Ratusan prajurit wanita tiba di lokasi itu dan mereka langsung membuat lingkaran menutup semua area itu agar tidak ada yang bisa meninggalkan lokasi dimana tuan kota dan para bawahannya mendapatkan serangan dari para penduduk kota itu.
Sementara itu Qia Qia sudah keluar dari kedai Teh itu dan dia pun kini berada dalam kepungan para prajurit wanita yang sudah bersenjata lengkap dan juga sudah membawa senjata mereka.
Seorang wanita sepuh yang berpakaian jenderal melayang di atas mereka semua dengan sangat mendominasi dan memiliki kultivasi tingkat pencipta semi abadi tahap menengah.
"Kalian semua berhenti dan diam di tempat kalian" ucap wanita sepuh itu dengan menggunakan Qi mendalamnya dan juga aura kematian yang sangat kuat sehingga menekan semua orang itu namun tidak dengan Qia Qia.
Semuanya langsung melihat ke atas dan melihat sosok yang melayang itu lalu menghentikan semua tindakan mereka dan diam di tempat.
"Apa yang membuat kalian bertindak seperti ini dan siapa yang menyuruh kalian untuk memenggal kepala tuan Kota dan anaknya." Ucap wanita tersebut yang melihat jika tuan kota dan anaknya tidak lagi memiliki kepala hanya tinggal bawahan tuan kota itu saja yang masih berdiri utuh namun dengan badan penuh luka.
Semuanya terdiam dan sebagian banyak melihat ke arah Qia Qia.
"Jenderal, jika ada yang melecehkan mu maka apa yang akan kau lakukan?" Tanya Qia Qia dengan menggunakan Qi mendalamnya juga namun di fokuskan pada Jenderal wanita itu yang masih melayang lima meter di atas tanah.
"Aku akan memenggal kepalanya" ucap Jenderal wanita itu dengan sangat mendominasi dan berusaha untuk menjaga keseimbangannya karena tekanan qi mendalam Qia Qia sebelumnya sangat menekannya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan jika setelah kau dilecehkan kau malah di jadikan sayembara?" Ucap Qia Qia lagi dengan tenang dan berjalan mendekati para pria sepuh yang sebelumnya dia temui di dalam kedai Teh itu.
"Maka aku akan melakukan hal yang sama menyayembarakan nya dengan harga yang lebih tinggi lagi" ucap Jenderal wanita itu sambil turun ke dekat Qia Qia.
"Tuan ini janjiku bayaran atas sayembara yang ku buat silahkan bagikan dengan semua yang ikut serta dalam sayembara ku" ucap Qia Qia sambil memberikan sebuah cincin dimensi yang berisi satu juta tael emas dan satu juta keping koin emas.
Qia Qia sengaja melebihkan karena dia membutuhkan dukungan semua penduduk kota kedepannya dan dengan begini dia bisa mendapatkan simpati dari para penduduk.
"Nona terima kasih namun kita saat ini tidak bisa kemana mana, dan jika perlu kami juga akan melawan para prajurit kekaisaran ini" ucap pria sepuh itu dengan hormat dan berbisik ke Qia Qia sambil melihat jika jenderal wanita itu sudah semakin dekat dengan mereka.
Qia Qia hanya tersenyum saja dan membalikkan badannya melihat ke arah Jenderal wanita itu.
"Nona apakah benar kejadiannya seperti itu" ucap Jenderal wanita itu dengan ramah dan tidak lagi mendominasi.
"Benar Jenderal dan ternyata anak tuan kota ini juga banyak menyakiti penduduk sehingga banyak yang ikut serta dalam sayembara tandingan yang ku buat" ucap Qia Qia dengan ramah sambil tersenyum hangat ke Jenderal wanita itu.
"Baiklah kalian semua dengarkan, kejadian ini cukup sampai disini aku tidak membenarkan tindakan kalian ini namun keadilan tetap keadilan dan nona anda ikut dengan kami sebentar" ucap Jenderal wanita itu dengan ramah.
