"Baik, silahkan tunjukan jalannya" ucap Qia Qia dengan ramah.
Qia Qia dan Jenderal wanita itu berjalan berdampingan dan di ikuti oleh semua prajurit wanita yang hanya berjumlah ratusan orang saja.
Mereka menelusuri jalan kota dan sampai di sebuah kediaman yang sangat besar dan merupakan markas para prajurit kekaisaran itu.
"Dewi mawar silahkan duduk" ucap Jenderal wanita itu dengan ramah sambil duduk di sebuah kursi dan saat ini mereka berada di sebuah taman yang sangat indah.
"Terima kasih Jenderal" ucap Qia Qia dengan ramah sambil duduk di depan Jenderal wanita itu.
"Nama saya Wi Yu dan anda bisa memanggil ku dengan Nyonya Yu saja" ucap Jenderal wanita itu sambil menuangkan teh ke gelas yang ada disana dan memberikannya kepada Qia Qia.
"Jenderal Yu terima kasih" ucap Qia Qia dengan ramah sambil meminum sedikit teh itu
"Nama saya Qia Qia dan saya tidak tahu kenapa para penduduk memanggil saya dengan panggilan Dewi Mawar seperti tadi" ucap Qia Qia kembali dengan ramah.
"Dewi Qia anda menggunakan pakaian dengan banyak gambar mawar dan saya rasa karena hal itu mereka memanggil anda dengan sebutan Dewi Mawar" ucap Jenderal Yu dengan ramah.
"Penduduk kota ini orang orang baik dan mereka selama ini menahan diri atas semua tindakan sewenang-wenang dari tuan kota dan anaknya, lalu kenapa anda tidak mengambil tindakan" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia kami hanya mendapatkan perintah untuk mengamankan kota ini dari serangan pihak luar saja, dan kami memang di perintahkan untuk tidak mencampuri urusan Penduduk kota selama tidak ada hal yang membahayakan nyawa para penduduk" ucap Jenderal Wi Yu dengan ramah dan tersenyum hangat ke Qia Qia.
"Jenderal, apakah ada penyerangan dari pihak luar, dan pihak mana yang akan menyerang kota ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Kami hanya disuruh berjaga saja namun yang kami tahu jika selama ini kami diminta mengawasi pergerakan orang orang yang dari luar dunia bulan kita ini" ucap Jenderal Wi Yu dengan hormat.
"Jenderal jadi bagaimana dengan kota ini, kini sudah tidak ada yang menjadi pemimpin di kota ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Itu benar, karena itu juga saya meminta anda datang kesini, para penduduk menginginkan anda menjadi tuan kota dan jika anda setuju maka saya akan segera ke istana kekaisaran untuk menyampaikan perubahan Tuan kota ini kepada anda" ucap Jenderal Wi Yu dengan ramah.
"Saya bukan penduduk kota ini, saya hanya petualang saja yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencari tempat yang nantinya nyaman untuk saya, jadi bagaimana mungkin saya bisa menjadi pemimpin kota ini" ucap Qia Qia dengan ramah namun sangat serius.
"Dewi Qia anda tidak perlu khawatir dengan hal itu karena tidak ada larangan untuk pihak luar menjadi pemimpin kota, selama penduduk menginginkan maka tidak ada yang mustahil saya yakin jika Ratu Hao Mei akan sangat senang jika anda yang menjadi tuan Kota karena selama ini belum pernah ada tuan kota seorang wanita" ucap Jenderal Wi Yu dengan ramah.
"Baiklah jika menurut anda itu yang terbaik maka saya bersedia untuk menjadi pemimpin kota ini, mohon anda membantu saya kedepannya" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Saya akan selalu membantu anda karena saya memang asli penduduk kota ini juga dan sangat ingin kota ini berubah menjadi kota yang sangat makmur kedepannya" ucap Jenderal Wi Yu dengan ramah dan bersemangat.
