi 2
91 Kelemahan Kun Yi
92 Rencana Untuk Kun Yi
93 Menemukan lokasi penduduk asli
94 Keberhasilan Kun Yi
95 Mengarahkan Kun Yi
96 Penguasa Dunia Pedang Kuno
97 Penguasa Dunia Pedang Kuno 2
98 Memindahkan Dunia Pedang Kuno
99 Memasuki Sebuah Dunia Kecil
100 Raja Kun Ma
101 Li Wanyi
102 Kelemahan Artefak Ilusi
103 Permohonan maaf Kun Yi
104 Memaafkan Kun Yi
105 Medali Bangsawan kota kayu
106 Membersihkan Benua Pertama
107 Kun Gu
108 Li Yanji
109 Mengirim Pasukan Kun Gu kembali 1
110 Menginap di Ibukota
111 Pasukan Berbaju hitam
112 Membantu Pasukan Berbaju Hitam
113 Li Jong
114 Mengurung Lima Patriark
115 Masih ada yang berjiwa baik
116 Penghapusan sekte aliran hitam
117 Kembali ke Bukit Mawar
118 Persiapan Penobatan Dewi Li Mei
119 Persiapan Penobatan Dewi Li Mei 2
120 Penobatan Dewi Li Mei 1
121 Penobatan Dewi Li Mei 2
122 Dunia Lava 1
123 Dunia Lava 2
124 Dunia Lava 3
125 Dunia Lava 4
126 Dunia Lava 5
127 Dunia Lava 6
128 Dunia Lava 7
129 Dunia Lava 8
130 Dunia Lava 9
131 Dunia Lava 10
132 Dunia Lava 11
133 Berpetualang 1
134 Berpetualang 2
135 Berpetualang 3
136 Berpetualang 4
137 Berpetualang 5
138 Berpetualang 6
139 Berpetualang 7
140 Berpetualang 8
141 Berpetualang 9
142 Berpetualang 10
143 Berpetualang 11
144 Berpetualang 12
145 Berpetualang 13
146 Berpetualang 14
147 Berpetualang 15
148 Berpetualang 16
149 Berpetualang 17
150 Berpetualang 18
151 Berpetualang 19
152 Berpetualang 20
153 Berpetualang 21
154 Berpetualang 22
155 Berpetualang 23
156 Berpetualang 24
157 Berpetualang 25
158 Berpetualang 26
159 Berpetualang 27
160 Akhir petualangan .Tamat.
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Awal Perjalanan Qia Qia
2
Melihat Ingatan Long Sing
3
Kota Naga Part 1
4
Kota Naga part 2
5
Penginapan Rembulan part 1
6
Penginapan Rembulan part 2
7
Anak Sombong part 1
8
Anak Sombong part 2
9
Mendapatkan Dukungan
10
Jenderal Wi Yu
11
Jenderal Wi Yu part 2
12
Menjadi Pemimpin Kota Mawar
13
Wi Ni
14
Masalah Pajak kota mawar
15
Ruangan Rahasia kota mawar
16
Peninggalan Hao Lili
17
Mengangkat Jenderal Wi Yu
18
Perubahan kota mawar part 1
19
Menemui Hao Ling part 1
20
Menemui Hao Ling part 2
21
Perubahan kota mawar part 2
22
Perubahan kota mawar part 3
23
Membuat Jubah Pasukan mawar
24
kedatangan mata mata
25
Kediaman Puncak Bukit Mawar
26
Kediaman Puncak bukit mawar 2
27
Hao Kong ahli artefak kota mawar
28
Hao Kong part 2
29
Info Kepulauan bintang
30
Puncak Gunung Kota Mawar
31
Kapal Kekaisaran bulan 1
32
Pusat Artefak Kapal perang kekaisaran bulan
33
Menyegel Kepulauan bintang
34
Menemukan Goa tersembunyi
35
Wi Yu menemui kaisar bulan
36
Dunia Kecil di dalam Gunung kota mawar
37
Membersihkan Dunia kecil iblis darah
38
Dunia Kecil baru
39
Wi Ni mencicipi apel emas
40
Desa penghasil herbal
41
Desa Tambang
42
Desa Tambang 2