Semua penduduk kota baik yang ada dalam kepungan para prajurit wanita itu langsung merespon dengan membentuk dinding manusia yang berusaha untuk menjaga Qia Qia.
Bahkan para penduduk kota yang berada di luar kepungan juga merespon mereka langsung mengepung semua prajurit wanita itu.
"Kami tidak akan membiarkan Dewi mawar yang baik ini kalian bawa, bahkan jika kami harus kehilangan nyawa kami, kami tetap akan membela Dewi Mawar" ucap salah satu warga kota.
Semua warga kota itu langsung menyatakan pertentangan mereka dan mereka semua membela Qia Qia.
"Dewi mawar tenang saja kami disini akan selalu mendukung anda" ucap pria sepuh yang menerima cincin dimensi sebelumnya.
Qia Qia hanya tersenyum saja dan melihat sekelilingnya dia menyadari jika saat ini dia menggunakan pakaian dengan banyak bunga mawar sehingga penduduk kota memanggilnya dengan sebutan Dewi mawar.
Jenderal wanita itu melihat jika situasinya sudah tidak kondusif karena semua penduduk kota sangat mendukung Qia Qia.
"Dewi Mawar saya bukan mau menangkap anda melainkan hanya ingin berbincang santai saja dengan anda karena saat ini kota ini tidak memiliki pemimpin dan harus ada pemimpin baru untuk kota ini, jadi kalian semua penduduk kota dengarkan baik baik ucapan ku ini" ucap Jenderal wanita itu dengan sangat sopan dan menggunakan Qi mendalamnya karena kini jutaan penduduk kota sudah mengepung mereka yang hanya berjumlah lima ratus orang itu.
"Kami ingin Dewi Mawar yang memimpin kota kami" ucap seorang pemuda dengan sangat lantang.
"Kami juga" ucap yang lainnya dan dukungan demi dukungan terus di ucapkan oleh para penduduk kota itu.
"Hidup Dewi mawar" ucap pria sepuh yang menerima cincin dimensi dari Qia Qia dan di ikuti oleh semua penduduk kota yang juga meneriakkan perkataan yang sama.
"Kalian semua orang baik, terima kasih atas kebaikan kalian namun silahkan lanjutkan kegiatan kalian dan saya akan berbincang dengan Jenderal ini" ucap Qia Qia sambil terbang melayang setinggi delapan meter dari atas tanah dan menggunakan kekuatan qi mendalamnya sehingga semua penduduk kota mendengarnya.
Mereka semua terpana dengan kecantikan Qia Qia dan semuanya tampak memandangi wajah Qia Qia.
"Hidup Dewi mawar"
"Hidup Dewi mawar"
"Hidup Dewi mawar"
Teriakan demi teriakan kembali terdengar oleh Qia Qia dimana para penduduk kota itu kini semuanya mendukungnya.
"Terima kasih, saya yakin jika pihak prajurit kekaisaran tidak akan menahan saya dan kami hanya akan berbincang santai saja jadi saya mohon silahkan lanjutkan kegiatan kalian" ucap Qia Qia dengan ramah menggunakan kekuatan qi mendalamnya sehingga semua penduduk kota mendengarnya.
Semua penduduk kini mulai meninggalkan tempat itu dan mereka semua terlihat sangat melindungi Qia Qia.
Qia Qia kemudian turun kembali dan berdiri di depan Jenderal wanita itu dengan hanya berjarak satu meter saja.
"Jenderal mari silahkan tunjukan jalannya dan sebaiknya bawahan anda mengurus kedua mayat ini" ucap Qia Qia sambil menunjuk ke kedua mayat tanpa kepala itu.
"Dewi mawar kita berbincang di markas kami saja karena akan lebih nyaman, dan kalian semua segera urus kedua mayat ini antarkan ke kediaman mereka" ucap Jenderal wanita itu sambil melihat ke para pengawal tuan kota yang masih dalam kondisi terluka parah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Dewi
Yah. Pada akhirnya keadilan lah yang akan menang
2022-10-21
1
Caproede1204
👍👍👍👍
2022-06-28
0
Caproede1204
awal mula qia qia...
2022-06-28
1