"Jenderal Yu Terima kasih atas bantuan anda dan jika demikian apakah anda mengetahui dimana saya bisa membeli kediaman atau mungkin anda mengetahui apabila ada kediaman yang akan dijual" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia, buat apa kan anda bisa menempati kediaman Pemimpin kota jadi tidak perlu membeli rumah, saya sudah meminta para prajurit untuk mengosongkan kediaman tuan kota dan sebentar lagi juga mereka akan selesai" ucap Jenderal Wi Yu dengan ramah.
"Lalu istri tuan kota akan tinggal dimana jika tidak menempati kediamannya saat ini" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Dewi Qia dia sudah seharusnya kembali ke kediaman nya dan anda tenang saja karena memang aturannya seperti itu, anda jika memang ingin membeli kediaman pribadi bisa membelinya nanti setelah anda menjadi pemimpin kota ini dengan begitu anda akan mendapatkan kediaman bagus dengan harga yang sebenarnya." Ucap Jenderal Wi Yu dengan ramah.
"Baiklah jika demikian, maaf jika gara gara aku anda jadi direpotkan" ucap Qia Qia dengan ramah dan tersenyum hangat ke Jenderal Wi Yu.
"Dewi Qia jika boleh saya tahu apakah anda sudah di tingkat abadi, karena saya tidak bisa melihat tingkat kultivasi anda" ucap Jenderal Wi Yu dengan penuh rasa penasaran.
Qia Qia hanya tersenyum saja dan tidak langsung menjawabnya dia pun kemudian meminum teh nya.
"Saya sedikit di atas Jenderal Wi Yu saja" ucap Qia Qia kemudian sambil menyimpan kembali gelas teh itu di atas meja.
"Dewi Qia, bisa saya bertanya hal pribadi kepada anda" ucap Jenderal Wi Yu dengan sangat serius.
"Jenderal Yu, jika saya dapat menjawabnya maka saya akan menjawabnya namun jika tidak maka saya tidak akan menjawabnya" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal Wi Yu itu.
Jenderal Wi Yu terlihat menarik nafas dalam dalam dan melihat ke kanan dan kirinya seakan akan takut jika ada yang sampai mendengar apa yang akan dikatakan olehnya.
"Dewi Qia aku hanya ingin meminta pendapat mu saja, apakah menurut Dewi Qia salah jika kaum laki laki memiliki kultivasi di atas kita" ucap Jenderal Wi Yu dengan sangat hati hati dan nampak rasa ingin tahu yang sangat besar.
"Jenderal persamaan hak laki laki dan perempuan memang benar namun kita bukan untuk di jajah oleh laki laki, kita juga harus sesuai dengan takdir kita jadi jawaban saya memang seharusnya laki laki di atas kita karena tugas mereka melindungi kita bukan kita yang melindungi dia" ucap Qia Qia dengan ramah dan tersenyum hangat sambil melihat sekelilingnya.
"Saya sangat senang mendengarnya dan terima kasih atas jawaban anda, saya juga memiliki pemikiran seperti itu sebenarnya" ucap Jenderal Wi Yu dengan sangat hormat.
"Maaf jika saya seakan akan tidak menyetujui peraturan dunia bulan ini namun bagaimana pun juga kita semua memiliki pemikiran masing masing dan saya rasa tidak ada yang salah dengan pemikiran kita" ucap Qia Qia dengan ramah.
"Benar sekali Dewi, saya juga berpikiran sama dengan anda, kadang hati kecil kita menolak namun apa daya kita yang hanya semut ini" ucap Jenderal Wi Yu dengan sangat bijaksana dan terdengar lebih lepas nada suaranya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Caproede1204
slalu smangat aja thor...
2022-06-28
0
Caproede1204
smoga terus dpt nikmati alurnya ceritanya ..
2022-06-28
0
Caproede1204
slama ini masih enak di baca...
2022-06-28
0