43
Desa ketiga
44
Meninggalkan desa ketiga
45
Menemukan markas kedua
46
Taman Belakang
47
Artefak cincin ilusi
48
Gulungan peta dunia bulan
49
Sekte mawar resmi berdiri
50
Menemukan Desa Kuno
51
Hao Fi
52
Hao Fi 2
53
Berlatih Kembali
54
Persiapan mengambil alih dunia bulan 1
55
Persiapan mengambil alih dunia bulan 2
56
Persiapan mengambil alih dunia bulan 3
57
Persiapan mengambil alih dunia bulan 4
58
Persiapan mengambil alih dunia bulan 5
59
Persiapan mengambil alih dunia bulan 6
60
Pengambil Alihan Dunia Bulan
61
Terlalu Hancur
62
Menemukan Warisan Lintas Zaman
63
Hao Lang
64
Dunia Lotus
65
Istana Melayang
66
Penobatan Hao Ling 1
67
Penobatan Hao Ling 2
68
Jia Yu
69
Tiba di dunia Peri
70
Kota Kayu
71
Rumah Lelang Kayu Hitam
72
Kun Lian
73
Kun Yi
74
info Istana Kuno Li Mei
75
Array Bendera
76
Bukit Mawar
77
Kun Lo dan Kun Ma
78
Jia Ni
79
Terbukanya pintu dunia pedang
80
Dunia Pedang Kuno
81
81 Desa Kanibal
82
Sebuah Pulau
83
Pohon Kuno
84
Ruangan Penuh ular
85
Menemukan Pedang di kolam Lava
86
Pedang Lava Neraka
87
Wanita Berpakaian Merah
88
Ciri Kaum Kanibal
89
Mengurangi Lawan Kun Yi
90
Mengurangi Lawan Kun Yi 2
91
Kelemahan Kun Yi
92
Rencana Untuk Kun Yi
93
Menemukan lokasi penduduk asli
94
Keberhasilan Kun Yi
95
Mengarahkan Kun Yi
96
Penguasa Dunia Pedang Kuno
97
Penguasa Dunia Pedang Kuno 2
98
Memindahkan Dunia Pedang Kuno
99
Memasuki Sebuah Dunia Kecil
100
Raja Kun Ma
101
Li Wanyi
102
Kelemahan Artefak Ilusi
103
Permohonan maaf Kun Yi
104
Memaafkan Kun Yi
105
Medali Bangsawan kota kayu
106
Membersihkan Benua Pertama
107
Kun Gu
108
Li Yanji
109
Mengirim Pasukan Kun Gu kembali 1
110
Menginap di Ibukota
111
Pasukan Berbaju hitam
112
Membantu Pasukan Berbaju Hitam
113
Li Jong
114
Mengurung Lima Patriark
115
Masih ada yang berjiwa baik
116
Penghapusan sekte aliran hitam
117
Kembali ke Bukit Mawar
118
Persiapan Penobatan Dewi Li Mei
119
Persiapan Penobatan Dewi Li Mei 2
120
Penobatan Dewi Li Mei 1
121
Penobatan Dewi Li Mei 2
122
Dunia Lava 1
123
Dunia Lava 2
124
Dunia Lava 3
125
Dunia Lava 4
126
Dunia Lava 5
127
Dunia Lava 6
128
Dunia Lava 7
129
Dunia Lava 8
130
Dunia Lava 9
131
Dunia Lava 10
132
Dunia Lava 11
133
Berpetualang 1
134
Berpetualang 2
135
Berpetualang 3
136
Berpetualang 4
137
Berpetualang 5
138
Berpetualang 6
139
Berpetualang 7
140
Berpetualang 8
141
Berpetualang 9
142
Berpetualang 10
143
Berpetualang 11
144
Berpetualang 12
145
Berpetualang 13
146
Berpetualang 14
147
Berpetualang 15
148
Berpetualang 16
149
Berpetualang 17
150
Berpetualang 18
151
Berpetualang 19
152
Berpetualang 20
153
Berpetualang 21
154
Berpetualang 22
155
Berpetualang 23
156
Berpetualang 24
157
Berpetualang 25
158
Berpetualang 26
159
Berpetualang 27
160
Akhir petualangan .Tamat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!